
Saat pandangan mereka berdua bertemu, Dan mereka saling pandang, Alana dengan reflek memejamkan matanya, Vian yang melihatnya pun jadi tersenyum, lalu Vian mendekatkan bibirnya dan mencium kening Alana.
Setelah mencium kening Alana, Vian pun memeluknya. Alana tadinya sedikit kecewa tapi Alana pun tau itu belum boleh, dan Alana jadi ikut memeluk Vian.
"Adek,,, Vian,, di suruh masuk sama Ayah, karena udah malam,, "kata Bang Kiki yang menyusul ke taman,untung mereka berdua sudah melepaskan pelukanya.
"Iya Bang,,, "jawab mereka berdua. Lalu mereka bertiga pun masuk ke dalam rumah bersama.
Alana masuk ke kamarnya sendiri, sedang Vain ikut ke kamar Bang Kiki.
Pagi pun datang, Bunda sedang membuat sarapan, Bunda membuat nasi goreng dengan telor ceplok, sedang Alana yang baru keluar dari kamar ikut membantu membuatkan minuman, buat Ayah sama bunda teh manis hangat sedang Bang Kiki kopi, untuk Alana sendiri dia bikin susu.
"Bun,, Ian di bikinin minuman apa yah,,? "tanya Alana pada Bundanya.
"Terserah Adek aja,, "jawab Bunda.
"Adek bikinin su*su aja yah Bun,, "Bunda pun bilang iya ngga papa.
Alana menata minuman di meja makan,setelah itu menata piringnya juga. Setelah selesai Alana masuk kamarnya untuk mandi.
"Pagi semuanyaaa,, "kata Alana sambil tersenyum senang.
"Pagi,, "jawab semuanya.
"Tumben Dek mandi,,? "tanya Abang saat Alana sudah rapi dan duduk di kursi meja makan.
"Hari ini Adek ada kuliah pagi Bang,, "
"Oh,,, gitu,, "jawab Abang. Alana pun mengangguk sambil mengambil piring Ian dan langsung mengisinya dengan nasi goreng.
"Ian kok su*sunya ngga di minum,, ?"tanya Alana ,saat memberikan piring Ian Su*sunya Ian belum di minum.
"Ian ngga suka,, "katanya dengan lirih.
"Ya udah sinih buat Ana, Ian Ana bikinkan teh manis hangat yah,, "
"Ngga usah,, Ian minum air putih aja,, "
"Ya udah,, "jawab Ana sambil mengambil gelas dan menuang air minum kegelas.
__ADS_1
Semua kegiatan Alana saat mulai mengambilkan nasi buat Ian, Ayah dan Bunda selalu memperhatikanya. mereka pun sedikit tersenyum karena melihat Alana yang biasanya manja,kini bisa lebih sedikit dewasa. Dengan melayani Vian di meja makan.
Lalu mereka pun sarapan dengan tenang. Selesai sarapan Vian langsung meminta izin pada Ayah dan Bunda untuk mengantar Alana ke kampusnya.
"Ian bawa motornya hati hati yah,, "kata Bunda.
"Iya Tante,, "jawab Ian.
Lalu Alana pun yang sudah siap setelah pamitan sama Ayah dan bundanya, duduk do motor.Ian pun membawa motornya dengan kecepatan sedang.
"Tanganya mana sih,,,,peluk dong,, kan udah jauh dari rumah "kata Ian sambil menarik tangan Alana. Alana pun menurut langsung memeluk Vian.
Rasanya mereka berdua di pagi hari yang dingin ini justru merasa hangat, karena sama sama nyaman dengan Alana yang memeluk VIan dan menyandarkan ke palanya di pundak Vian.
"Nanti Ian jemput yah , jam setengah dua belas,, "kata Ian setelah mereka sampai di parkiran kampus dan Alana yang sudah turun dari motor.
"Iya,,, "sambil Ian membantu melepas helem.
"Ingat matanya dan hatinya mulai sekarang harus di jaga, "kata Ian.
