Aku Bukan Pebinor

Aku Bukan Pebinor
Jatuh


__ADS_3

"Sayang,,, di sini, "Aku mendengar suara Mas Anton, Aku pun mencarinya dan benar saja rupanya Mas Anton sudah datang.


Aku mmelihat ke arah Mas Al dan Mas Al pun mengangguk dengan pelan, kita pun lalu berjalan ke sana. Sampai di meja yang Mas Anton duduk,Mas Anton langsung berdiri dan mendekatiku.


Saat Mas Anton akan memeluku,Aku menolaknya karena alasan perutku yang sudah membesar, Lalu Aku mengambil tanganya dan menyalaminya saja, Mas Anton sedikit tidak suka dengan sikapku, tapi Aku juga harus jaga perasaan Mas Al.


"Gimana kabar Mas Anton,? "tanyaku saat sudah duduk.


"Baik,,, kamu gimana sayang kabarnya, "


"Nana juga baik,, "


"Al,, kamu mau pesan apa,pesan gih sekalian buat anakmu,, kalau Nana udah Aku pesankan, "sambil menyodorkan buku menu ke Ali.


"Iya,, "jawab Mas Ali.


"Mas pesanin apa buat Nana,,? "tanyaku.


"Steak daging sapi, sama kentang koreng,, "jawab Mas Anton.


"Kiki mau apa sayang,, "tanyaku sambil membantu melihat gambar di buku menu.


"Kiki mau ayam kriuk Bunda,, "


"Oh,,, yang ini mau,,? "Kiki pun mengangguk.


"Mas Al udah pilih,, mau pesan apa,, "tanyaku lagi.


"Mau nasi goreng aja,, "Aku pun mengangguk.


Setelah pelayan mencatat pesanan Mas Al dan Kiki, pesanan yang untuku dan Mas Anton pun datang, rupanya Mas Anton masih ingat makanan ke sukaanku.


"Bunda,, kiki mau makanan yang kaya punya Bunda, "

__ADS_1


"Kiki mau ini,, sinih Bunda suapin, kita makan bareng yah,, "kiki pun mengangguk.


"Enak Bunda,,, aaa,, "Aku pun menyuapi kiki yang sangat lahap.


"Sayang,, kamu juga mankan dong, jangan nyuapin terus, nih Mas suapin... "Sambil menyodorkan sendok yang ada daging ke mulutku.


"Ayo aaaa,,,,, "Aku pun membuka mulutku. saat Aku mengunyah Mas Al menatapku lalu membuang mukanya melihat ke arah lain, setelah mata kita bertemu.


Ahirnya pesanan kiki dan Mas Al pun datang. Kita berempat makan bersama. selesai makan Kiki meminta bermain di tempat mainan yang di sediakan di cafe tempat kita makan.


"Ayo sama Ayah,,,,"kata Mas Al. kiki dan Mas Al lalu pergi.


"Kenapa sekarang kalau Mas telfon dan wa jarang di angkat dan di balas,? Kenapa sekarang sayang seperti menjauh dari Mas,, Mas sangat kangen dengan sayang, apa Sayang sudah tak mencintai Mas lagi,,? "Aku hanya diam.


"Ok,, Mas yang salah di sini, tapi niat Mas ini untuk kita, biar Ibu tidak selalu menekan sayang, dan selalu menyalahkan sayang, Mas harap Sayang jangan sampai menaruh hati pada Ali, Mas tidak akan terima kalau itu terjadi, dan nanti saat anak ini lahir, Mas akan langsung membawa Sayang bersama Mas,, "tiba tiba tangan Mas Anton mengusap perutku. Aku langsung menyingkirkanya karena ini tidak baik.


Rupanya dari kejauhan ada mata yang sedang menatap dengan tajam ke arah Nana dan Anton, dengan dua tanganya yang terkepal.


"Tapi itu bukan tipe kamu kan sayang, kamu adalah wanita mandiri, kuat dan tidak gampang jatuh cinta,, "


"Semoga saja seperti yang Mas Anton fikirkan, tapi Nana tidak janji,,, "


"Mas ngga akan melepaskan kamu sayang, kita akan hidup bahagia selamanya setelah anak ini lahir,, "saat akan menyentuh perutku tangan Mas Anton Aku dorong.


"Kenapa ngga mau di pegang,,? "


"Rasanya kalau di pegang Mas jadi mual perut Nana,,, "


"Bisa becanda yah sekarang,, "Aku hanya menyunggingkan senyum sinisku.


"Mas besok pagi akan berangkat lagi, dan nanti sore Mas mau ke rumah Ibu,kamu mau ikut ngga,,? "


"Maaf Mas, Nana ngga bisa salam aja buat Ibu, "

__ADS_1


"Kalau Ibu nanyain kamu gimana Sayang,,? "


"Terserah Mas mau jawab apa,, sekarang kita bukan muhrim, jadi ngga baik kita pergi berdua,,, "


"Sekarang sudah 7bulan kan,, berarti Mas tinggal tunggu 2 bulan lagi, kita akan bersama lagi dan hidup bahagia,, "


Mas Al pun datang sambil menggendong kiki.


"Kiki sepertinya ngantuk,, apa kalian sudah selesai mengobrol,, ?"Mas Al datang sambil menggendong kiki yang sudah lesu.


"Iya Mas udah,, yuk kita pulang, "Sambil bangun dari duduku.


"Makasih ya Al dah izinin Aku ketemu sama Nana, walau pun Aku ngga bisa menyentuhnya, setidaknya kangenku terobati,dan tolong jagain Nana untuku,, "Mas Al hanya tersenyum dan mengangguk.


Kita bertiga pun keluar dari cafe dan menuju parkiran, Mas Al hanya diam dari tadi, Aku sedikit kurang suka dengan sifat Mas Al yang kadang diam seperti orang marah.


Sampai di rumah Aku langsung masuk ke dalam, dan masuk kamar sambil menutup pintu dengan kencang. Aku sungguh kesal karena dari tadi saat masuk mobil dan sampai turun dari mobil, Mas Al tetap diam.


Selesai mengganti baju, Aku naik ke kasur dan merebahkan badanku, dede tiba tiba bergerak sangat kencang membuatku mengaduh.


"Dede,,, dede kenapa, "sambil ku usap terus perutku karena dede bergerak aktif sekali.


Mas Al pun ngga masuk masuk ke kamar, Aku yang merasakan sakit dan perutku makin kencang hanya bisa menangis.


"Massss,, hikk.. hikkk... Masss,,, "Teriaku sambil menangis.


Saat Aku turun dari kasur kakiku lemas dan karena tidak bisa mengimbangi ahirnya Aku jatuh.


"Bunda,,,,, "


Maaf baru up,, aku bener bener sibuk.


Jangan lupa like komen dan vote, mkasih..

__ADS_1


__ADS_2