
Hari pun berlalu, sudah tiga hari ini Nana kalau malam selalu minta beliin makanan, seperti somai, martabak, atau ketoprak, iya kalau masih sore, sukanya kalau minta itu sudah di atas jam 9 malam.
"Mas,,, "sambil memeluku dari samping, karena Aku sedang duduk di sofa sambil nonton tv.
"Mau apa hem,,, ngga usah banyak ngerayu, Mas udah tau Bunda ada maunya kalau kaya gini, "sedang Nana hanya tersenyum.
"Mau baso sama es buah,, "kata Nana, sedang Aku melihat jam sudah pukul 10 malam. Untung besok hari libur jadi besok bisa bangun siang.
"Ya udah mas belikan, baksonya mau berapa porsi,,? "
"Satu aja tapi baksonya yang gede ya Mas,, "Aku hanya mengangguk sambil memakai jaket yang sudah di ambilkan Nana.
"Jangan tidur, tungguin Mas sambil nonton tv,, kalau Bunda tidur nanti baso sama es buahnya Mas yang makan, "
"Iyaa,,, Nana tungguin kok,, "Lalu Aku pun pergi menggunakan motor, agar cepat.
Sekitar setengah jam Aku muter muter ahirnya Aku menemukan penjual Bakso, dan kalau Es buahnya Aku belum beli, karena kalau es kan cepat mencair, jadi Aku lebih utamankan bakso dulu. setelah Baso di bungkus dan kuahnya di pisah, Lalu Aku
tinggal mencari es buah. tidak jauh dari tukang Baso Aku melihat penjual es buah dan Aku langsung membelinya.
__ADS_1
Baso dan es buah sudah di dapat, sekarang waktunya pulang, untungnya di daerahku tinggal memang banyak penjual kaki lima dan ruko ruko penjual makanan, dan mereka jualan sampai malam, jadi Aku tak begitu kesusahan mencarinya, untung Anaku ngga minta yang aneh dan mintanya harus beli yang jauh, untung anaku mintanya makanan yang murah meriah dan gampang di carinya, mungkin anaku sudah faham kalau bapanya bukan orang kaya.
Sampai di rumah Aku langsung masuk ke dalam karena Aku membawa kunci cadangan. dan sampai ruang tv Aku melihat Nana yang tertidur di sofa. lalu Aku masuk ke dapur memanaskan lagi kuah basonya dan menyiapkan baso di dalam mangkok. dan es buahnya Aku taro di mangkok. setelah siap Aku membawanya ke meja depan tv.
"Bun,,, bangun, nih pesanan Bunda udah Mas belikan,, "sambil Aku ciumin pipi cabinya.
Cup,, cup,, cup,,,
"hemmm,,, iya, "sambil mengucek matanya dan bangun dari tidurnya.
Saat matanya sudah terbuka dan nyawanya sudah kumpul Nana melihat baso dan es buah langsung tersenyum dan mendekatinya, sambal juga saos tidak lupa di tuangkanya.
Aku melihat Nana makan dengan lahapnya membuatku senang, karena calon anaku sepertinya sangat doyan makan.
"Gimana enak kan,,? "saat baso udah ku kunyah, Aku pun mengangguk.
Semangkok baso besarpun habis, dan sekarang tinggal es buahnya, rupanya karena kekenyangan es buah tinggal separo tak di makan, Aku pun yang menghabiskanya.
Nana Aku suruh masuk kamar untuk istirahat, sedang Aku mencuci mangkok ke dapur. setelah selesai Aku juga ke kamar.
__ADS_1
"Kok malah duduk sih, ngga tidur,,? "kataku saat masuk kamar melihat Nana yang duduk sambil bersandar pada sandaran kasur.
"Nana masih kenyang Mas,, kalau tidur rasanya ngap,,, "Aku hanya mengangguk.
"Sinih Mas usapin perutnya,, Bunda tiduran,,, "kataku dan Nana pun tiduran di kasur.
Setelah Nana tiduran, Aku buka dasternya dari bawah dan sampai atas perut, perut Nana sudah membuncit Aku usap usap dari atas kebawah dan dari bawah ke atas.
"Bun,,, apa Anton sudah tau kalau Bunda hamil,,? "tanyaku dan tanganku masih mengusap perut. dan Nana menggeleng.
"Kenapa belum di kasih tau, telfon gih dan kasih tau kalau Bunda hamil, pasti Anton senang, "Nana hanya diam.
"Mas ngga papa kok kalau Bunda telfon,"sambil ku ambilkan hpnya Nana dan memberikanya, sebenarnya Aku juga ngga mau kalau Nana menelfon Anton dan bilang sudah hamil, tapi Aku tidak mau egois, Aku takunya nanti Aku yang di salahkan karena Anton terlambat tau tentang kehamilanya Nana. Nana pun menelfon Anton, dan sepertinya sudah terhubung.
Saat Nana sedang mengobrol dengan Anton, Aku tidak tinggal diam, kain segitiga yang menutupi apem Nana Aku lepaskan, dan kakinya Aku lebarkan, lalu mulutku langsung saja menyerangnya, aku jilat dan Aku sedot. dan tanganku tak mau tinggal diam,tanganku naik ke atas dan bermain dengan gunung kembarnya. Nana sudah klojotan menahan gairah, dia bicara dengan Anton sambil bibirnya di gigitnya, uuhh.. Aku pun sangat menikmati kegiatanku, lalu Nana pun mengahiri telfonya dengan Anton, saat hp sudah mati Nana langsung mengeluarkan suara dari mulutnya, Aku pun tersenyum puas.
"Sekarang giliran Mas yang ingin di puaskan oleh Bunda,, kita sudah 4 hari tidak bercinta kan,,, "sambil Aku berbisik di telinganya dan ku ciumi telinga Nana dan Nana pun mengangguk,ciumanku lalu turun ke leher rasanya senang sekali karena mendapat lampu hijou dari Nana.
Setelah puas di leher, Aku pindah sekarang ciumanku ke bibir mungilnya ,dan Aku merubah posisiku, Nana Aku angkat menjadi di atasku tanpa melepaskan bibir kita, Aku tahan tengkuk Nana dan kita saling me****** dan menyedot bibir, dan lidah nana Aku mainkan, rasanya malam ini akan jadi malam panjang, karena rasa cemburuku membuat Aku sangat ber*napsu.tidak akan Aku sia siakan kesempatan ini.Nana sekarang bagiku bagaikan canduku,,
__ADS_1
Besok lagi yah,,,
jangan lupa like, komen dan votenya ya kak,, trimakasih...