
Hari ini Vian pulang kerja langsung ke rumah Alana, mereka berdua sudah janjian akan pergi jalan jalan mengelilingi kota .
"Sore Om sore Tan,, "saat Vian sudah masuk ke dalam rumah dan menyalami Ali dan Nana.
"Sore,,, "jawab keduanya dengan kompak.
"Kalan mau jalan ke mana,,? "tanya Ayah.
"Ana pengin muter muter di kota katanya Om,, "sambil duduk di sofa.
"Oh,, bawa mobilnya jangan ngebut ngebut ya Ian,, "
"Iya Om,, "
"Bun,, Adek panggil gih,, ini Vianya kasihan nunggu kelamaan, nanti kalau Adek ngga di panggil bisa bisa dandanya ngga kelar kelar,, "
"Iya,, Bunda panggilin dulu,"Bunda pun berjalan menuju kamar Alana.
"Kamu dah mulai bantu perusahaan Papih kamu dah lama Ian,, ?"
"Baru 3 bulanan Om,, "Ayah pun mengangguk.
"Udah lama Kak,,? "tanya Alana yang baru kelar dari kamar bersama Bunda.
"Belum,, kamu dah siap,, ?"
"Udah,, yuk kita langsung jalan aja Kak,, "
"Iya,, Om, Tan,, kita jalan dulu yah,, "
"Iya hati hati di jalan, dan pulangnya jangan malam malam,, "
"Iya Om,, "
Lalu Alana dan Vian pun masuk ke dalam mobilnya dan langsung pergi meninggalkan rumah.
"Kita mau ke mana dulu nih,, ?"
"Terserah Kak aja,, Ana akan ikut, "
"Kaka ada undangan makan malam di tempat teman,, mau ke sana ngga,tapi kalau Ana ngga mau kita ke tempat yang lain,, "
"Boleh,, biar Ana juga kenal sama teman teman Kaka,, "
"Ya udah ayo kita ke sana,, "jawab Vian.
Lalu Vian pun membawa mobilnya menuju rumah temanya. sekitar setengah jam mereka bedua pun sampai.
"Ahirnyaa,, datang juga, kirain ngga jadi datang,,! "salah satu teman Vian. sedang Vian hanya tersenyum saja.
__ADS_1
"Sapa nih Vi,, pacar,,? "
"Iya,, yang lain mana,,? "
"Ada di belakang,, ayo kita ke sana,, "
Lalu mereka bertiga pun menuju belakang rumah.
"Teman teman,, nih bos kita dah datang,, "
"Wiiihhhh,,, si bos bawa cewe,, "teriak satunya.
"Wahhh,, ada yang mau juga yah sama si bos kita ini,, "satunya lagi.
Sedang kan satu satunya wanita teman Vian pun juga ada di sana, menatap Alana dengan pandangan tidak suka.
"Ini kenalin namanya Alana, dia calon ibu dari anak anaku,, "kata Vian dengan entengnya, dan 3 teman laki laki Vian pun hanya menertawakan Vian.
"Kenalin namaku, Hengki dan yang paling ganteng di antara mereka,, "sambil mengacungkan tangan untuk berjabat tangan, yang lain menyoraiki saat Hengki mengatakan pria paling ganteng.
"Aku Wawan,,, "Alana pun tersenyum ramah menyambut tangan Wawan untuk salaman.
"Aku Rudi,, "dan yang terahir Lea hanya diam sambil duduk memotong bahan yang akan di masak.
"Kak Ana mau ke Lea dulu yah,, "
"Haii,, Lea. ada yang bisa Aku bantu,, ?"
"Ngga ada,, ini sudah selesai,,!"menjawab dengan juteknya.
"Oh,,, mau masak apa ini Le,,? "
"Kamu bisa lihat kan ini mau masak apa,, "
"Ayam panggang yah,, Lea ayo kita jadi teman,biar kita lebih akrab,, "
"Ngga perlu,, "
"Kenapa,, Lea kan teman Ian jadi Lea teman Ana juga dong,, iya kan,, "
"Kamu tuh ngga denger yah, Aku ngga mau,,! "sedikit keras nada suaranya dan membuat Ana kaget juga para laki laki.
"Lea,, kamu kenapa sih,, "kata Vian sedikit membentaknya. dan Vian langsung menarik Alana lalu memeluknya.
"Kamu punya masalah apa dengan Ana, kenapa kamu kasar padanya,, ?"
"Aku ngga suka karena dia merebut kamu dari ku,, "tiga teman laki laki yang memang sudah tau kalau Lea suka sama Vian hanya diam.
"Merebut apa Le,, kita itu teman dan Ana adalah wanita yang Aku suka dan cinta sebelum kita kenal,, "
__ADS_1
"Kalau kamu tidak mau berteman sama Ana, berarti Aku juga tidak mau berteman dengan kamu,,"
"Lebih baik Aku pergi,, sepertinya suasananya lagi ngga enak kalau Aku tetap di sini,, "sambil menatap pada teman temanya.
"Vi jangan gitu,, kita belum mulai acaranya,, "
"Kita bisa bicarakan baik baik Vi,, "
Semuanya mencoba membujuk Vian, tapi sepertinya Vian sudah ngga mod. Vian menggandeng tangan Alana, langsung menuju ke luar rumah.
"Naik,, kita pulang,, "kata Vian pada Alana, Alana hanya menurut karena Vian sepertinya benar benar sedang marah.
Di mobil Alana dan Vian sama sama diam, Alana hanya menurut mau di bawa kemana.
"Kita ke tempat siapa lagi Kak,,? "Tanya Ana saat mobil masuk ke lingkungan apartemen.
"Kita ke apartemen Kaka,, "sambil melepaskan sabuk pengaman setelah mobil terparkir.
"Kaka punya apartemen,,? "
"Iya,,, ini hadiah ulang tahun Kaka dari Papih, Ayok turun,,, "ajak Vian.
Alana pun menurut, mereka berdua masuk ke apartemen sambil bergandengan.
"Kita pesan makanan yah lewat aplikasi,,? "
"Terserah Kaka aja,, "sambil Alana melihat lihat dalam apartemen Vian.
Lalu Vian pun memesan makanan, setelah selesai memesan, Vian menyusul Alana yang sedang berdiri di balkon.
"Di sini dingin, jangan lama lama,, "sambil memeluk Alana dari belakang dan meletakan kepalanya di pundak Alana.
"Ana suka sekali Kak lihat pemandangan dari atas sini, sungguh indah,, "sambil memegang tangan Vian yang memeluk perutnya.
"Kita nanti kalau sudah nikah tinggal di sini mau ngga,,? "
"Asal bersama Kaka dimana saja tinggalnya Ana akan ikut,, "
"Uuhh,, manisnya pacar Kaka,, "sambil mencium pipi Alana.
"Iihh,, kaka,,, "lalu mereka pun tersenyum bersama.
Karena angin makin dingin, Vian pun menggendong Alana untuk masuk, dan Alana di tidurkanya di sofa.
"Maaf masalah tadi yah,, "kata Vian sambil menindih badan Alana.
Besok lagi,,,
Jangan lupa like, komen dan votenya..
__ADS_1