Aku Bukan Pebinor

Aku Bukan Pebinor
Ciuman


__ADS_3

Saat jam makan siang Aku mengajak Ali untuk makan siang ke kantin, tapi dia menolak, katanya dia ingin memejamkan matanya, karena mengantuk.


Lalu Aku pun ahirnya pergi sendiri, dalam fikiranku selalu mengingat perkataan Ali, jadi Aku juga harus bersiap untuk begadang kalau nanti anaku lahir.


Aku pun makan di kantin sendirian, setelah selesai makan Aku membungkus nasi serta lauknya untuk Ali.


"Al,, makan dulu,, ini Aku belikan nasi,, "kataku.


"Hemmm,,, kok belin nasi si Ton,,jadi ngerepotin kamu aja,, "kata Ali sambil mengucek matanya.


"Ngga ngerepotin lah cuman gitu doang, buruan gih makan,, "setelah Ali cuci mukanya dia pun langsung makan. setelah itu kita pun lanjut kerja.


Jam pulang pun tiba, Aku dan Ali berpisah di parkiran, saat di jalan Aku menerima telfon dari Ibu, Ibu mengatakan besok sore akan ke rumahku di antar oleh suami dari adiku.setelah Ibu memberi tau soal besok sore berangkat telfon Ibu di matikan, karena Aku sedang menyetir jadi Ibu pun tidak mau lama lama mengobrolnya.


Perjalanan menuju rumahku sedikit macet, karena ini jam pulang kerja,sekitar 40 menit Aku baru sampaji, hari ini pertama Aku kerja dan banyak sekali kerjaan yang harus Aku laporkan, sampai lupa untuk menelfon Vina.


Saat Aku turun dari mobil, Vina sudah membukakan pintu untuku, Aku pun tersenyum tapi tidak dengan Vina, Vina hanya diam saja.


"Ada apa,, kok cemberut gitu,, "saat Vina cium tanganku, dan Vina hanya menggelengkan kepalanya.


"Tadi Mas banyak banget kerjaan, karena hari ini pertama Mas kerja, jadi maaf ngga sempat telfon kamu,, "kataku. karena melihat Vina yang hanya diam saja. dan kita pun langsung masuk kamar.


"Udah dong jangan cemberut gitu,, iya besok Mas tidak akan lupa untuk hubungin kamu,, Mas janji,, "sambil Aku duduk di sebelah Vina yang sedang duduk di kasur.


"Vina hanya kuatir takut ada apa apa,, karena Mas seharian ngga ada kabar,, "sambil menundukan wajahnya.


"Kenapa ngga telfon dulu,,? "Vina pun menggeleng.


"Takutnya Mas sedang sibuk, dan Vina hanya ganggu aja nantinya,, "


"Kan bisa kirim pesan,, ya udah Mas minta maaf,, "sabil ku usap kepala Vina lalu Aku cium keningnya, rupanya Vina sangat menghuatirkan Aku, batiku berkata.


"Sayang Papih,,, hari ini rewel ngga,, hemm,, "sambil ku usap lalu Aku cium perut Vina.


"Ngga rewel dong Pih,, dede pinter dong,, "kata Vina sambil menirukan suara anak kecil.

__ADS_1


"Ya dong Anak Papih harus pintar,"kita pun tersenyum bersama.


"Mas mau mandi dulu yah, udah gerah,, "kataku sambil bangun.


"Iya Mas,, Mas mau di bikinin miuman apa,,? "


"Ngga usah,, kamu sini aja, nanti kita keluar bareng aja,, "kataku sambil melepas kancing bajuku satu persatu.


Vina pun menurut tetap duduk di kasur, dan Aku masuk kamar mandi. selesai mandi Aku keluar hanya memakai handuk saja yang menutupi bagian pinggang ke bawah.


"Mas ini Vina sudah siapkan baju,,pakainya di dalam kamar mandi sanah,, "kata Vina, tapi tidak berani melihatku.


"Kenapa harus ganti di kamar mandi,, di sini juga bisa kan,, "kataku sambil mendekat ke Vina.


"Iihh,,, Mas kamu tuh ngga malu apa, ada Vina di sini,, "


"Ngapain malu,, kan kamu istri Mas,, "sambil Aku mengambil ****** ******** dan memakai di depan Vina, dan Vina langsung menutup wajahnya dengan tangan.


