Aku Bukan Pebinor

Aku Bukan Pebinor
Anton Datang Lagi Setelah 3Hari


__ADS_3

Hari pun berlalu, dan Mas Al tiap malam selama tiga hari ini tidak bisa tidur dengan nyenyak, Aku selalu melihatnya yang selalu memijit keningnya dengan tanganya, mungkin Mas Al memikirkan gimana caranya untuk mencari uang 1 M, Aku sebenarnya tidak tinggal diam, Aku juga sambil mencari ide, memang kalau masalah uang Aku ngga punya karena Aku memang dari keluarga sederhana dan orang tuaku juga setelah meninggal tidak meninggalkan warisan apa apa untuku, jadi Aku hanya mencari ide dan ideku pun tidak ada yang berguna. sekarang Aku hanya menunggu keputusan Mas Anton setelah Aku memphon untuk mengiklaskanku.


Hari ini hari libur, dan hari ini juga pas 3 hari waktu yang Mas Anton berikan untuk Mas Al. dan Mas Al dari pagi hanya diam,dan Aku sangat tau perasaanya pasti Mas Al bingung dan takut.


"Mas,,, sarapan dulu yuk,, "kataku sambil mendekatinya, sekarang Mas Al sedang duduk di sofa yang ada di dalam kamar. dan Mas Al hanya melihatku sambil tersenyum tipis.


"Jangan terlalu di fikirkan,, kalau kita jodoh kita tidak akan terpisahkan,, "


"Apa Bunda sudah menyerah, dan ingin ninggalin Mas,,? "Aku hanya menggeleng.


"Bunda tidak sedikitpun menyerah, tapi kita sudah berusaha sekuat kita, dan sampai saat ini kita belum dapatkan uang, percaya pada Tuhan, pasti Tuhan punya rencana yang indah untuk kita Mas,, Bunda akan selalu mendampingi Mas sampai kapanpun,, "


"Apa kalau nanti Mas di penjara, Bunda mau menunggu Mas sampai keluar,, "Aku pun mengangguk.


"Iya,,Bunda akan selalu menemani Mas di kala susah dan senang, sekalipun Mas ada dalam penjara Bunda akan selalu menunggu dan menanti Mas sampai bebas,, Bunda akan merawat dan menjaga anak anak dan juga Ibu,,"Mas Al langsung memeluku.


"Trimakasih untuk mau dan selalu ada buat Mas,, setidaknya perkataan Bunda sedikit membuat Mas lebih tenang,,"sambil melepas pelukanya.


"Ayo Sekarang sarapan dulu, biar ngga sakit,, "sambil ku gandeng tanganya menuju meja makan.


Kita pun sarapan bersama, setelah sarapan Mas Al bermain dengan Alana di ruang tv sambil menonton tv, sedang Aku mencuci piring, karena Mba Yati belum juga datang untuk bekerja.


Saat Aku sedang menyapu, dede Alana menangis, dan Mas Al memanggilku, sepertinya dede Alana mau nen.


"Du,,duh,, haus yah Sayangnya bunda sampai nangis gini,, "sambil Aku memberinya nen.

__ADS_1


"Bun,, dede Alana kok mirip Bunda semuanya yah,, ngga ada mirip sama Ayah,, "Aku hanya tersenyum..


"Siapa bilang ngga mirip sama Ayah,, lah Alis sama matanya bukanya mirip banget punya Ayah,,ya kalau hidung sama bibir memang ikut buda sih,,, "jawabku.


"Masa sih Bun,, sukur lah kalau ada yang mirip sama Ayah,, ,"Aku bingung mendengar jawaban Mas Al.


"Loh orang anaknya ya pasti ada miripnya lah Yah,,, "kataku.


"Tapi Kiki semua mirip mamahnya kan, sama sekali ngga mirip Ayah,, "


"Iya Kiki memang wajahnya mirip mamahnya semua, tapi postur tubuh dan sifatnya itu Ayah semuanya tau,,, "


"Masa sih Bun,, emang sifat Kiki sama Ayah sama,,? "Aku mengangguk. "Sifat mananya yang sama,? "


"Masa sih,,, "Aku pun mengangguk.


Saat sedang memberi nen pada dede,ikat rambutku terlepas, dan Mas Al langsung mengikatkan rambutku.


"Makasih ya Mas,, "Mas Al pun mengangguk dan mencium keningku saat Aku mendongakan wajahku ke atas.


Mas Al lalu mematikan tv karena dede Alana tertidur.saat Aku akan masuk kamar untuk menidurkan Alana, pintu depan ada yang mengetuk.


"Bunda masuk kamar aja dulu, biar Mas yang bukakan pintunya,, "Aku mengangguk.


Saat ku buka pintu, yang paling Aku hawatirkan ahirnya datang juga,, Anton lah yang datang.

__ADS_1


"Pagi Al,, gimana kabarnya, sepertinya tidak baik yah,, "sambil tersenyum sinis.


"Yah seperti yang kau lihat,, masuk... "Anton pun masuk ke dalam dan meraka duduk di sofa ruang depan.


"Gimana tentang yang kemaren kamu bilang menyanggupi denda uang 1 Mnya,, sudah dapat apa mau menyerah,,, "Al hanya diam.


"Sepertinya Aku yang bakalan menang nih.Al,, Al,, sosoan kamu mau bayar denda uang 1M, buat makan aja susah,,,, "


"Memang Aku belum mendapatkan uang yang kamu mau, tapi Aku tetap akan perjuangkan Nana untuk tetap jadi istriku,, "kata Al dengan tegas.


"Bodoh banget kamu Al,, kamu akan memilih Aku usut ke pengadilan dan kamu akan di penjara, demi mempertahankan Nana,,,, hanya seorang perempuan kamu akan menyandang setatus narapidana.dan setelah keluar pun kamu Akan susah cari kerja,, fikir dengan baik jangan karena cinta kamu akan kehilangan masadepanmu dan orang tuamu juga pasti malu,,,, "


"Aku tidak akan merasa malu, karena Aku berjuang untuk keutuhan rumah tanggaku, akan Aku lalui cobaan demi cobaan, asal Aku bisa mempertahankan anak dan Istriku,, silakan laporkan Aku ke polisi, Aku akan tunggu surat penangkapanya,, "


"Baik,, kamu tunggu saja,pasti polisi akan menjemputmu, dan menjebloskanmu ke penjara,"


"Mas Anton,, kamu tega banget sih,, apa kamu ngga kasihan dengan Alana dan kiki yang masih membutuhkan sosok Ayahnya,, apa Mas Anton tidak punya sedikit rasa kasian pada kita,, sehingga tega melakukan ini,, iklaskan Nana Mas,, Nana sudah bahagia dengan hidup Nana sekarang,tolong iklaskan Nana,, biarkan Nana hidup bahagia bersama Mas Al dan anak anak,, kita masih bisa jadi sodara Mas,,, "Aku berdiri di depan pintu kamar sambil menangis, mereka berdua pun melihat ke arahku.


"Aku sudah tidak punya rasa belas kasihan,, Aku hanya ingin kamu kembali padaku,, sekarang ikut Mas atau Al Mas jebloskan ke penjara,, "Aku hanya menggeleng.


Mas Al mendekatiku dan memeluku dengan kencangnya, kita ahirnya sama sama menangis...


Besok lagi,, maaf kalau ada typo


Jangan lupa like komen dan votenya, makasihh

__ADS_1


__ADS_2