
"Aku ingin Mas Al kembali,, "lalu mereka saling tatap.
"Maksudnya apa yah, Kamu mau minta Mas Al,,?"Mamah Abang mengangguk.
"Aku mau kok jadi madumu,, "
"Tapi itu sepertinya ngga mungkin deh, bukan soal Aku yang ngga setuju, tapi Mas Al yang ngga mungkin mau,, "Bicara Bunda sangat tenang, tapi di dalam hatinya rasanya ingin sekali memukul itu mulut yang seenaknya bicara.
"Kamu kok sudah pastiin gitu, kan Mas Alnya aja bulum di bilangin,, "
"Tapi Aku yang sudah bisa pastikan itu,, udah jangan lanjutkan obrolan omong kosong ini, takutnya kita jadi berantem dan bacok bacokan di sini, karena kita sedang sama sama pegang pisau,, "Mamah Abang tersenyum.
"Maaf tadi Aku hanya becanda, Aku tadi ngga serius kok, Aku hanya ingin tau apa jawabanmu kalau Aku meminta Mas Al kembali,, tapi rupanya kamu memang benar benar wanita yang sangat baik, dengan bicaranya tenang dan tidak terlihat emosi kamu menjawab semuanya, pantas saja anaku sangat baik dan penyayang ,pasti kamu membesarkanya dengan penuh rasa kasih sayang yang benar benar tulus,, "
"Ya untungnya kamu becanda, kalau pun kamu serius ingin meminta Mas Al Aku tidak akan memberikanya, karena Aku sangat mencintainya dan menyayanginya dengan tulus, Tuhan pun tau yang terbaik untuk orang yang baik,, "
"Oh begitu yah,, jadi menurutmu Aku bukan orang baik,, "
"Yang bisa menilai kamu baik tidaknya hanya Tuhan yang tau, Aku tidak mengatakan kamu tidak baik tapi Tuhan tidak akan membiarkan orang baik hidup dengan ketidak bahagiaan, kalau kamu merasa kamu baik pasti hidupmu akan merasa bahagia, tapi kalau kamu merasa orang yang tidak baik hidupmu pasti penuh dengan penderitaan, jadi lebih baik kamu interopeksi diri aja, kamu di bagian yang mana,, "
__ADS_1
"Iya Aku tau dan sadar, Aku bukan orang yang baik karena dulu meninggalkan Anak dan suamiku demi mengejar materi, tapi sekarang Aku sudah sadar uang bukan lah segala galanya ,Aku ingin bahagia, "
"Kalau kamu memang ingin merasa bahagia, itu gampang. nikmati waktu bersama keluarga dan jangan terlalu na*fsu dengan yang namanya mencari uang,kita jangan terlalu jadi budak uang karena kita juga butuh kebahagiaan, badan kita butuh istirahat juga kan, kita perempuan tenaganya beda dengan laki laki,, "
"Sarapan sudah selesai, Aku mau ke kamar dulu panggil SUAMIKU untuk sarapan,, "Bunda bicaranya sambil sedikit di tegaskan kalau Ayah hanya suaminya.
"Iya silakan,, "Jawab Mamah, dan Bunda langsung masuk kamar.
"Aku tau kamu sebenarnya takut, tapi kamu pintar menjaga sikap, memang apa yang kamu katakan benar, tapi keinginanku untuk merebut Mas Al dari tanganmu tidak lah becanda, Aku tadi berbohong,, "Mamah Abang sanbil bicara dalam hati dan tersenyum mengejek.
Saat sampai di kamar, Bunda melihat Ayah yang sudah mandi dan rapi, wangi lagi.
"Bunda tuh ngomong apa sih,, orang,, "Belum selesai Ayah bicara Bunda sudah ngomel lagi.
"Pokoknya ganti,, Bunda ngga mau Ayah rapi begini, kalau Ayah ngga mau ganti berarti Ayah tidak boleh kuar dari kamar, enak aja yah kalian mau saling tebar pesona,, "sambil memukuli bantal.
"Suuuttt,,, kamu tuh kenapa sih Bun, pagi pagi udah ngomel ngomel gitu,, kamu kesambet setan di mana,, ?"sambil menarik Bunda kepelukanya.
"Ayahhh,, Bunda serius,! "sambil ingin lepas dari pelukan Ayah.
__ADS_1
"Suttt,, diam dulu,, Ayah mau jelasin, Bunda jangan ngambek ngambek ngga jelas gini ah,,"sambil masih memeluk Bunda.
"Ayah udah mandi dan rapi itu bukan buat tebar pesona kesiapapun, tapi Ayah tadi di telfon Anton, kita di ajak mancing bareng,Anton ngajak Vinda, dan Ayah akan mengajak Bunda, tadi juga Ayah mau panggil Bunda untuk bersiap, eh malah Bunda masuk langsung marah marah ngga jelas,, "Bunda yang sudah mendengar penjelasan Ayah langsung memeluknya.
"Bunda takut, Bunda takut kalau Ayah masih suka dengan Mamahnya Abang,, dan ingin kembali denganya, "
"Bunda itu ngga mungkin, Ayah sudah pernah bilang berapa kali kan, kalau Ayah sudah ngga ada rasa sama dia, Ayah sayang dan cintanya sama Bunda, percaya sama Ayah Bun,,, "
"Tapi tadi Mamahnya Abang meminta pada Bunda,untuk Ayah kembali padanya dan dia mau kalau jadi madu,Bunda takut Yah,,,"Bunda ahirnya menangis, Ayah memeluknya dengan sayang.
"Udah jangan di dengarkan omonganya,, Ayah tidak sedikitpun berfikiran untuk kembali denganya,,, sudah jangan nangis yah,, sekarang lebih baik Bunda bersiap kita akan pergi sekarang,, kita sarapan di luar aja gimana,,, "Bunda pun mengangguk.
"Tapi Ayah jangan keluar,, Ayah di kamar aja nunggu Bunda selesai bersiap,, "
"Iya Sayang,,, Ayah akan menunggu di sini,, "
Lalu Bunda langsung bersiap, dan Ayah duduk di sofa sambil melihat Bunda, dalam fikiran Ayah gimana cara bicara pada Abang untuk memintanya agar Mamahnya jangan menginap di sini atau jangan ke sini dulu selama Ayah dan Bunda ada di rumah ini,tapi Ayah merasa tidak enak, karena Ayah tau mereka baru bertemu. Tapi kalau dia masih di sini aja Ayah kasian pada Bunda, pasti Mmaah Abang selalu membuat masalah nantinya.
Jangan lupa like komen dan votenya, trimakasih...
__ADS_1