
Abang mengusap perut Ayu dan menciuminya, setelah itu Abang melepaskan daster yang Ayu pakai,semenjak usia kandunganya Ayu masuk 8 bulan, Ayu tidak memakai pembungkus dadanya kalau mau tidur, karena Ayu merasa sesak.
Abang juga menciumi dada Ayu dan tidak di mainkanya, karena dada Ayu sudah keluar air su*sunya.
Setelah Abang menciumi perut juga dada Ayu, ciuman Abang lalu keleher dan ke telinga, nafas Ayu sudah mulai memburu. Abang lalu berpindah mencium kening, kedua pipi dan bibir Ayu, di bibir Abang menciuminya sangat lama. dan setelah keduanya merasakan pasokan nafas sudah tinggal sedikit, Abang melepaskan ciumanya.
Abang mengarahkan tangan Ayu ke arah senjatanya untuk Ayu memainkanya.
Sedang Abang sedang asik memainkan inti milik Ayu dengan jarinya, dan sesekali menjil**atinya dengan lidahnya, Ayu merasakan kenikmatan sampai ahirnya Ayu melakukan pelepasan.
"Massss,,, aahhhhgggg,,,, "tangan Ayu sambil menggenggam milik Abang dengan kencang.
Abang yang merasa sedikit sakit tapi di tahanya ,karena sedang asik menikmati inti milik Ayu.
Ayu merasakan lemas setelah pelepasan, dan Abang membiarkanya dulu untuk istirahat.
Abang lalu dengan pelan memposisikan miliknya di inti milik Ayu, Abang memasukanya dengan pelan, Abang tidak memakai tenaga tapi memakai perasaan.
Abang menggerakan pinggulnya dengan hati hati, takut Ayu kesakitan.
"Mas,,, Ayu yang di aras yah,,"
"Iya sayang,,,, "Abang lalu menarik milinya, dan Abang lalu tiduran, Ayu lalu duduk di atas badan Abang.
Ayu menggerakan pinggulnya,dan Abang merasakan nikmat dengan mulutnya mengeluarkan suara kenikmatan.
"Sayang,, ayo ini sangat enak,, teruss,, "tangan Abang ikut menggerakan pinggul Ayu.
Setelah 5 menit, mereka berdua lalu sama sama berteriak kemenangan.
Ayu lalu turun dari badan Abang dengan nafas memburu.
"Apa ada yang sakit,,? "tanya Abang.
"Ngga ada Mas,, "jawab Ayu dengan nafas yang belum setabil.
Abang lalu turun dari kasur dan berjalan ke kamar mandi, setelah bersih bersih Abang keluar dari kamar,Abang mau ambil minum buat Ayu.
Di jogja Ana sedang duduk di kasur, Ana sedang memegang hpnya ,Ana mau telfon Vian dan akan memberitaukan hasil pemeriksaanya.
Tadi siang Ana di antar Bunda untuk memeriksaan sakitnya. dan dari hasil pemeriksaan itu ternyata Ana positif hamil, dan sudah 8 minggu.
__ADS_1
Hp Ana bunyi tanda telfon masuk dan ternyata dari Vian. Ana lalu mengangkatnya dan mengalihkan menjadi vc.
"Hallo,, sayang,, "Kata Vian, Ana pun tersenyum tipis.
"Sudah periksa ke Dokter belum,,? "
"Sudah,, "
"Sakit Apa kata Dokter,,? "
"Ana ngga sakit Kak,, tapi,, "Ana berhenti berkata.
"Tapi kenapa,,? "
"Ana sedang hamil,, "Vian lalu diam sesaat karena takut salah dengar.
"Coba katakan sekali lagi,, takutnya kaka salah dengar,, "
"Ana Hamil kakkk,,, "Vian lalu tersenyum.
"Ini serius kan, kamu lagi ngga bohongin kaka,, ?"
