Aku Bukan Pebinor

Aku Bukan Pebinor
Buka Puasa


__ADS_3

"Hallo Al,, gimana kabarnya di situ,, enak tinggal di jogja,?"tanyaku. saat ini Aku sedang duduk di ruang kerjaku yang ada di rumah. Ali sudah pindah ke jogja 2 minggu yang lalu.


"Kabar kita di sini Sehat semua Ton,, dan di sini sangat dingin jadi kita ngga butuh ac,, kabarmu sama anak istri gimana Ton?"


"Sukur deh kalau sehat semua,, Aku sama anak istriku juga sehat,, wah jadi pengin maen nih ke situ,,"


"Ya sini lah maen,, banyak tempat wisatanya lagi di sini Ton,,"


"Ya nanti lah kalau anaku sudah besar,, pasti main ke situ, kalau sekarang anaku aja baru kemarin cukur rambut tanda 40 hari, masih terlalu kecil untuk bepergian,, "


"Wah,,, udah 40 hari aja nih,, berarti kamu dah buka puasa dong Ton,, "sambil suara tertawa Ali terdengar meledek.


"Buka puasa apa sih Al,, sekarang kan bukan bulan puasa,, mana ada buka puasa,, "Aku merasa bingung.


"Kamu tuh pura pura ngga ngerti apa gimana sih Ton,, ?"


"Serius Aku ngga ngerti Al.. "terdengar hembusan nafas Ali.


"Maksudnya buka puasa tuh kamu sama istrimu sudah boleh berci*ta,,"


"Oh itu maksudnya,, tapi Aku belum Al,, rasanya Aku masih kebayang saat Istriku kesakitan saat melahirkan,, takut itunya belum sembuh,,"jawabku.


"Kalau sudah 40 hari itu sudah sembuh Ton,, Aku ajah dulu begitu,, istriku dua duanya waktu sudah 40 hari Aku sikattt,, soalnya Aku sudah ngga tahan juga libur kelamaan,, hehee,, "


"Oh gitu yah,,ya udah makasih atas ilmunya,, malam ini Aku akan eksekusi langsung,, "


"Hahaaa,, harus dong hajarrr,, ya udah kalau gitu, selamat berbuka puasa ya Ton,, "Setelah itu tlfon pun mati.


Aku di kantor sekarang rasanya hampa, ngga ada Ali sungguh bosan dan sekarang Aku bersama orang baru yang gantiin Ali, Aku sungguh merasa sangat kehilangan sosok teman karena Ali dan Aku memang sangat dekat dari dulu. Semoga persehabatanku akan sampai tua nanti.


Lalu Aku keluar dari ruang kerjaku dan menuju kamar, di kamar Aku lihat Vina sedang memberi nen pada Vian.


"Kok belum tidur sayangnya Papih.uuhh,, enak yah nen nya,,Papih minta dong sayang,, "sambil ku toel toel pipinya.

__ADS_1


"Mas,, biasa deh suka ngeledekin nanti nangis loh,, "kata Vina.


"Mas,, gemas banget sama pipinya ini,, "kataku. Pipi Vian memang sudah kelihatan berisi dan enak kalau Aku toelin.


"Vin,, apa kamu bahagia hidup dengan Mas,,? "tanyaku.


"Bahagia,, kenapa? kok tiba tiba tanya seperti itu,, "dengan mata yang saling memandang.


"Trimakasih telah mau menerima Mas yang kekurangan ini,, Mas sebenarnya masih merasa takut kalau nantinya kamu akan ninggalin Mas, karena Mas sudah sayang dan cinta sama kamu Vin,, Mas tidak ingin kehilangan orang yang Mas sayang dan cinta lagi,, apa kamu juga memiliki rasa yang sama dengan Mas,, apa kah kamu mau hidup dengan Mas sampai tua dan ajal menjemput,, "mataku tak terlepas sedikitpun memandang mata Vina.


"Mas,, jangan ngomong gitu, di sini kita cuman menjalankan sedang keputusan itu ada pada Tuhan.siapa tau Tuhan memberi Mas keajaiban yang nantinya Vina akan hamil anak Mas,, Vina sangat bahagia dan Vina juga sudah sayang dan cinta sama Mas,, Vina juga ngga akan ninggalin Mas walau pun Kita belum di beri keturunan, kita sudah ada Vian jadi Mas ngga usah takut hal itu, dan Vina juga mau menua bersama Mas sampai ajal yang menjemput,, "jawab Vina. Aku langsung tersenyum senang dan langsung mencium kening Vina,, kalau ngga ada Vian di pangkuan Vina sudah Aku peluk.


Lalu Vian pun tertidur dan Vina memindahkanya ke dalam box bayinya. sedang Aku langsung naik ke kasur. Aku melihat ke arah Vina, dan Vina sekarang kelihatan sangat berisi dari pinggulnya sudah kelihatan montok.


