
Hari ini Aku niatnya ingin bersantai aja di rumah, karena Kiki akan pergi ke taman ria bersama Anton dan Nana, sedang Ibu katanya juga mau pegi arisan di rumah tetangga.
Tapi Anton tadi menelfonku,katanya tidak bisa pergi menemani Nana dan Kiki untuk pergi ke taman ria, Anton menyuruhku untuk menggantikanya menemani mereka. Aku langsung menolaknya, Aku pun memberikan banyak alasan, tapi Anton tetep kekeh memintaku menemani mereka. Aku hanya takut akan makin hilaf karena mengagumi istri sahabatku. Ahirnya Aku menyetujui keinginan Anton karena Aku juga tidak mau melihat anaku kecewa seperti dulu.
Saat sambungan sudah mati, Aku langsung bangun dari sofa dan menuju dapur untuk menemui Ibuku.
"Bu,, Anton tidak jadi pergi ke taman ria, soalnya mau mengantarkan Ibunya pergi ke Bandung, "kataku setelah Aku duduk di bangku meja makan, sedang Ibu sedang membuat sarapan.
"Loh,,, terus gimana, Kasian Kiki kalau ngga jadi pergi,?"tanya Ibu yang langsung mendekat padaku.
"Anton menyuruh Al untuk menemani Nana dan Kiki ke taman rianya Bu, "jawabku.
"Oh gitu,,, jadi Nana ngga ikut Anton ke Bandung, "Aku pun mengangguk.
"Ya Udah sanah kamu mandi gih, udah siang ini pasti Nana bentar lagi sampai, kasian nanti kalau nunggin kamu lama,"Aku hanya mengangguk.
"Tapi Bu Al laper inih, makan dulu yah soalnya dari tadi perut Al dah bunyi terus,,, "kataku.
"Ya udah sarapan gih, Ibu juga mau panggil Kiki untuk sarapan dudu, "
Aku langsung mengambil piring dan mengisinya dengan nasi goreng seta telor dadar. saat sudah habis setengah Kiki datang dan langsung meminta Ibu mengambilkan makan.
"Ayahhh,,, kata Nenek Ayah mau ikut ke taman ria yah,,? "saat sudah duduk di bangku.
"Iya Ayah akan ikut, karena om Anton ada urusan mendadak, jadi Ayah yang akan temani Kiki dan tante,, "jawabku, dan Kiki sangat senang.
"Kiki makanya mau seberapa,, ?"tanya Ibuku.
" Kiki nasi gorengnya dikit aja, tapi telornya dua, "kata anaku.
"Iya,, Ini Nenek ambilkan, "sambil menaro piring di depan anaku.
Setelah punya ku habis Aku langsung bangun dari duduku, dan akan ke kamar untuk mandi dan bersiap.
"Ayah mau mandi, Kiki makanya habiskan dan yang cepat yah, ngga boleh buat mainan,"kataku.
"Iya Ayah,,, "
__ADS_1
Aku masuk kamar dan langsung menuju kamar mandi, tidak pake lama Aku mandi, hanya 10 menit Aku sudah selesai.
Aku Langsung menuju lemari dan memilih baju, Aku seperti orang yang akan kencan dengan kekasihnya,sampai sampai bingung memilih baju yang cocok untuk Aku pakai.
Ahirnya Aku memilih memakai kaos warna hitam dan celana jiens,juga dengan topi dan kacamata tidak lupa ku bawa.
Saat Aku keluar dari kamar, ternyata Nana sudah datang dan sekilas mata kita bertemu. Aku langsung mengalihkan pandanganki pada Ibuku.
Setelah kita berpamitan pada Ibu, kita bertiga langsung masuk mobil.
"Tante Kiki di pangku lagi yah, kita duduk di depan, "kata anaku.
"Sayang,,, kasihan tante nanti kalau mangku Kiki, Kiki kan dah gede dan berat lagi, mendingan Kiki sama tante duduk belakang yah,"kataku.
Dan untungnya Kiki mengerti dan mau duduk di belakang. Aku langsung menginjak gas mobil menuju taman ria.