"Serius lah, ngapain Ana bohong, "
"Kaka ngomong apa sih,, ya ngga mungkin lah Ana punya pikiran kaya gitu, ini tuh anak Ana anak kita,, Ana ya bahagia lah Kak,, "
"Tapi wajah kamu seperti ngga senang gitu,"
"Ya gimana Ana mau bahagia, orang kaka jauh dan bikinya bareng tapi kaka ngga ikut bantu Ana yang sedang pusing gini,, "
"Ya udah besok Kaka akan datang ke situ, Kaka akan pesan tiket sekarang ,dan akan mencari keberangkatan yang pertama,, "
"Bohong,, katanya lagi sibuk,, "
"Iya,, kaka memang lagi sibuk, tapi lebih penting istri, apa lagi Istri lagi hamil,, Kaka ngga peduli yang lainya sekarang,, "Ana tersenyum senang.
"Ya udah yah, sekarang udah malam tidur gih, Kaka mau pesan tiket dulu,, "
"Iya,, besok pagi kalau mau berangkat kabarin ya Kak,, "
"Iya sayang,, kaka akan kabarin, selamat malam dan mimpi indah yah,, "Ana mengangguk lalu mematikan hpnya.
__ADS_1
Ana tersenyum senang mendengar Vian besok mau datang, sambil mengusap perutnya Ana lalu merebahkan badanya ke kasur, dan bersiap tidur.
Pagi hari Ayu bangun dan merasakan perutnya sakit, tapi Ayu masih bisa menahanya. Ayu bangun langsung ke kamar mandi untuk cuci muka.
Saat Ayu keluar dari kamar mandi Abang sudah bangun ,dan melihat Ayu yang berjalan pelan sambil tertatih.
"Kenapa sayang,, sakit,, "sambil mendekati Ayu. Ayu mengangguk.
"Kita ke Dokter sekarang yah,, Ayo duduk dulu Mas akan bersiap,, sepertinya kamu mau melahirkan sayang, "sambil menuntun Ayu untuk duduk di kasur.
Abang yang baru bangun tidur dan nyawanya belum kumpul semua, masih kebingungan mau apa dulu.
"Mas,, jangan panik gitu,nanti malah Mas bingung mau ngapain dulu,,Ayu ngga papa kok, sakitnya sudah hilang"
"Iya sayang,,sukurlah kalau sudah ngga sakit, Mas harus apa dulu ini,, "
"Ayu pengin minum Mas,, "
"Mas akan ambilkan,, tunggu yah,, "Abang keluar dari kamar dan langsung ke dapur.
Abang membawa minum untuk Ayu, dan memberikanya, saat Ayi minum Abang ke kamar mandi untuk bersih bersih.
"Mas ngga mandi,, emang ngga kerja,,? "
"Mas mau ambil cuti aja, Mas ngga mau ninggalin kamu,, "sambil duduk dekat Ayu.
Abang lalu menelfon ibu mertuanya, dan Abang meminta Ibu mertuanya datang ke rumah.
Saat Abang selesai telfon, Ayu merasakan sakit lagi.Ayu memegang tangan Abang dengan kencangnya.
"Masss,,,, sakittt,,, "sambil membuang nafas.
"Iya sayang,,, tunggu Ibu yah,, kita akan ke rumah sakit,, "Ayu hanya mengangguk.
Abang membantu Ayu ganti baju, karena Ayu masih memakai daster. dan Abang juga mengeluarkan tas yang sudah di isi dengan perlengkapan bayi dari dalam lemari.
"Ayo sayang kita ke luar,, "Abang lalu membantu Ayu berjalan keluar. dan menuju sofa ruang tv.
Abang menelfon Bunda dan Mamahnya dan mengatakan kalau Ayu akan melahirkan. sekitar 30 menit ahirnya Ibu Ayu pun datang.
Abang lalu memasukan tas dan keperluan lainya ke dalam mobil, setelah semuanya selesai Ayu dan Ibu masuk ke dalam mobil. Abang membawa mobilnya menuju rumah sakit.
__ADS_1
Jangan lupa like komen dan votenya, trimakasih...