Aku Bukan Pebinor

Aku Bukan Pebinor
Hukuman Mas Al


__ADS_3

Malam pun tiba, saat ini Aku dan Mas Al sudah di kamar, dan sedang bersiap untuk tidur. setelah Aku mengganti baju, Aku langsung naik kasur.


"Bun,, Mas kan baru dapat uang, Bunda pengin di beliin apa hemm,, "sambil memeluku Mas Al bicara.


"Nana ngga butuh apa apa kok Mas, asal kita tidak kekurangan makan dan selalu bersama, itu udah cukup buat Nana, "jawabku sambil Aku memiringkan badanku agar kita saling hadap.


"Tapi Mas pengin beliin sesuatu buat Bunda, "


"Ngga usah,, mendingan uangnya di simpan buat nanti Kiki kalau udah sekolah kejuruan, kan banyak biyayanya,, "jawabku.


"Ya udah kalau Bunda ngga mau beli apa apa, tapi Mas udah bilang ke orang untuk mencarikan orang yang kerja pulang pergi, buat bantu Bunda di rumah dan ngga boleh nolak, "


"Kok gitu sih Mas,, kan Nana dah bilang ngga perlu, Nana masih bisa mengerjakanya, Ibu Mas aja bisa masa Nana ngga bisa, malu Mas kalu Ibu tau,, "kataku sedikit merajuk.


"Bun,, Bunda itu ngga boleh cape, biar di sini cepat ada dede bayinya, jadi Bunda harus nurut sama Mas,, ok, "Aku hanya memanyunkan bibirku.dan Mas Al mengusap usap perutku.


Oh iya,, ini saatnya Aku balas dendam sama Mas Al,,,,


"Mas,, Nana mau hukuman Mas, Nana lakukan sekarang, !"kataku sedikit tegas.


"Bun,, ini dah malam yah, hukumanya jangan yang aneh aneh, Mas ngga bisa kalau tidur jauh dari Bunda, ?"


"Tenang aja Mas,, Nana ngga akan ngerugiin Mas kok,"kataku.


"Mas diam tiduran aja, apa yang Nana lakukan mas ngga boleh protes, kalau Mas protes Mas ngga dapat jatah tidur bareng Nana selama seminggu,"sambil Aku ikat tangan Mas Al dengan selendang kecil.


"Bun,,, jangan macam macam ah,, masa Mas di ikat gini, nanti Mas ngga bisa peluk Bunda dong kalau lagi tidur,,, "

__ADS_1


Setelah tangan Mas Al aku ikat, Aku langsung melakukan aksiku, karena Mas Al saat ini tidur menggunakan singlet jadi Aku ngga perlu ngebukanya.


Aku mulai dari wajah Mas Al Aku cium, biarin Mas Al mikir Aku agresif tapi belum tau nantinya akan gimana, setelah wajah ciumanku turun ke leher dan turun ke bawah lagi, Mas Al sudah mulai klojotan.


"Bun,,,, oohhh,,,, "Aku masih terus mencumbui di bagian dadanya, Lalu Aku pun membuat tanda merah di leher ,tapi agak ke atas di bawah dagu, biar besok pas di kantor temanya Mas Al lihat tanda merah itu, biar malu....


"Bun,,, jangan di buat merah Bun,, Mas nanti malu kalau ke kantor Bun,, "Aku hanya tersenyum saja mendengarkan perkataan Mas Al.


Setelah puas bermain dengan di atas, Aku turun ke bawah, Aku buka celana pendeknya Mas Al dan Tom sudah berdiri tegak, Aku tersenyum melihatnya, Aku pun menyentuhnya ,mengusapnya dan mengocok dengan gerakan keatas ke bawah, Mas Al makin kelihatan sangat bernafsu.


"Oohh Bun,, nikmat Bun, terus Bunnn,,, "Aku terus saja memainkanya.


Setelah puas membuat Mas Al panas dingin, Aku membenarkan celananya, dan bajunya Mas Al pun Aku rapikan, setelah itu Aku turun dari kasur dan Akan pergi keluar kamar.


"Bun,,,, mau kemana, ini Mas gimana, Mas ngga tahan, jangan bikin Mas panas dingin begini Bun,,,, "


Aku sebelum masuk kamar Kiki, menuju dapur dulu untuk minum, Aku pun sebenarnya terangsang, siapa sih yang tidak terangsang setelah bermain dan mencumbu dengan Mas Al yang sangan maco itu. selesai minum Aku masuk ke kamar Kiki, dan langsung naik ke atas kasur setelah di dalam, Aku memejamkan mataku untuk tidur.


Saat mataku sudah terpejam tiba tiba badanku merasa seperti melayang, dan Aku membuka mataku secara berlahan, ternyata Mas Al yang sedang menggendongku.


"Masss,,,,turunin Nana,,, "kataku sambil sedikit berontak.


"Uussstt diam Bun,, nanti Bunda jatuh, dan Kiki bangun lagi,,, "Sambil menggendongku keluar dari kamar Kiki.


"Turunin Masss,,,"kataku.


"Ngga,,Bunda harus tanggung jawab, udah bikin Mas ngga bisa tidur,, dan Tom ngga mau tidur makin membuat Mas tersiksa,, "sambil masuk kamar.

__ADS_1


Sampai di kamar Aku di lempar ke kasur oleh Mas Al,,


"Awww,,,sakit Mas,, "kataku sambil memegang bokongku.


"Bunda harus tanggung jawab,kalau ngga Mas ngga bakalan bisa tidur sampai pagi ini nanti,, "sambil membuka baju dan celananya.


"Itu kan hukuman buat Mas, ya Mas harus trima dong,, katanya apa aja yang penting Nana maafin, kalau begini Mas mah bukan dapat hukuman tapi ke enakan,, Nana pokoknya ngga mau,,, "sambil Aku memundurkan badanku sampai ujung kasur saat Mas Al makin mendekat.


"Dosa loh Bun buat Suami tersiksa begini,masa Mas kaya mau perkosa orang jadinya,, "karena melihatku selalu menghindar.


"Lagian sih Mas curang, orang lagi di hukum tapi ngga mau trima,, "sambil Aku memonyongkan bibirku.


"Bentar aja kok Bun,, biar Tom tidur Mas kesiksa banget ini Bun,,, "sambil memelas.


"Apaan bilangnya cuman bentar, tapi nanti ya berjam jam,, "


"Ngga Bun,, Mas janji ini kan dah di ujung jadi pasti cepat, ya Bun mau,,,, "Ahirnya Aku menganggukan kepalaku tamda setuju, ya kasian juga sih dan dosa juga nolak Suami.


Mas Al seperti orang yang baru mendapatkan bonus karena langsung mengangkat tanganya sambil bilang yes, Mas Al langsung mengungkung badanku dan menciumi bibirku, Aku pun menyambutnya dengan suka cita.setelah puas berciuman Mas Al mengangkat dasterku dan melepaskan semua kain yang menempel di badanku.


"Bun,,, kenapa ini makin hari makin besar saja ya Bun,, dan kencang lagi, Mas jadi makin suka memainkanya,,,, "sambil meremasnya seperti sedang bermain sekusi.


"Masss,,, iiihh,,, bikin Nana malu aja,,,, "


**Besok lagi ya kak... maaf kalau ada tempo,


Jangan lupa untuk like, komen dan votenya ya kak, trimakasih**..

__ADS_1


__ADS_2