
Mobil Vino ahirnya sampai di depan rumah Ai, Ai langsung turun dari mobil dan mengucapkan terimakasih dengan pelan, Vino hanya menganguk.
Setelah Ai turun Vino langsung membawa mobilnya pergi dengan kencang, Rupanya Vino merasakan sakit juga melihat Ai menangis.
"Rudi berngsek, kenapa kamu tega menyakiti Ai,, "sambil memukuli setir mobilnya.
Ai langsung masuk ke rumah, dan langsung ke kamar, Ai di kamarnya menangis.
"Kamu rupanya berbohong Mas, katanya mengantar Mamahmu ke rumah sakit, kenapa kamu justru pergi dengan wanita itu,, "kata Ai lirih.
Lalu Ibu memangil Ai, karena Ibu mendengar Ai tadi mengucap salam. Ai keluar dari kamar dan langsung ke dapur untuk memasak.
Keesokan harinya Ai di ajak ketemuan oleh Rudi, Ai tadinya tidak mau, tapi Rudi memaksanya. pulang kuliah ahirnya Ai menemui Rudi, dan Rudi sambil mengantar Ai berangkat kerja.
"Aisah,,,Kemarin maafin Mas yang ngga jadi antar kamu yah, soalnya Mas nganter Mamah ke rumah sakit,, "
"Kenapa kamu bohong sih Mas, Ai tau kemarin Mas ngga pergi sama Mamah Mas kan, Mas pergi sama wanita yang di jodohkan dengan Mas kan,iya kan Mas,,? "
"Ba,, bagaimana kamu tau,, "Ai tersenyum tipis.
"Kita lebih baik ahiri hubungan ini saja ya Mas, kita memang tidak bisa bersama, karena kita berbeda,, "
"Ngga, Mas ngga mau, Mas mencintaimu dan tidak ingin berpisah, kita akan menikah secepatnya, Mas akan menemui orang tuamu untuk mempercepat pernikahan kita, "
"Tapi orang tua Mas ngga merestui kita,gimana kita akan menikah Mas, "
"Mas tidak perlu izin ke Mamah dulu, kita bilang ke Mamah setelah kita menikah, Mamah pasti akan merestui kita, kalau tau kita sudah menikah nanti, "
"Tapi Mas,, "
__ADS_1
"Sudah percaya sama Mas,Mas akan mengurus semuanya, kita akan menikah secepatnya, kamu mau kan menikah dengan Mas,, "sambil menggenggam tangan Ai. Ai yang memang mencintai Rudi pun mengangguk.
"Trimakasih sayang, "sambil mencium tangan Ai.
Aisah turun dari mobil setelah sampai di tempat kerjanya. Dan Rudi langsung pergi.
Sedang Di singapur, Ayu yang sudah lebih baik, sekarang sudah bisa duduk.
Ayu sedang di suapi Abang dengan nasi lembek seperti bubur.
"Udah Mas,, "kata Ayu pelan.
"Ini sedikit lagi yah,, "
"Ngga,, "Abang pun menurut ,ahirnya menyudahinya.
Abang lalu mengelap mulut Ayu dengan tisu, setelah itu membelinya minum menggunakan sedotan.
"Mas,, apa ada kaca,, "
"Apa,, kaca,, "kata Abang mengulangan perkataan Ayu, karena Ayu memang bicaranya masih pelan.
"Iya,,, Ayu pengin lihat wajah Ayu Mas, "
"Buat apa hemmm,,, "
"Ayu pengin lihat aja, "sambil tangan Ayu memegang rambutnya yang di potong pendek, dan yang bekas oprasi ternyata rambutnya tidak ada.
"Tapi di sini ngga ada kaca sayang,, "sambil menggenggam tangan Ayu.
__ADS_1
"Hp Mas mana,, "Abang pun jadi bingung, kalau di kasih, pasti Ayu akan lihat ke kamera dan bisa melihat dirinya sekarang dan berkecil hati, kalau ngga di kasih pasti Ayu akan marasa sedih.
Abang lalu memberikanya, dan Abang langsung arahin ke kamera. Ayu dengan pelan mihat dirinya sekarang, terlihat pucat, kurus dan rambut yang tidak ada, yang tadinya rambutnya sangat indah kini sudah tidak ada lagi.
Ayu pun menangis, Abang yang melihatnya langsung memeluknya dengan sayang.
"Ayu sekarang jadi jelek ya Mas,, "
"Ngga ada yang perlu di tangisi, karena tidak akan ada yang berubah sesikitpun dari Abang buat kamu, siapa bilang kamu jelek, kamu tetap wanita tercantik di mata dan di hati Mas,, "Abang masih terus memeluk Ayu.
"Nanti rambutnya akan tumbuh lagi, dan nanti juga akan gemuk lagi, makanya jangan berfikiran yang tidak tidak, Mas dan anak anak sangat menyayangimu. dan kamu ingin cepat pulang ke rumah kan,kamu sudah rindu ingin bertemu anak anak, makanya kamu harus cepat sembuh, dan jangan banyak fikiran agar cepat pulih,, "
"Iya Mas,,, tapi Mas janji yah, Mas akan tetap mencintai Ayu walau Ayu tidak secantik dulu lagi,, "Abang lalu melepaskan pelukanya dan duduk di sebelah Ayu. sambil menggenggam kedua tanganya.
"Mas janji,, Mas akan selalu mencintai kamu sampai ahir hidup Mas,, "Abang lalu mencium kening Ayu.
Hari pun berlalu, Ayu sudah lebih baik, dan Ayu sudah sering meminta Abang untuk bilang ke Dokter untuk menanyakan kapan sudah di bolehkan pulang.
"Habiskan bubur ini, kalau sampai habis Mas akan bilang ke Dokter kapan kamu sudah boleh pulang,, "
"Apa Mas serius,, "Abang mengangguk, Ayu tersenyum sambil menganguk pelan.
Ayu langsung lahap memakan buburnya, dan setelah selesai Abang membersihkan mulut Ayu, Abang pun pergi untuk menanyakan pada Dokter apa Ayu sudah boleh pulang ke jakarta apa belum.
"Sebenarnya Ibu Ayu masih harus di rawat, karena lukanya belum kering dan juga harus di periksa lagi dalamnya, tapi karena kalian sudah sangat merindukan anak anak kalian, saya izinkan pulang, tapi Ibu Ayu di jakarta juga harus memeriksakan kesehatan Ibu Ayu, dan di anjurkan seminggu sekali setidaknya melakukan pemeriksaan,, sampai benar benar sudah sembuh, "
"Baik Dok saya akan lakukan seperti yang Dokter sarankan,,trimakasih banyak,, "Dokter Dan Abang pun bersalaman, Abang juga di minta tandatangan untuk surat keterangan bahwa Ayu lah yang ingin pulang, jadi kalau ada apa apa Rumah Sakit tidak bertanggung jawab.
Ayu sangat senang saat mendengar dari Abang kalau sudah boleh pulang.
__ADS_1
Jangan lupa like, komen dan votenya, trmakasih...