Aku Bukan Pebinor

Aku Bukan Pebinor
Vino Munta Nambah


__ADS_3

Vino mendiamkan miliknya di dalam inti tubuh Ai cukup lama,menunggu Ai merasa nyaman dulu.


Vino melihat Ai menangis langsung mencium kedua matanya.


"Maaf,,apa sangat sakit,,"


"Ngga Mas,ngga terasa sakit,Ai menangis karena merasa bahagia ,sekarang Ai sudah milik Mas seutuhnya,,"


"Makasih sayang,,makasih karena memberikan milikmu yang sangat berharga ini untuk Saya,,Saya mencintaimu,,"lalu mencium kening Ai cukup lama,dan Ai memejamkan matanya.


"Saya lanjutkan yah,,"Ai mengangguk dan tersenyum.


Lalu Vino dengan pelan menggerakan pinggulnya,dengan sangat pelan,karena Ai terlihat kesakitan.


"Uuuuhhh ,,,eemmmm,,,ini sangat nikmatt,sayanggg,,,,"Vian yang merasa kenikmatan terus saja menggerakan pinggulnya,sambil meracu.


"Eeemmmm,,,oohh,,Mass,,aaahh,,"


"Iya saayanggg,,"


"Mass,,,Ai mau pipisss,,"


"Hah pipis,,,"Vino langsung menghentikan gerakanya.


"Beneran mau pipis,,?"


"Iya Mass,,"


"Ya udah sanah pipis dulu,,"lalu Vino mecabut miliknya dengan pelan,dan langsung berdiri,Vino melihat miliknya berlumuran darah.


"Mas,,,tapi Ai susah bangun,,sakit banget Mas"


"Sinih Saya gendong,,"Vino lalu menggendong Ai di depan dan masuk kamar mandi.


Saat Ai duduk di closet ternyata ngga keluar."Mas,,Ai udah ngga pengin pipis lagi,,"

__ADS_1


"Kok bisa,,"


"Ai aja ngga tau,kenapa ngga keluar,tadi Ai pengin pipis kok,,"


"Ya udah kalau ngga jadi Pipis,kita ke kamar yuk,,"Ai mengangguk.


Lalu Vino menggendong Ai lagi ke kamar,sampai di kamar Ai di tidurkan di kasur,dan Vino lalu mau melanjutkan yang tadi.


Milik Vino sudah sedikit mengecil,lalu Vino mengg*esek ges*ekan miliknya di inti tubuh Ai agar bangun lagi,setelah bangun Vino menekanya pelan pelan agar masuk.


"Aaww,,pelan Mass,,sakit,,"


"Iya sayangg,,ini pelan kok,tahan yah,,"


Kedua tangan Ai mencengkram seprei ,dan Vino mencium bibir Ai agar mengalihkan rasa sakitnya.


Ahirnya,,,,masuklah semua milik Vino,lalu Vino melepaskan cium*anya di bibir Ai,dan tersenyum.


"Sayangg,,ini sangat nikmat,rasanya sungguh hangat milik Saya di dalam,,"Ai hanya tersenyum tipis.


Lalu Vino menggerakan pinggulnya,dengan pelan pelan,tapi lama lama gerakan pinggul Vino makin cepat.


Sedang Vino yang mendengarkan suara rint*ihan dari mulut Ai membuatnya tambah semangat.dan makin cepat menggerakanya,dan Ai yang tadinya merasa kesakitan sekarang berubah jadi rasa nikmat.Ai mengalungkan tanganya di leher Vino dan sesekali Ai menciumi bibir Vino.


"Mass,,Ai mau piois,,ini gimana aahh,,sudah ngga tahan Mass,,"


"Sayang,,Saya udah tanggung,ini Saya juga udah mau keluarr,,"kata Vino yang terus menggerakan pinggulnya.


"Tapi Ai pengin pipis,,"


"Udahhhh,,keluarkan saja,,pipis di kasur aja ngga papa,,Saya udah nanggung ini sudah di ujunggg,,,uuuhhh,,,"


"Tapi Mass,,Aaahhhj,, ,Maaassss,, ooooohhhj,,,"teriak Ai sampai kepalanya keatas.


Dan Vino juga sama,menggerakan pingulnya dengan cepat bersamaan dengan Ai,Vino pun berteriak kemenangan.

__ADS_1


"Ooohhhhh,,, sayangggg,,,,aaahhhhgggg,,,"sampai mata Vino terpejam.


Vino pun ambruk di atas badan Ai,nafas mereka sama sama masih ngos ngosan.


"Makasih sayang,,Aku mencintaimu,,"bisik Vino di telinga Ai,Ai hanya mengangguk lemah.


Vino lalu menggulingkan badanya ke samping Ai,lalu Vino menarik selimut untuk menutupi badan mereka berdua.


"Sayang,,,apa tadi jadi pipisnya,,"Ai yang sadar langsung merapa miknya dan bawahnya.


"Kok ngga jadi ya Mas,padahal tadi Ai bener bener kebelet pipis loh,,"Vino tersenyum sambil menari Ai dan memeluknya.


"Itu bukan kebelet pipis deh kayanya,tali kamu merasakan Pelepasan ,dan rasanya memang seperti kebelet pilis tapi itu bukan,,"


"Mas Sih Mas,,"


"Rasanya gimana ,,enak ngga,,"Ai tidak menjawab karena Malu.


"Mau lanjut lagi ngga,ronde ke dua,,"


"Ai lemes Mas,,Ai laper,,"


"Laper,,kamu belum makan ,,"Ai menggeleng.Vino lalu bangun.


"Kita bersih bersih dulu yuk,setelah itu kita makan,jangan sampai sakit nanti kalau sakit kita ngga bisa lanjut,,"Vino menggendong Ai ke kamar mandi,dan mereka berdua membersihkan diri.


Ai sebenarnya malu saat Vino membantu membersihkan badanya ,tapi Vino memaksanya dan bilang ngga boleh malu,karena nanti akan terbiasa,jadi Ai menurut.


Mereka berdua lalu menuju dapur setelah Vino memakai celana pendek dan Ai menggunakan daster,Vino menyuruh Ai untuk tetap duduk,dan Vino yang membuatkan makanan.


Vino menggoreng telur dan sosis untuk lauk,Vino sengaja ngga masak aneh aneh,biar cepat juga karena Vino ngga terlaku bisa masak.


Mereka berdua makan satu piring berdua,mereka sangat menikmatinya.


"Mas,,Ai besok mau mengundurkan diri saja,Ai ngga mau kerja,Ai mau mengurus rumah dan Mas saja,,"

__ADS_1


"Kenapa tiba tiba kamu mau mengundurkan diri,bukanya kamu bilang masih ingin kerja,,?"


Jangan lupa like komen dan votenya,trimakasih..


__ADS_2