"Iyaa,,, "lalu Ian menyodorkan tanganya, lalu Alana pun menyambutnya untuk salim dan di ciumnya.
Di sudut parkiran motor ada satu pasang mata yang tak pernah lepas pandanganya dari Alana dan Ian.
Setelah Ian pergi Alana pun masuk ke kampus menuju ruanganya. Tadi yang melihat Alana dan Vian di parkiran adalah Edo.
Saat Edo masuk ruangan, Alana sedang mengobrol dengan aska.
"Hai Do dah sembuh,,? "tanya Aska.
"Udah,, "jawabnya dengan datar.
"Kamu kenapa,, masih lemas, kalau belum sehat lebih baik jangan masuk dulu,istirahat aja,, "kata Aska mendekati Edo.
"Aku dah sehat kok,, "jawab Edo.
Lalu mereka seperti biasa duduk berdekatan, tapi yang biasanya Alana di tengah sekarang Alana yang di pinggir, dan yang tengah Aska. rupanya Alana tidak ingin menambah luka pada Edo dengan seperti memberinya harapan.
"Al,, nanti ikut ke toko buku yuk,, "saat mereka berjalan ke arah parkiran setelah selesai jam mata kuliah.
__ADS_1
"Maaf ngga bisa, Alana sudah ada janji,,"
"Apa sama calon suamikamu,,? "kata Edo, dan Alana yang kaget kok Edo bisa tau hanya mengngguk.
"Itu cowo datang ke sini lagi,, mau ngapain dia, kemaren aja seminggu cuekin kamu, kenapa sekarang malah datang,,,? kalian dah baikan,,? "Alana pun mengngguk sambil tersenyum tipis.
Saat sampai di parkiran, Alana melihat Vian yng sedang menunggunya sambil duduk di bangku bawah pohon, rupanya Vian sedang mengobrol dengan cewek di sana.
"Itu kan Al cowo kamu,, "Alana mengangguk.
"Ganteng juga sih kalau di lihat lihat, pantesan aja kamu tuh sampai cinta banget,, awas tuh cowo kamu nanti di embat lagi sama cewe yang sedang ngobrol denganya,, "kata Aska sedikit kompor.
"Jangan gitu Ka,, nanti malah Alana jadi ngambek malah kita yang repot, kita di cuekin terus nantinya,, "kata Edo. Alana hanya diam.
"Apaan sih kalian,, ngga jelas,, "sambil berjalan cepat mendahului mereka dan mendekat ke Vian. Edo dan Vian hanya melihatnya saja.
"Misi,,, maaf yah ganggu, ini pacar Alana, jadi kalian jangang berani berani godain dia,, "sambil Alana merangkul tangan Vian, dan Vian hanya tersenyum melihat tingkah Alana yang sedang cemburu.
"Pelit amat sih,, "kata cewe satunya.
"Iya,,, pengin kenal aja kok,, dasar pelit,, "jawab cewe satunya lagi.
"Biarin pelit,, dari pada nanti kalian srobod, "sambil makin mengencangkan rangkulanya.
"Ayo sayang kita pergi, kita kan mau jalan jalan,, "kata Alana menarik tangan Vian menuju motornya. sedang dua cewe itu hanya melihatnya saja sambil kesel karena Alana menarik Vian.
Vian lalu memakaikan helem pada Alana, dan juga memakaikan jaket.
Setelah siap mereka pun naik ke motor, Alana langsung memeluk Vian, dan mereka pun pergi.
Sedang Aska dan Edo dari tadi matanya tak pernah lepas memandang Alana dan Vian.
"Yang sabar Do,, masih banyak kok cewe di luar sana yang pasti mau jadi pacar kamu,, "sambil menepuk pundak Edo.
"Ngga gampang Ka,,, untuk pindah ke lain hati,, "sambil tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
**Jangan lupa like, komen dan votenya yah,, trimakasih...
Mampir juga ke cerita baruku, MENIKAH DENGAN GIGOLO MAMAH**.
__ADS_1