"Iih,, Mas mah iseng banget sih,, "teriak Vina.


"Udah buka tanganya,, Mas sudah pakai baju ini,, "sambil ku buka tangan Vina dari wajahnya.


"Ngga ah Mas pasti bohong,, "


"Ngga,, serius Mas ngga bohong,, "lalu Vina membuka tanganya dengan pelan.Aku yang berdiri di depanya lalu sedikit membungkuk dan..


Cup..


Aku mencium bibir Vina sekilas, dan Vina yang kaget hanya diam mematung.


"Kenapa,, kok diam, apa Mas boleh mencium bibir ini,, "sambil ku usap bibir Vina dengan jariku. Vina masih diam lalu dengan pelan menganggukan kepalanya, Aku langsung tersenyum.


Lalu Aku pun mendekatkan bibirku, tapi sebelum bibirku menempel Aku pun ikut duduk di kasur, mencari posisi yang nyaman. setelah bibirku menembel, Aku langsung me*umat bibir Vina dengan sangat pelan, dan Vina pun membalas ciumanku, kita sekarang saling melu*at dan mengecap bibir, sudah sangat lama Aku tidak berciuman seperti ini, dan Aku sangat menikmatinya dan tanganku yang satu memegang tengkuknya dan yang satunya di pinggang Vina.Ciuman itu membuatku tera*sang.Dan ciumanku makin lama makin menuntut.Vina yang sepertinya sudah kualahan mengimbangi ciumanku, lalu Aku pun tersadar dan melepaskan ciumanku.


"Maaf,, "kataku sambil mengelap bibir Vina yang basah.Vina pun mengangguk. Lalu Aku memeluk Vina.

__ADS_1


"Kita Makan yuk Mas,, Vina sudah lapar,, "


"Iya ayo,, kita makan,, "sambil Aku melepaskan pelukanku dan membantu Vina untuk bangun dari kasur.


"Udah Mas ambil sendiri makanya,, Kamu duduk aja,, "kataku.


"Tapi ini tugas Vina Mas,, "


"Ngga papa,, "Sambil Aku juga mengambilkan makan untuk Vina.


"Makasih Mas,, "


"Iya,, makan yang banyak yah,, "Aku kasihan pada Vina, perut sudah besar seperti itu juga masih melayaniku jadi Aku pun tidak ingin melihatnya kesusahan.


Lalu kita pun makan bersama, saat kita makan, kita juga mengajak Ibu Atun untuk makan bersama, tapi kata ibu Atun dia sudah makan di dapur tadi.


Selesai makan Aku dan Vina duduk di sofa depan tv, kita mengobrol sambil nonton tv. lalu Aku merebahkan kepalaku ke pangkuan Vina, tiduranku miring menghadap Vina, Aku sengaja karena sambil mengajak ngobrol dede bayi.dan Vina sambil mengusap kepalaku.


"Vin,, Ibu besok sore mau ke sini,, "kataku dengan pelan sambil tanganku mengusap perut Vina.


"Ii,, ya Mas, kita harus siapin apa buat kedatangan Ibu besok ya Mas,,? "Vina sedikit kaget entah itu kaget karena takut besok ketemu Ibu atau yang lainya.


"Ngga usah siapin apa apa,, cuman kita masakin aja makanan kesukaan Ibu,, "kataku.


"Ibu suka makan apa Mas,,? "


"Ibu sukanya semur daging,, "


"Oh kalau gitu besok ibu Atun suruh ke pasar, buat beli daging ya Mas,, "Aku pun mengangguk.


"Mas,, kalau Ibu ngga suka sama Vina gimana,?lalu Aku bangun dari tiduranku.


"Jangan berfikiran yang jelek, karena itu bisa jadi doa, kamu harus berfikir Ibu pasti suka sama kamu dan sayang sama anak kita,, Mas ngga akan biarkan istri dan anak Mas tersakiti, jadi percaya sama Mas dan berdoa pada Tuhan supaya Ibu menerima dan merestui kita,, "sambil ku genggam tangan Vina, lalu Aku memeluknya. Aku tau Vina pasti takut,.


Jangan lupa like komen dan votenya mksh..

__ADS_1


__ADS_2