"Ada apa,, kok lihatin Vina kaya gitu,, Vina jadi jelek ya Mas,, jadi gendut lagi,, "Aku pun tersenyum.


"Malahan Mas suka yang montok gini,, ini tuh bukan gendut tapi kamu sekarang jadi tambah isi,, apa lagi ininya,"sambil ku remas bokongnya.


"Mas,, kamu tuh iseng banget sih, sakit tau, "sambil memukul lenganku, Aku hanya tersenyum mesum.


"Minta apa Mas,, ?"sambil tersenyum ngeledek.


"Oh,, udah berani ngeledek yah,, "sambil Aku gelitikin pinggangnya,Vina langsung kegelian sambil tertawa.


"Mass,, geli,, ampun hahaaa,,, udah hahaa,, "


"Masih mau ngeledek hem,, "saat Aku mengunci badan Vina di bawah badanku. Vina pun menggeleng dengan mata yang terpejam dan nafas yang belum teratur.


Lalu Aku mengusap wajahnya dengan jari tanganku, dari kening ke pipi dan ke bibirnya. berlahan Aku mendekatkan bibirku pada bibir Vina,, lidahku langsung menrobos masuk ke dalam mulut Vina, lalu lidah kita di dalam mulut Vina saling beradu, dan sesekali lidah Vina Aku sedot .


Tangan Vina di kalungkan ke leherku, dan ciumanku pun turun ke leher Vina, kujila*ti juga ku gigit kecil lehernya sampai meninggalkan tanda merah.


Vina sesekali sambil mengeluarkan suara Desa"an yang membuatku makin terang*ang.lalu daster Vina Aku lepaskan agar membuat ku lebih mudah.

__ADS_1


"Mass,,,,, "saat ku jilati gunung kembarnya dan ku mainkan dengan lidahku, tapi tidak ku sedot.


Ciumanku lalu turun ke perutnya, dan terus kuciumi sampai bawah, dan sampai lah pada inti dari kenikmatan milik Vina.


Aku tarik kain yang menutupinya, setelah kain terlepas Aku melihat inti dari Vina yang sangat mulus,, seperti milik bayi.


Aku pun mengusapnya dengan tanganku, rasanya Aku sudah tidak tahan lagi untuk menikmati surga dunia yang sudah lama Aku tak merasakan, sudah setahun lebih Aku berpuasa dan sekarang ahirnya Aku akan merasakanya lagi.


Lalu Aku mulai beraksi, pertama Aku usap dengan jaruku lalu lidahku Aku julurkan ke inti milik Vina,,Aku pun memainkan lidahku di sana,sedang Vina sambil meremas rambutku sambil terus mende*h kenikmatan.


"Masss,,, oohh,, masss gelii,,, "saat Aku menggerakan lidahku keluar masuk.


"Aahh,,, aahh,, "setiap kali gerakan lidahku masuk,, Vina pun terus mengeluarkan suara merdunya..


"Masss,, Vina sudah ngga tahannn,,, "sambil meremas rambutku.


"Jangan keluarkan dulu,, kita keluarkan bareng yah,,, "kataku sambil memposisikan kepunyaanku pada inti milik Vina.


Kepunyaanku pun langsung amblas masuk semuanya.Lalu Aku pun menggerakan pinggulku dan sambil Aku mencium bibir Vina,,


"Aaahh,, aahh,, aahh,,, "setiap Aku masukan ke punyaanku, Vina slalu mende*ah.


Lalu agar kita sama sama mengeluarkan kenikmatanya bersama, Vina Aku suruh yang di atas tubuhku, Vina lalu naik dan kita posisinya duduk.


Vina menggerakan pinggulnya dengan lumayan cepat dan tanganya berpegangan pada pundaku, sedang tanganku ada di pinggang Vina,Aku membantu menggerakan pinggangnya, rasanya sungguh nikmat, karena Aku sudah lama tak merasakanya. tak begitu lama terdengarlah suara kenikmatan.


"Masss,,,, aaaahhhhh,,,,, "teriakan Vina tanda pelepasan pun terdengar dengan kencangnya.


Setelah Itu Aku pun menyusul,,,


"Aaaahhhhh,,, oookhhhh,,, "kitapun berteriak dengan sama merasa kenikmatan.


Setelah itu Vina pun langsung menjatuhkan badanya ke pelukanku, kita sama sama masih mengatur nafas yang belum teratur.

__ADS_1


**Semoga suka ya kak,, ada yang mau lagi ngga bab seperti ini,, buat Vina dan Anton olah raga pagi dan Vina yang lebih aktif dan agresif,,silakan komen kalau komenya dikit besok Aku lanjut ke cerita anak anak mereka.


Jangan lupa like, komen dan votenya,, trimakasih**...


__ADS_2