
Aku tarik kaki Nana, agar Nana tiduran.setelah itu kakinya Aku lebarkan. dan Aku langsung merangkak di atasnya sambil memainkan gunung kembarnya.
"Aahh,, ""suara Nana pun keluar dan sepertinya Anton mendengarnya.
"Mass,, jangan Mas, "kata Nana,sembil menggerakan badanya. dan suara yang belan dan di tahan.
Aku pun tak memperdulikan penolakan Nana, dan Nana tiba tiba bangun langsung mendorong badanku sampai Aku jatuh ke belakang. Nana langsung bangun dan masuk kamar mandi.tapi sebelumnya hp Nana di lemparnya ke kasur.
Aku langsung mengusap wajahku dengan kasar, dan menjambak rambutku. Aku menyesal telah memaksa Nana, Aku merasa kesal dan mungkin cemburu. Karena Nana dengan Anton mengobrol cukup lama.dan membuatku emosi dan hilaf.
Nana cukup lama di dalam kamar mandi, sekitar setengah jam di dalam, Aku yang kuatir langsung mengetuk pintu kamar mandi.
"Na,, Maafin Mas,, Mas hilaf, ayo keluar nanti masuk angin kalau di dalam kamar mandi terus,,,Na,,, "kataku sambil mengetuk pintu. tapi tetap tida ada sautan dari Nana. sampai Aku mengancam akan mendobrak pintunya pun tetap tak ada tanda tanda Nana akan membuka pintu kamar mandi.
Aku pun langsung mencari kunci cadangan di laci yang ada di meja rias, setelah Aku menemukanya, Aku langsung membuka pintu kamar mandi.
"Nana,,, "Kataku saat masuk ke kamar mandi dan melihat Nana yang sedang menangis sambil duduk di kloset. Aku langsung mendekatinya dan memeluknya, tapi lagi lagi Nana mendorong badanku.tapi Aku tetap memeluknya walau Nana selalu berontak.
"Maaf,, Mas hilaf, Nana boleh pukul Mas, boleh marahin Mas,Mas benar benar menyesal,"kataku sambil memeluk Nana yang masih duduk di kloset.
Nana hanya diam dan masih sesegukan.
"Maaf,, Mas merasa cemburu, besok besok Mas ngga akan ngelakuin kesalahan seperti ini, Mas janji, "sambil ku usap rambutnya.
"Ayo masuk,,, di sini dingin, "Aku pun menggendongnya menuju kamar sedang Nana masih tetap diam. badanya basah tapi untungnya ada handuk di kamar mandi.
Aku membaringkan badan Nana di atas kasur dan menyelimutinya, sepertinya Nana masih marah karena selalu diam dan membuang mukanya.
"Mas Minta Maaf,, Mas benar benar hilaf,"setelah itu Aku langsung ke luar kamar, malam ini Aku pan putuskan akan tidur kamar Kiki ,biar Nana tenang. Pasti dia sangat marah padaku karena perbuatanku tadi.
Aku masuk kamar Kiki, dan langsung merebahkan badandu di sampingnya. karena mungkin Aku cukup lelah dan mengantuk Aku pun langsung tertidur .
"Ayah,,,, bangun, "sambil menggoyang goyangkan tanganku, karena Aku memeluk Kiki. Aku pun membuka mataku.
__ADS_1
"Pagi anak Ayah,,, "kataku sambil ku cium pipinya.
"Kok Ayah tumben tidur sama Kiki,?"tanyanya.
"Iyaaa,,, semalam Ayah nakal sama Bunda, jadi Bunda marah sama Ayah, "
"Iihh,, Ayah kasian kan Bunda,,,"Anaku langsung bangun dan berlari keluar dari kamar.
.
.
.
"Bundaaaa,,,,,, "sambil mencari Bundanya.
"Bundaa,,, bunda di mana,,, "
"Ada apa Sayang,, kok teriak teriak sih,,, "Kata ku yang baru keluar dari kamar mandi.
"Siapa yang mau pergi hemm,,, dan siapa yang nakal,? "sambil Aku mendudukan Kiki di atas kasur.
