
Intan mengajak sifa pulang ke kontrakanya setelah Intan selesai mengobrol dengan Ayu. tapi Ayu melarangnya, karena Ayu masih ingin bermain dengan sifa.
"Kalau kamu mau pulang ke konterakan pulang aja sana Tan, biar sifa di sini aja dulu, Aku masih ingin bermain denganya,, "
"Tapi kamu lagi hamil Yu,, jangan kecapeaan dan gendongin sifa, takutnya nanti ada apa apa sama kandungan kamu,, "
"Ngga Aku gendong kok Tan, di sini juga ada Ibuku,, udah sanah pulang kalau kamu mau pulang untuk istirahat, apa mau istirahat di kamarku,,? "
"Ya nak Intan istirahat aja di sini, nanti kalau bolak balik cape lagi di jalan, Sifa di sini anteng ini,, "kata ibu Ayu.
"Tapi Bu Intan takutnya ngerepotin,, "
"Ngga ngerepotin kok,, gimana mau istirahat di sini apa mau pulang dulu ke kontrakan,, "
"Ya udah di sini aja dulu deh, nanti kalau sifa nangis apa rewel baru Intan langsung bawa pulang ,,"
Sifa rupanya mengantuk, lalu Intan mengajaknya pulang, tapi karena hujan jadi Intan ngga jadi pulang, lalu Intan menidurkan sifa di kamar Ayu, setelah Sifa tidur Intan, Ayu dan Ibu lalu makan siang bersama, adik adik Ayu belum pulang sekolah, sedang Ayahnya Ayu sekarang bekerja sebagai supir, dan pulang saat sore.
Selesai makan siang, Ayu dan Intan mengobrol di kamar Ayu.
"Kamu pasti bahagia banget ya Yu,, menikah dengan orang yang sama sama saling cinta,, "Ayu tersenyum.
__ADS_1
"Ya Tan,, Aku sangat bahagia, bukan Mas Kikinya aja yang baik padaku, tapi orangtuanya juga sangat menyayangiku,, "
"Sukurlah Yu kamu bahagia, tidak sepertiku ini,, "
"Sabar Tan,, semoga nanti kamu juga mendapatkan kebahagiaan,saat ini Tuhan sedang menguji kesabaranmu, pasti suatu hari nanti kamu juga akan bahagia,, "
"Amin Yu,, Aku sebenarnya takut sama Bintang, dia orangnya nekat Yu, apa lagi sekarang sudah tau tempat kerjaku pasti dia akan sering menerorku, "
"Kenapa kamu ngga bicara baik baik aja dulu, tanya apa maunya dia,, biar ngga kaya begini"
"Bintang tuh ngga bisa di ajak ngobrol baik baik Yu, adanya marah aja kalau lihat Aku.dan saat ini Aku sudah ada uang, hanya tinggal kurang sedikit lagi, Aku akan memggugat cerai Bintang biar Aku bisa hidup tenang Yu,, "
"Fikirkan dulu keputusanmu Tan, kasihan sifa kalau dia kehilangan sosok seorang Ayah,, "
"Kata kamu orangtua Bintang baik kan sama kamu, coba aja bicara kan sama orang tua Bintang, siapa tau dia bisa bantu untuk membuat Bintang sadar dan tidak kasar lagi padamu Tan,, "
"Orang tua Bintang memang baik, sayang juga sama sifa , tapi kadang Ibu mertuaku juga sifatnya kurang baik sama Aku, membuatku kadang ngga suka,, "
"Kurang sukanya gimana contohnya,, "
"Dia suka banding bandingin Aku dengan istri dari kakanya Bintang, Aku katanya ngga bisa ini ngga bisa itu,, Aku jadi tertekan juga, makanya kemarin Aku kabur, udah Bintangnya kasar lagi,, "
__ADS_1
"Oh gitu,, kamu yang sabar ya Tan,, "
"Hemmm,, iya, "
Mereka ahirnya tidur siang bertiga di kamar Ayu, karena sedang hujan membuat mereka tidur dengan nyenyak, saat pukul setengah 4 sore sifa bangun, lalu Ayu yang mendengarnya langsung menggendongnya, dan mengajaknya keluar, Intan sepertinya tidur sangat nyenyak sampai tidak dengar Sifa menangis.
Ayu membawa sifa ke belakang rumah, rupanya dua adik Ayu juga ada di belakang rumah, jadilah mereka ikut bermain dengan sifa.
"Sore Bu,, "kata Abang saat turun dari mobil, dan Ibu baru dari warung,Ibu belanja untuk masak makan malam.
"Sore nak,, Ayu ada di kamarnya sanah panggil gih,, "Ibu tidak tau kalau Ayu sudah keluar dari kamar, karena Ibu tadi pergi ke warung.
Abang lalu masuk ke kamar, dan Abang melihat orang yang tiduran di kasur langsung mendekatinya. Abang mengusap lengan orang itu agar bangun, padahal itu Intan,dan Abang tidak tau .
"Sayang,, bangun,, ini sudah sore,, "masih mengusap lenganya terus.
Lalu karena ngga bangun juga Abang mengusap rambutnya, Intan posisi tidur miring, dan karena sudah sore lampu kamar juga belum menyala, membuat Abang mengira itu adalah Ayu padahal yang tiduran intan.
Lalu Intan merasakan ada usapan pun terbangun, sambil mengucek matanya melihat kesamping.
Intan langsung teriak kaget karena melihat Abang yang berdiri di sampingnya, dengan tangan Abang yang masih ada di kepalanya.
__ADS_1
Abang lalu menarik tanganya dan kaget juga dengan teriakan Intan.
Jangan lupa like komen dan votenya, trimakasih...