
Aku sangat menikmati pemandangan di depan mataku saat ini, dengan badan yang putih bersih, mulus dan masih kencang.
Aku lalu mengusapnya dengan tanganku. mulai Dari pipinya,turun ke bibir dan terus kebawah sampai ujung kaki.
Lalu Aku melihat Nana yang sedang melihat ke arahku, Nana seperti sedang menahan malu saat mata kita bertemu.
Lalu Aku memiringkan badanya, Agar bisa melepas pengait yang membungkus gunung kembarnya, Nana hanya diam dan mengikuti arahanku. Setelah itu langsung terlihatlah dua gunung kembar yang sangat indah, tidak terlalu besar tapi sangat padat dan kencang. sedang ujung daging yang kecil berwarna coklat itu sedah berdiri,sangat menggemaskan.
Dengan sangat ber*afsu Aku langsung meremas dan menyedotnya, bayangkan saja Aku sudah 3 tahun tidak pernah melihat dan merasakanya, sehingga sekarang Aku sangat bern*fsu untuk memainkanya juga menyed*tnya secara rakus.
Nana sepertinya sangat menikmati permainanku di gungung kembarnya sampai Nana meremas rambutku dan mengeluarkan suara suara de*ahan.
"Eeemmm,,,,, "sambil menggigit bibirnya.
"Suup,, supp,, "suara bibirku yang sedang memainkan sambil menarik lalu melepaskan ujung daging gunung kembar itu.
Puas dengan ujungnya, Aku berpindah ke pinggir gunung kembar, di situ Aku memberikan setempel yang sangat banyak,di kegua gunung kembar. Karena Nana bilang padaku tadi untuk tidak membuat tanda di leher, karena tidak baik untuk pemikiran Kiki. jadi Aku pun tidak melakukanya.
Setelah puas bermain di gunung kembar Aku lalu turun ke perut Nana yang rata, Aku pun tidak melewatkan untuk menciuminya .
Lalu ciumanku turun lagi sampai ke tempat hutan yang ditumbuhi banyak pohon dan juga terdapat air terjun di tengahnya.Tapi setelah Aku lepaskan kain yang menutipinya. Baru terlihat pemandangan yang membuatku ingin langsung menikmati Air terjun itu yang ada di dalam hutan terlarang.
Kaki Nana Aku buka supaya Aku bisa melihat pemandangan yang membuatku takjup. sedang Nana hanya memejamkan matanya dari tadi.
__ADS_1
Aku raba dengan jariku, Nana pun merasakan sentuhan tanganku dan langsung menggeliatkan badanya. Aku usap hutan terlarang itu dengan tanganku, lalu mulutku pun mendekati hutan itu.setelah mulutku Ada di hutan Itu, lidahku menrobos masuk. rasanya sungguh nikmat.
.
.
.
Anton
"Ton,, dah malam kita pulang yuk, "Agus adalah temanku di tempat ini, dan kami berdua sering nongkrong di warung kopi. Aku kalau malam kadang susah tidur sehingga sering mengajak Agus untuk nongkrong sekedar minum kopi dan menghilangkan penat setelah seharian bekerja. Aku dan Agus menempati rumah yang di sediakan oleh kantor. Agus mah enak Istrinya ikut Agus ke sini ,hingga tak merasa kesepian, sedang Aku tidur hanya peluk guling.
Nana juga sekarang susah di hubungi, telfonku masuk tapi tak di angkatnya, Aku ngga mau berburuk sangka hanya mungkin hp Nana di nada senyap. Sehingga dia tak mendengar Aku menelfon. Kadang kita hanya mengirim pesan juga hanya sebentar.
Sampai di rumah kita langsung masuk, dan Kita langsung menuju kamar masing masing. tapi Aku sebelum masuk kamar mengambil minum dulu di dapur.
"Masss,, sampean kok pulangnya malam banget,,, besok kerja loh,, "kata Istri Agus yang bernama Vina. mereka berdua masih pengantin baru karena baru menikah 5 bulan. Aku tidak sengaja mendengarkan perkataan Istri Agus, karena pintu yang sedikit terbuka. karena kamar kita sebelahan dan Aku akan masuk kamar.
"Yo,, besok ngga lagi lagi, "jawab Agus dan Aku pun langsung masuk ke kamar.
Aku pun merebahkan badanku di atas kasur, dan mataku tetep tak mau tertidur. Entah mengapa malam ini Aku merasa gelisah, rasanya sudah ngatuk tapi susah tidur, setelah tiduran penginya bangun, dan Aku pun kegerahan.
Ahirnya Aku tidur dengan tidak memakai baju, karena sudah cukup malam dan Aku pun merasa lelah.
__ADS_1
Saat bunyi ayam berkokok Aku membuka mataku, sambil memijit keningku yang merasa pusing. Aku bangun dan langsung menuju kamar mandi untuk mandi. setelah selesai Aku langsung bersiap untuk berangkat ke kantor.
Aku keluar dari kamarku menuju meja makan, sesampainya di sana Aku melihat Agus yang sedang menyiapkan sarapan.
"Pagi Gus,, tumben lamu yang bikin sarapan, Istrimu mana,? "tanyaku, karena biasanya Istri Aguslah yang selalu menyiapkan makan untuk kita.
"Vina lagi sakit Ton,, dari pagi muntah muntah terus, jadi Aku yang bikin sarapan buat kita, "Agus Aku suruh memanggil padaku dengan sebutan nama saja biar lebih enak, ya walou pun jabatanku lebih tinggi darinya, karena Agus dan Aku seumuran, dia telat nikah karena selalu sibuk kerja sehingga baru beberapa bulan ini baru menikah.
"Oh gitu,, trus kamu mau berangkat kerja, dengan keadaan Istrimu yang sakit, ?"kataku sambil duduk.
"Iya ,solanya hari ini kita akan banyak kerjaan kan, orang dari pusat akan datang, "jawabnya.
"Tapi Istrimu lagi sakit gitu, mending kamu ngga usah berangkat, ajak Istrimu ke Dokter aja untuk periksa, biar kerjaan Aku yang urus, "kataku sambil mengambil nasi goreng ke piringku.
"Tapi nanti kamu keteteran lagi, "
"Udah santai aja, sekarang kamu kasih istrimu sarapan dan bersiap ke rumah sakit gih,,, "
Lalu Agus pun menuruti perkataanku, dan langsung mengambilkan nasi goreng ke piring dan di bawanya menuju Istrinya di kamar.
Selesai sarapan, Aku langsung keluar dan menuju motor untuk Aku pakai menuju tempat kerjaku. Di sini yang pakai mobil hanya beberapa orang saja, sedang penduduk sini selalu menggunakan motor untuk bepergian, karena jalananya yang masih tanah dan kalau musim hujan sangat becek.
Jangan lupa untuk like, komen dan votenya ya kak, karena membuat cerita itu sangat susah, jadi biar Aku tambah semangat untuk nulis, jadi Aku minta untuk selalu memberiku semangat. dengan cara yang aku katakan di atas, hehee.....trimakasih.
__ADS_1