"Kata Ayah,Ayah nakal sama Bunda.Makanya Ayah semalem tidur sama Kiki, dan Kiki takut bunda pergi ninggalain Kiki larena Ayah nakal sama Bunda, "Aku hanya tersenyum.Sambil merapikan rambut dan memakai bedak tipis.
"Ayah ngga nakal kok, dan Bunda ngga pergi, jadi sekarang ayo Bunda temenin mandi, ini sudah siang loh..., "sambil Aku gandeng tanganya dan keluar dari kamarku.
Saat Aku dan Kiki masuk kamar Kiki,Aku.melihat Mas Al yang masih memejamkan mata. Sebenarnya Aku juga merasa tak enak Aku juga salah semalem, karena menerima telfon dari Mas Anton cukup lama. Aku mengajak Kiki langsung menuju kamar mandi untuk mandi. selesai Aku memandikanya Aku memakaikan baju.
"Bunda mau bikin sarapan, Kiki mau di bikinin apa,? "tanyaku sambil menyisir rambutnya.
"Pakai sosis goreng aja Bun, "jawabnya.
"Siap,, Bunda gorengin sosisnya yah, Tapi minum susu dulu, yuk ikut Bunda ke dapur, "
__ADS_1
"Bun,, Ayah kok ngga di bangunin, ini kan dah siang, ?"
"Hari ini kan Ayah masih libur, jadi biarin Ayah istirahat aja dulu, nanti setelah sarapanya siap, kita bangunin Ayah, "jawabku.
Lalu Aku mengajak Kiki keluar dari kamar, Aku membiarkan Mas Al untuk tidur karena Aku merasa malu dan ngga enak gara gara semalam. pasti Mas Al sangat kesal padaku karena Aku menerima telfon dari Mas Anton cukup lama. Semalaem kenapa lama menelfonya, karena Mas Anton bilang sedang tidak enak badan, Aku pun jadi memberi taunya untuk banyak istirahat dan jangan terlalu cape. tapi justru Aku makin lamaengobrolnya membuat Mas Al kesal padaku.
Aku membuatkan susu buat Kiki dan menyuruhnya nonton tv, lalu Aku lanjut membuat sarapan. Aku menggoreng sosis keinginan Kiki. Sedang untuk ku dan Mas Al Aku membuat Ayam goreng dan nasi gurih.
Masakan untuk sarapan pun sudah siap, dan Aku memanggil Kiki untuk membangunkan Ayahnya. Kiki pun pergi kekamarnya untuk membangunkan Ayahnya.
Sekitar 10 menit ahirnya Ayah dan Anak pun datang juga, Aku langsung menyiapkan piring buat Kiki dan Mas Al. Kita pun makan dengan diam, Aku merasa Mas Al selalu memperhatikanku tapi Aku hanya diam, karena Aku merasa tak enak.
"Ayah mau mandi dulu yah,,, "kata Mas Al sambil bangun dari duduknya.
"Iya Ayahhh,,, "jawab Kiki.
"Bunda kita mau pergi yah,? "
"Kiki kata siapa,,? "
"Kata Ayah, tadi Ayah bilang mau nemenin Bunda pulang ke rumah bunda, "Rupanya Mas Al beneran mau nganterin Aku.
"Ya udah sekarang Kiki selesaiin makanya yah, Bunda mau nyiapain baju untuk Ayah, "kataku. Lalu Aku pun pergi ke kamar Mas Al.
Saat buka pintu kamar, Aku langsung menuju lemari untuk mengambilkan baju buat Mas Al. Aku langsung mengambil tas untuk bersiap pergi.
Saat Aku sedang menyisir sambil berdiri menghadap meja rias ,Mas Al memeluku dari belakang.
"Maafkan Mas yang semalam, Mas tidak akan mengulangnya lagi, Mas Janji,, "sambil mencium rambutku.
"Nana juga minta maaf ya Mas, karena Nana juga ngga ngertiin perasaan Mas, "Sambil ku berbalik untuk menghadap Mas Al.
Mas Al pun tersenyum, dan kita saling peluk.
__ADS_1
**Trimakasih buat kaka semuanya yang menyukai ceritaku.
Jangan lupa untuk like, komen dan Vote yah,, trimakasih**..