
Saat pintu ku buka ternyata Ali dan Nana berserta kedua anaknya yang datang, lalu Aku menyuruh mereka untuk masuk.
"Ayo kita langsung masuk ke ruang keluarga saja di dalam.Ibu dan adiku juga lagi pada di sini,, "kataku.
"Ibu Mas,, ada di sini,,? "tanya Nana yang seperti kaget.
"Iya,,, kamu tenang aja,, Aku dah ceritain semua tentang kita dan kamu yang sudah menikah lagi kok,, ayo masuk,, "tapi Nana masih berdiri saja.
"Udah jangan berfikir yang tidak tidak,, ayo ke dalam,, kita kan sekarang jadi sodara bukan musuh,, "kata Ali sambil menggandeng Nana.
Lalu kita pun masuk ke dallam.
"Semuanya,, lihat nih siapa yang datang,,, "kataku. lalu semuanya pun melihat ke arah kita semua.
"Haii,, kak Nana,, "adiku langsung bangun dan memeluk Nana.
"Gimana kabarmu Wi,,?"
"Tiwi baik kak,, "sambil melepaskan pelukanya.
"Ini anak sama suami kaka,,? "Nana pun mengangguk.
"Iya,, kenalin,, ini suami kaka namanya Mas Ali dan ini anak kaka, namanya yang ini kiki dan yang di gendong Suami kaka ini Alana,, "
"Sayang salim dulu sama tante,, "kata Nana pada Kiki.lalu Kiki pun mencium tangan Tiwi.
Lalu dengan Ali pun Tiwi bersalaman. Nana melihat ke arah Ibu dan mendekatinya sambil tersenyum.
__ADS_1
"Ibu,,, Gimana kabarnya,, "Nana sambil mengacungkan tanganya untuk bersalaman.
"Baik,, kamu gimana kabarnya,, sinih duduk sebelah Ibu,, "kata Ibuku. lalu Ali juga bersalaman pada Ibuku dan Adik iparku, lalu Nana juga mengenalkan Ali sebagai suaminya, dan kedua anaknya juga di kenalkan.
"Selamat ya Na,, kamu juga sudah punya anak dan sekarang sudah menjadi seorang Ibu,, maafkan kesalahan atau ucapan Ibu saat Ibu jadi mertua kamu ya Na,, Ibu akui memang terlalu kasar padamu, Ibu hanya menginginkan kehadiran seorang cucu dari Anton, dan ternyata kamu memang bukan jodoh Anton yang sesungguhnya, rupanya Tuhan telah memberika kamu dan Anton seorang anak justru saat kalian sudah berpisah, dan mempunyai anak dari pasangan baru kalian, semoga kamu mau memaafkan Ibu dan kamu juga selalu hidup bahagia bersama keluargamu,, "kata Ibuku sambil meneteskan air mata.
"Nana sudah maafin Ibu kok,"sambil Nana tersenyum.
Setelah itu kita pun mengobrol dengan penuh suka cita, dan saat Bi Atun mengatakan masakan sudah siap, kita makan bersama.
Dede Alana dan dede Vian di tidurkan di satu box, karena mereka berdua sedang tidur dengan nyenyaknya.
"Liat Mas,,, anakmu nggenggam tangan Vian dengan sayangnaya,, "kata Nana pada Ali saat Nana akan mengambil Alana, dan akan menggendongnya, ternyata tangan Alana menggenggam tangan Vian.
"Ton,, kita kayanya akan besanan nih,, masih bayi gini aja mereka sudah saling genggam tangan,, "kata Ali sambil memfoto Alana dan Vian dengan kamera hpnya.
"Pasti itu mah,, "sambil kita tos tangan yang menggengam.
"Wahhh,, Alana sangat agresif nih keliatanya,,masih kecil juga udah pintar sih, "kata Tiwi sambil tertawa.
Selesai makan Aku, Ali dan Tedi duduk di ruang depan, sedang Para perempuan ada di ruang keluarga.
"Ton Aku dah ambil keputusan buat pindah ke jogja,, Nana dan Kiki mau Aku ajak kesana.memang benar sih kata kamu kalau makin kesini biyaya makin banyak dan posisiku di sana cukup menjanjikan,, "kata Ali.
"Ya sukur lah kalau kamu ambil keputusan itu,, nanti kalau Anaku sudah besar Aku akan ke sana untuk libura gimana boleh ngga,, ?"tanyaku.
"Sangat boleh dong,, kita selamanya akan jadi teman dan sodara,, "
__ADS_1
"Siapa tau kalian nanti malah jadi besan,, "kata Tedi. dan kita pun tertawa lucu. rasanya anak anak kita aja masih pada kecil sudah bilang jadi besan, rasanya saat di dengarkan gimana gitu..
"Kapan kalian akan pindah ke jogjanya,,? "
"Mungkin akhir bulan ini, tapi Aku akan ke jogja dulu, mau cari rumah yang bisa di kontrak dan yang deket dari kantor juga,,"Aku pun mengangguk.
Nana pun di dalam bercerita pada yang lainya dan sekalian berpamitan bahwa akan pindah ke jogja ikut suami.
Sekitar pukul 3 sore Ali dan Nana juga kedua anaknya pun pulang.dan sekitar jam 5 Ibu serta adiku juga pamitan untuk pulang.
Sekarang rumah menjadi sepi lagi, hanya ada keluarga kecilku yang bahagia.
"Sayangnya Papih hari ini seneng yah, ketemu oma sama tante juga om,, "sambil ku ciuminya Vian yang sedang di tidurkan di kasurku.
"Mas,, jangan di ciumin kaya gitu, nanti nangis Dedenya,, "kata Vina karena Aku menciumi Vian dengan gemas.
"Gemesin banget sih anak Papih,, jadi Papih pengin cium teruss,, "
Oeee,,, ooeee,,,
"Tuh kan nangis beneran,, uuhh Anak Mamih kenapa nangis,, Papih nakal yah,, sinih nen yah,, "kata Vina ,lalu Vina memangkunya dan. memberinya Nen.
Aku pandangi dua orang di depanku, sungguh Aku sangat bahagia, walau Vian bukan darah dagingku tapi Aku sangat menyayanginya, mungkin karena Aku sudah ingin sekali punya anak, dan Tuhan telah memberiku dengan jalan lain, Aku pun tetap bersukur. semoga kedepanya kehidupan rumah tanggaku akan selalu bahagia terus Amin...
**Haiiii,,, kaka kaka semuanya, jadi cerita Ali dan Anton kan sudah bahagia, jadi Aku mau lanjutin ke cerita anak mereka yang sudah besar dan masuk kuliah, ceritanya Vian akan kuliah di jogja dengan Alana, dan di sana akan menceritakan gimana Vian memperjuangkan cintanya untuk Alana yang sudah mempunyai kekasih. apakah Vian akan mendapatkan Alana apa Vian cuman jadi orang yang cuman jagain jodoh orang aja,, lihat aja besok ceritanya ya kak..
Oh iya buat besok Aku lagi bingung nih,, mau ada bab Anton dan Vina hokya hokya apa mau langsung ke anak mereka yang sudah besar.. hehee.. wajib komen karena akan jadi penentuan bab besok.
__ADS_1
Jangan lupa like, komen dan votenya, makasihh**...