Aku Bukan Pebinor

Aku Bukan Pebinor
Bunda Ngambek


__ADS_3

"Cari siapa,,,? "kata Mamah Abang.


"Anda siapa,,,? "tanya Ana.


"Siapa Mahhh,,? "dari dalam Abang bertanya.


Abang lalu ke depan melihat siapa yang datang.


"Adek,,, ayo masuk,,, "kata Abang. Ana pun masuk.


"Mah ini adeknya Kiki,, anaknya Bunda sama Ayah,, namanya Alana, "Abang mengenalkan Ana pada Mamahnya, Ana yang mendengar kata Abang memangil Mamah langsung diam dan bingung.


"Dek ini Mamah Abang,, "Ana tetap diam, masih mencerna kata kata Abangnya.


"Adek kenapa kok diam,, itu Mamah ngajakin salaman,, "Abang sambil menyenggol lengan Ana. Ana lalu bersalaman.


"Kok Mamah Abang, emang Abang punya Mamah angkat, kok Adek ngga tau,,? "


"Tar Abang jelasin,, sekarang duduk gih, ngobrol sambil berdiri itu pegel,, "


Mereka bertiga lalu duduk di sofa, dan Abang menjelaskan semuanya, Ana yang tidak tau langsung kaget, karena selama ini Ana benar benar tidak tau kalau Abang ternyata bukan anak Bundanya.


"Adek tumben kesininya sore gini,, biasanya pagi,,? "


"Iya,, soalnya Ayah sama Bunda mau datang,, "


"Kapan,,,? "


"Ini sekarang lagi di jalan menuju ke sini,, orang tadi saat Ade ke sini, Bunda telfon baru sampai Bandara,, "


"Kok ngga kasih kabar kalau mau datang,, ada apa mereka datang,, "


"Mau jemput Adek,, sama nengokin kak Ayu kata Bunda,, "


"Ki,, Mamah pulang aja yah kalau gitu,, takutnya di sini ganggu kalian lagi,, "


"Ngga usah lah Mah,, Mamah di sini aja, kan Mamah juga lama ngga ketemu Ayah sama Bunda,, "


"Apa ngga papa,,? "


"Ngga,, Mamah kan juga orang tua Kiki,, jadi ngga papa,, "

__ADS_1


Lalu Ana ke kamar Ayu untuk menemaninya, sedang Abang bersama Mamahnya memasak buat menyambut kedatangan Ayah dan Bunda. sekalian buat makan malam.


Setengah jam kemudian Ayah dan Bunda ahirnya sampai, dan Ana yang membukakan pintu.


"Ayah,, Bunda,, Adek kangenn,, "Ana langsung memeluk satu persatu.


"Kita juga kangen,, betah tinggal di kota,, "Ana menggeleng.


"Kok ngga betah,, kenapa,,? "tanya Bunda.


"Ana selalu sendiri, Kak Vian pulangnya malam terus, Adek ngga ada temen,, "


"Oh gitu,, ya main ke sini,, "


"Iya tapi kalau ke sini terus kan kak Vianya kasian jemputnya kejauhan,, "lalu. mereka duduk di sofa karena kecapean.


Abang yang keluar dari dapur sambil membawa minuman.


"Ayah sama Bunda mau datang kenapa ngga kabarin Abang dulu sih,, "


"Tadinya kita juga ngga ada niatan ke sini, cuman kepikiran tadi pagi, rumah sepi ngga ada kalaian jadi kita putuskan untuk datang aja ke sini,, "


Ayu pun keluar dari kamar, dengan wajah pucatnya. lalu menyalami mertuanya,,


"Ayu sehat kan,, gimana masih nyidam,,, "tanya Bunda.


"Iya Bun, Ayu masih sering pusing dan mual, "


"Yang sabar yah, semuanya ngalamin kok kaya Ayu,, "


"Iya Bun,, "


"Oh iya Bunda bawakan asinan buah buat Ayu,, tadi Bunda beli saat mau ke bandara di jogja"


"Wah pasti enak nih Bun,, Ayu mau,, "kata Ayu langsung senang.


"Sayang,, kamu harus makan dulu,, kalau mau makan itu,, "Ayu mengangguk.


"Mas,, Mamah Mas mana,,? "tanya Ayu, Ayah dan Bunda yang mendengar sedikit bingung.


"Lagi di dapur,lagi siapin makan buat kita makan malam,, "jawab Abang.

__ADS_1


"Mamah siapa Bang, yang kaian maksud,,? "tanya Bunda pada Abang.


"Ki,, makananya udah siap tuh,, mau makan sekarang ngga,,? "Mamah Abang keluar dari dapur dan mendekati mereka.


Ayah dan Bunda langsung kaget saat melihat Mamah kandung Abang yang keluar dari arah dapur. Ayah melihatnya terus membuat Bunda mencubitnya drngan keras.


Ayah pun kesakitan, tapi hanya diam dan melihat ke Bunda, mata Bunda langsung menatapnya tajam.


"Hai Mas,, Na,, gimana kabar kalian,, ?"tanya Mamah Abang sambil menjabat tangan Ayah dan Bunda.


"Baik,, "jawab Ayah dan Bunda.


"Kok kamu di sini,, kapan datang,,? "kata Ayah.


"Tadi Aku ketemu Kiki di Mall, dan Kiki ajak Aku ke sini,, "


"Oh,, "jawab Ayah.


"Udah yuk kita makan Malam dulu, ngobrolnya lanjut nanti lagi aja,, "Abang mengajak semuanya makan.


Untung bangkunya cukup, dan mereka pun makan semua. Mamah Abang memasak tahu dan tempe bacem kesukaan Ayah.


"Mas,, Aku buat bacem tahu dan tempe, ini kesukaanmu kan, cobain yah,, "sambil menyodorkan piring ke depan Ayah.


"Iya,, makasih,, "Ayah mengambil tempe juga tahunya satu satu. dan Ayah makanya sangat lahap, membuat Bunda kesel.


Selesai makan Bunda langsung masuk kamar, dan bilangnya ingin istirahat karena cape. tapi sebenarnya Bunda sebel sama Ayah karena tadi menyukai masakan Mamah Abang.


Ayah mengobrol dengan Abang di ruang tv, sedang Ana dan Mamah Abang membereskan meja makan dan cuci piring. sedang Ayu menikmati asinan buah yang di bawakan Bunda di meja makan.


Jam menujukan pukul 10 malam, Ana di jemput oleh Vian untuk pulang ke apartemennya.


Mamah Abang tidur di kamar Ana, dan Ayah masuk ke kamar utama, tempat dulu juga Mamah Abang tempati, tapi sekarang di tempati oleh Ayah dan Bunda.


Ayah masuk ke kamar,, terlihat Bunda sudah tertidur, Ayah lalu bersih bersih dulu dan ganti baju. setelah itu naik ke kasur, saat Ayah memeluk Bunda, Bunda langsung menyingkirkan tangan Ayah.


"Bun,, kamu kenapa,, Ayah pengin peluk,, "sambil ingin memeluknya lagi.


"Lepas,,, "


Jangan lupa like, komen dan votenya, trimakasih..

__ADS_1


__ADS_2