Aku Bukan Pebinor

Aku Bukan Pebinor
Ali Uring Uringan


__ADS_3

Aku pun hanya diam sambil tiduran dan menikmati permainan Vina.Vina sungguh sangat agresif malam ini, mungkin karena hormon kehamilanya.


Tubuhku seperti di sengat listrik karena bulukuduku semua berdiri, Vina saat ini sedang bermain di dadaku,dia menj*ilati dan memainkan lidahnya di daging kecilnya, sehingga membuatku sangat geli geli nikmat.


Tangan Vina pun tak tinggal diam, tangannya bermain di burung perkututku(biar kaya ali punya nama biar ngga iri) sambil menggerakan tanganya naik turun, dan permainan tangan Vina membuatku tidak bisa diam, selalu bergerak kaya cacing kepanasan.


"Ooohhh,,, sayangg,,, "keluar juga suaraku karena tak tahan merasakan nikmat.


Ciuman Vina turun ke bawah, sampailah pada burung perkututku.


Dengan rakusnya Vina langsung memasukan perkututku ke dalam mulutnya, dan Vina dengan pintarnya memainkanya di dalam mulutnya, gilaaa,,, rasanya Aku sungguh tak kuat.Dan setelah itu Vina menji*tinya seperti makan es krim.


Tanganku tak tinggal diam ,Aku hanya mengusap usap punggungnya, karena sekarang posisiku agak duduk.


"Sayang Mas udah ngga tahan,, "


Karena Aku sudah tidak tahan, Vina pun Aku suruh tiduran dan Aku buka kakinya,setelah itu Aku masukan burung perkututku ke inti milik Vina, tidak begitu lama Vina pun berteriak sambil tertahan karena takut kamar sebelah mendengar teriakanya, Vina baru saja merasakan pelepasan, setelah Aku menggerakan pinggulku naik turun dengan tempo cukup sedang. rasanya tidak bebas melakukanya di rumah orang.


Aku yang belum merasakan pelepasan masih menggerakanya dengan pelan karena Aku ingat kata dokter, harus pelan pelan.


Setelah melihat Vina sudah kembali ber**irah Aku mulai menggerakanya lagi.Sampai Ahirnya Aku pun melakukan pelepasan dengan sangat nikmat.


"Terimakasih sayang,, malam ini kamu pintar,, "setelah Aku melepaskan burungku dan menjatuhkan badanku di pinggir badan Vina.


Nafas kita masih sama sama belum teratur, dan kita pun sama sama merasa lelah dan lemas.

__ADS_1


"Ngga ada yang sakit kan sayang,,? "tanyaku pada Vina sambil menyelimuti tubuh polosnya.


"Ngga ada Mas,, cuman Vina lemes,, "


"Mas Ambil kan minum yah,, "Vina punmengangguk.


Lalu Aku mengambil gelas yang sudah ada air minumnya di atas meja yang ada di dalam kamar, lalu Aku memberikanya pada Vina.


SEDANG DI KAMAR SEBELAH SEDANG MERASA KESAL. (ALI)


Aku belum juga bisa tidur sedang Nana dan Alana sudah tidur dengan pulasnya, jam sudah menujukan pukul 11 malam.


Saat Aku sudah terpejam dan akan pulas, tiba tiba telingaku mendengarkan suara yang membuatku kesal.


Aduh ini Tom kenapa jadi ikut bangun lagi,, Tom Tom,, tidur aja gih,, ngga usah macam macam deh, kataku sambil Aku mengusapnya dari luar celana.


Aku pun mencoba memejamkan mataku lagi, tapi rupanya Tom malah makin mengeras karena suara Anton masih terdengar.


Aku yang frustasi lalu duduk sambil bersandar pada sandaran kasur, sambil melihat ke arah Nana yang tidur membelakangiku, lalu Aku coba bangunkan Nana dengan pelan.


"Bun,,, Bunda,, bangun dong, Ayah ngga bisa tidur nih,, "sambil ku goyangkan tanganya.


"Apa sih Yah,, Bunda ngantuk ah,, "tanganku pun di singkirkanya.


"Bun,, Tom ngga mau tidur ini,, bantuin dong Bun,, Ayah jadi pusing nih kepalanya,, ayo dong Bun,, "

__ADS_1


"Tapi Bunda ngantuk Yahh,,, "


"Ya udah kalau Bunda ngantuk cukup diam dan nikmati, biar Ayah yang kerja,, gimana mau yah,, "kataku.


"Terserah Ayah aja lah,, "Aku pun tersenyum mendengar jawaban Nana.


Aku pun langsung membuka daster Nana, setelah itu juga Aku melepaskan kain yang masih menempel di badanya, dengan tidak sabarnya Aku langsung menciumi tubuh Nana dengan tidak melewatkan sejengkal pun, Nana sedikit ada respon saat bibirku bermain di apemnya, Nana sudah seperti cacing kepanasan, bergerak ke kanan dan ke kiri,, Aku pun makin semangat karena Nana sepertinya sudah menandakan ikut menikmatinya.


Saat bibir dan jariku bermain di apemnya, tangan Nana menjambaki rambutku dan sambil menekan kepalaku, setelah itu Nana pun melakukan pelepasan.


"Massss,,, ooohhhh,,, "sambil menekan kepalaku.


Setelah Nana Aku beri waktu istirahat untuk mengatur nafasnya, sekarang giliranku yang sudah tidak tahan.


Aku posisikan Tom ke apem Nana, dengan pelan Aku mendorongnya, seperti biasa Nana pun menahan sakitnya, setelah Tom masuk semua baru Aku menggerakanya dengan pelan, dan gerakanku lama lama menjadi semakin cepat, sampai Nana mengeluarkan suara rin*ihan,Aku takut Anton dengar, Aku langsung mencium bibir Nana.


Sambil berciuman Aku menggerakan Tom dengan cepat, karena Aku sudah tidak tahan lagi,, dan sampai Ahirnya Aku pun melakukan pelepasan, agar suaraku tidak keluar Aku pun menggigit bibirku setelah ku lepaskan ciumanku.


Aku langsung ambruk di atas badan Nana, dan setelah 3 menit Aku pun melepaskan Tom dari apem Nana dan menggulingkan badanku ke samping badan Nana.


"Makasih sayang,, "sambil kucium keningnya, sedang Nana hanya mengnggukan kepalanya saja karena masih merasakan lemas,,


**Maaf sekidit,, soalnya lg kurang fres nih pikiranya,, salam otak kotor deh pokoknya..


Jangan lupa like komen dan votenya,, trimakasih**.

__ADS_1


__ADS_2