
Setelah semuanya siap, keluarga Anton pun keluar dari Hotel, dan langsung memesan taxsi untuk menuju rumah Ali. Sampainya di rumah Ali, jam sudah menujukan pukul 11 siang.
"Ayo Masuk,,, "kata Ali saat membukakan pintu.
"Nana mana Mas,,,? "tanya Vina pada Ali.
"Lagi di dapur bersama Ana,,mereka sedang masak buat makan siang nanti,, "
"Oh,, ya udah Aku ke dapur dulu, mau bantu mereka memasak,, "kata Vina, dan Vina pun masuk ke arah dapur.
"Jam berapa nanti penerbanganya Ton,, "
"Jam 6 sore,,, "
"Bagus lah jadi kalian masih sedikit lama di sini,, "
Lalu Alana datang sambil membawa minuman untuk yang ada di ruang tamu. dan meletakan gelas yang berisi minuman segar, setelah itu Alana masuk ke dapur lagi.
"Om,, itu motor siapa di depan,,? "tanya Vian pada Ali.
"Oh,, itu motor Bang Kiki, "
"Apa Bang Kikinya ada om,,? "tanya Vian lagi.
"Bang Kiki tadi pagi pergi di jemput temenya,, emangnya ada apa Ian,,? "
"Kalau boleh Vian mau pinjem motor Bang Kiki buat ngajak Ana ke malioboro, apa boleh Om,,? "
"Boleh aja,, "
"Makasih Om,, "sambil tersenyum.
Lalu Ali pun memanggil Alana dan menyuruhnya untuk bersiap, karena Vian ingin mengajaknya untuk jalan jalan.
Alana pun langsung masuk kamarnya dan berganti baju, tidak lupa juga sedikit berdandan.
"Om,, Pih, Vian pergi dulu yah, "kata Vian berpamitan, dan sebelumnya Vian pun berpamitan pada para Ibu.
"Hati hati di jalan, dan jangan ngebut, "kata Ali. Vian pun mengangguk sambil menjawab Iya.
"Pulangnya jangan ke sorean, jam 4 harus sudah sampai rumah,, "kata Anton.
"Iya Pih,, "jawab Vian, lalu Vian dan Alana pun pergi keluar rumah menuju motor Bang Kiki.
__ADS_1
"Kita mau ke mana sih,,, ?"tanya Alana.
"Kita jalan jalan aja,, Ana tau tempat buat ngobrol yang enak ngga,,? "sambil memakaikan helem ke Alana.
"Tau,, Ana sering ke sana,, "
"Ya udah kita ke sana yuk,, "Lalu Alana pun naik ke motor setelah Vian naik.
Vian langsung menarik gas motornya dengan ke cepatan sedang.
Saat sudah sedikit jauh dari rumah,Vian menarik tangan Alana agar memeluknya. Dan Alana pun langsung memeluknya, sambil menyandarkan kepalanya di punggung Vian. Sedang Vian sesekali mengusap tangan Alana dengan rasa senang.
Sekitar setengah jam mereka sampai di sebuah cafe yang sangat asri. Dengan banyak pohon dan rumput yang hijou.
"Ian mau pesan apa,,? "sambil memberikan buku menu pada Vian, setelah mereka duduk lesehan di tempat yang nyaman.
"Kita sekalian pesan buat makan siang aja yah,,,? "kata Alana lagi.
"Iya,, "jawab Vian sambil melepas jaketnya.
"Ana mau pesan ayam penyet ah,, Ian mau apa,, "sambil duduknya mendekat pada Vian.
"Samain aja,, Ian minumnya mau air mineral yang dingin ya,,"
"Ian tar sore pulang ke kota, apa Ana ngga mau kasih no tlfonya sama Ian,, ?"kata Vian.
"Ana bukanya ngga mau kasih, tapi kalau Ana kasih takut Ana ngga bisa jauh dari Ian,, "sambil menundukan kepalanya.