Di dalam mobil Kiki tak henti hentinya bercerita dan mengobrol dengan Nana, pandangan yang membuat hatiku merasa senang juga sedih.senang karena bisa melihat anaku tertawa lepas dan bahagia, Sedih krena kebahagiaanya hanya sesaat.
Sekitar satu jam perjalanan,ahirnya sampai lah kita di taman ria. kita keluar dari mobil bersama, Kiki Aku gendong karena sangat banyak orang saat mengantri beli tiket, sedang Nana mengikutiku di belakang sambil menggendong tas ransel Kiki.
Setelah mendapat tiket, Aku mendekati mereka yang sedang duduk di bangku.
"Ayok,, kita masuk. Ayah udah dapat tiketnya, "ajaku. Dan langsung meneteng tas ransel dan menggandeng Kiki.
"Mas,, biar Nana aja yang gandeng Kiki, "katanya.
"Yah,, "Aku pun mengikuti Nana dari belakang.
"Ayah,,, Kiki mau naik itu,,,,"saat kita sudah di dalam anaku langsung menujuk ke arah permainan.
"Iyaa,, Kiki boleh naik,, "jawabku.
"Tante temenin Kiki yah, "Nana pun mengangguk.
Saat mereka berdua menaiki wahana, Aku berdiri di tiang pembatas sambil merekam menggunakan hpku.
Setelah selesai,, mereka berdua turun dan Aku hanya mengikuti kemauan Kiki yang memilih pergi ke wahana yang lainya.
__ADS_1
Setelah menaiki beberapa wahana, kita pun istirahat sejenak.Lalu Aku pergi membelikan minuman untuk mereka.
"Sayang minum dulu, "sambil Aku kasihkan botol minum pada anaku. Lalu Aku juga memberikan pada Nana.
"Kiki dah laper belum,, kita makan siang aja dulu yuk, "dan Kiki pun mengangguk.
Lalu Aku gendong anaku dan Nana mengikutiku. karena makin siang pengunjung pun makin banyak , membuat kita berjalan pun sedikit berdesakan, Aku melihat ke belakang ternyata Nana tertinggal, apa mungkin langkahku yang terlalu cepat apa ,Tanya dalam hatiku. Aku menungguinya saat sudah mendekatiku secara reflek tanganku menggandeng tanganya Nana, dan Nana pun tidak menolaknya, ya mungkin dari pada tertinggal olehku. kita sekarang justru seperti keluarga,dengan tangan satu menggendong Kiki yang satunya menggandeng Nana.
Tanganku tak melepaskan genggaman tanganku pada tangan Nana sampai di tempat makan. saat masuk Aku langsung berjalan menuju meja pemesanan. Rupanya rumah makan ini berbentuk lesehan yang tempatnya gubuk gubuk kecil sebagai tempat makanya.
Seorang pelayang mengantarkan Aku di gubuk agak pojok, setelah kita duduk seorang pelayan mencatat pesanan kita.
Setelah pelayan mencatat pesanan kita lalu pelayan pun pergi, kita duduk sambil berselonjor kaki, sedang kan Kiki langsung tiduran dan kepalanya ada di pangkuan Nana.
"Kiki cape ngga sayang,, ?"tanyaku.
"Ngga,, Kiki senang apa lagi di temani tante, "jawab Kiki dan Nana hanya tersenyum mendengarkan ucapan Kiki.
"Makasih ya Na,, mau nemenin Kiki jalan jalan, "kataku.
"Iya Mas,, ngga papa, Nana seneng kok, "sambil tersenyum dan mengusap kepala anaku Nana berkata.
"Apa Anton akan menginap,,? "
"Belum tau mas kalau sekarang, tapi kalau yang sudah sudah sih menginap, "jababnya. Aku hanya menganggukan kepalaku.
"Kalau boleh tau Nana asli orang mana,? "
"Nana asli orang Solo Mas,, "
"Oh,,, gitu. pantes orangnya lemah lembut banget, "kataku dengan suara pelan.
"Apa Mas bilang, Maaf Nana ngga denger,"
"Bukan Apa Apa,, "dan untungnya pelayan datang membawa makanan yang kita pesan, jadi Aku ngga merasa malu.
Ayo dong kaka kaka semua untuk like, komen juga votenya, biar aku tambah semangat untuk nulisnya,,,
__ADS_1