"Apa Ian harus pindah kuliah biar kita tidak LDR an,, biar kita bareng terus,, "
"Ian serius sayang sama Ana, Ian juga ngga mau jauh dari Ana,, Ian selama ini hanya bisa lihat Ana di media sosial Ana tanpa bisa berkomunikasi untuk mengobrol itu sangat menyiksa,, "sambil mengusap kepala Alana.
"Maaf,,, "jawab Alana.
"Apa Ana menyukai Ian juga, apa kamu sudah ada orang lain yang membuat Ana takut untuk memberi no tlfn Ana pada Ian,,"Alana menggelengkan kepalanya.
"Ian ingin tau perasaan Ana pada Ian itu seperti apa,biar Ian bisa mengmbil keputusan nantinya,, "
"Hai Al,, kok kamu di sini sih,,,? "saat Alana mau menjawab, dari arah depan ada yang memanggilnya.
"I,, iya, kamu sama siapa ke sini Ka,, "Alana sedikit gagap karena Aska yang datang menyapa.
"Aku sama Edo tuh,,, "kata Aska sambil menujuk Edo yang sedang berjaln masuk. Alana sedikit salah tingkah, sedang Vian dari tadi matanya tak lepas memandang ke arah Alana.
__ADS_1
"Kamu sama siapa,, tuh,, "sambil menujuk Vian dengan matanya.
"Ini,,, "belum sempat Alana menjawab Edo sudah berdiri di depan mereka.
"Hai Al,,, kamu di sini juga,,? "
"Iya,, "sambil mengngguk.
"Boleh gabung ngga Al,,? "tanya Aska.
"Bo,, leh silakan, "sambil melihat ke Vian sekilas.
"Kamu dah pesan makanan Al,, "tanya Edo.
"Udah,,, "
Lalu Edo dan Aska pun melihat buku menu dan memesan makanan.
Sedang makanan Alana dan Vian pun sudah datang, dan mereka berdua mulai makan.
"Al,, besok kita jadi kan ke toko buku untuk cari buku,?,"kata Edo dan Alanapun mengangguk.
"Kalian janjian pergi ngga ngajak Aku,, awas aja kalian, jangan bilang kalian mau pacaran yah,, "kata Aska. dan Alana yang kaget dengan kata pacaran yang Aska bilang jadi terbatuk.
Hukkk,,, Hukkk,,,
Lalu dengan cepatnya Edo memberikan minum pada Alana, begitu juga Vian menyodorkan botol mineralnya. Alana yang terus batuk langsung mengambil gelas Edo dan langsung meminumnya.
Vian nampak kecewa, tapi Vian ngga menujukanya karena Vian juga berfikir ini karena menolong Alana yang batuk.
Sampai Ahirnya makanan Edo dan Aska pun datang, lalu mereka makan bersama, Vian hanya jadi pendengar mereka mengobrol, sedang rencananya untuk mengobrol berdua dengan Alana pun gagal.
Selesai Makan Vian pun langsung bangun dan menuju kasir untuk membayar.
"Kamu mau ikut pulang denganku atau mau sama mereka,,? "tanya Vian dengan mengatakan kata Aku kamu pada Alana sedikit cuek. setelah Vian membayar ke kasir.
"Bareng kita aja Al,, masih siang ini, nanti kita anrterin kok,Ayah kamu ngga bakalan marah deh kalau kamu sama Aku , "kata Aska. Alana seperti berfikir, tapi tidak dengan Vian, Vian langsung pergi meninggalkan mereka.
Saat Alana tersadar Vian pun sudah pergi keluar, dan Alana langsung mengejar Vian. setelah bilang pada Edo dan Aska kalau Vian itu adalah calon suaminya. dan mereka berdua yang mendengar kata calon suami langsung mlongo.
"Ian,,, tunggu,Ana ikut pulang sama Ian, Ana ngga mau di tinggal,, "saat Alana sudah berdiri dekat motor dengan nafas yang ngos ngosan, sedang Vian tidak mempedulikanya, Vian tetap diam sambil memakai helemnya.
**Jangan lupa like komen dan votenya, trimakasih,,
__ADS_1
Aku ngga bosen bosen nih buat promosi cerita baruku,, mampir yah MENIKAH DENGAN GIGOLO MAMAH**.