
Vino melihat Ai yang cemberut,Vino bukanya menyesal karena membuat Ai marah ,tapi Vino malah tersenyummelihat Si yang cemberut.
"Udah dong jangan cemberut terus,nanti cantiknya ilang loh,,"sambil melihat Ai di pantulan kaca.Ai sedang menyisir rambutnya yang basah.
"Biarin ngga cantik lagi juga,udah laku ini,"Vino justru tertawa mendengar jawaban Ai.
"Udah ya sayang jangan marah lagi,kita udah kesiangan ini,kita harus ke tempat kerjamu kan,ayo buruan,,Saya minta maaf deh,,yah,, udah yah,,jangan ngambek lagi,,"sambil mengusap kepala Ai dan menciumnya.
Ai lalu bangun dari duduknya,dan mengambil tas ,Vino lalu mengacungkan tanganya untuk menggandeng Ai.
Mereka jalan keluar bersama,dan turun menuju parkiran mobil.
"Sayang nanti kita beli buah yah buat di bawa ke rumah Ibu,,"saat sudah di dalam mobil.
"Iya Mas,,"
Vino membawa mobilnya menuju tempat kerja Ai,sampai di kerjaan Ai,Ai yang turun dari mobil,sedang Vino menunggu di mobil.
"Ai kamu kok tumben telat,itu pak pengawas nanyain kamu,,"kata teman Ai.
"Iya Aku akan menemuinya,Aku masuk dulu yah,,"Temen Ai mengangguk.
Ai masuk kedalam dan menemui atasanya.
"Ai kamu telat datang,tumben ada apa,,?"saat Ai sudah ada di dalam ruangan atasanya.
"Iya Pak Maaf,saya kesini mau mengantarkan surat pengunduran diri saya Pak,,ini suratnya,"sambil meletakan amplop ke atas meja atasanya.
"Kenapa kamu mengundurkan diri,,kamu sudah lama loh kerja di sini,apa kamu sudah dapat pekerjaan baru,apa ngga boleh kerja sama suamimu,,"
"Saya ngga ingin kerja lagi,karena saya ingin mengurus suami saya Pak,suami saya ngga melarang saya kerja,tapi ini keinginan saya,"
"Baik lah kalau itu sudah keputusanmu,karena kamu yang mengundurkan diri ,jadi kamu ngga dapat pesangon,"
"Iya pak ngga papa,kalau begitu saya permisi pak,"Ai lalu berjabat tangan dulu sebelum pergi.
__ADS_1
Ai berpamitan pada teman temanya ,dan bilang akan berhenti ,semuanya pun mengerti karena Ai sudah menikah.
"Sudah,,?"tanya Vino saat Ai masuk mobil.
""Sudah Mas ,,"
"Kita Pergi sekarang yah,,"Ai mengangguk.
Ai merasa sedih sebenarnya ,tapi karena sudah kewajiban istri melayani dan menurut pada suami Ai pun tidak lama lama sedihnya.
Vino menggenggam tangan Ai,Vino tau Ai sedang tidak baik baik aja.Ai lalu menyandarkan kepalanya di pundak Vino.
Vino menghentikan mobilnya di supermaket kusus buah,Vino lalu mengajak Ai turun.
"Mas ,kenapa beli buahnya di sini,di sini pasti mahal,mending yang di penjual pinggir jalan aja,lebih murah loh,,"Vino tersenyum.
"Ngga papa di sini,di sini lebih kumplit,udah yuk turun,,"Ahirnya Ai pun menurut dan turun dari mobil.
Vino mendorong troli kecil,sedang Ai melihat lihat.
"Sayang ayo pilih,mau buah apa kok diam gitu,?"
"Ibu sama Ayah sukanya buah apa,,?"
"Ayah sama Ibu semua doyan buah apa aja kok Mas,,"Vino menjawab iya.
Lalu Vino mengambil apel,jeruk ,pisang,kelengkeng,sedang Ai sedang melihat ke buah durian.
"Udah Mas,,?"tanya Ai yang mendekati Vino.
"Udah nih,,ala lagi yah Sayang,,?"
"Udah Mas,itu udah banyak kok,,"
"Kamu mau apa ,,"Ai menggeleng.
__ADS_1
"Mau durian ngga,kamu doyan kan,,?"
"Ngga usah Mas,ini udah banyak ayo kita ke kasir aja,,"Vino pun menurut dan pergi ke kasir.
Di kasir rupanya mengantri dan menunggu ada 3 orang.
"Sayang,Saya kesana bentar yah,ada yang ingin saya beli dulu,"Ai hanya mengangguk.
Vino ternyata mengambil durian super,Vino mengambil dua bulatan dan yang besar besar,satu durian harganya 250 lebih,Ai yang melihat Vino datang membawa durian sedikit mengerutkan alisnya.
"Saya pengin durian,,nanti kita makan bareng rumah Ibu yah,,"kata Vino dan Ai hanya mengangguk lemah.
Setelah membayar,Vino dan Ai masuk ke mobil,dan sekarang mau langsung ke rumah ibu.
Sampai di rumah hanya ada Ayah dan Ibu,kak Dodo sudah berangkat kerja.Ayah belum kerja lagi karena masih belum sembuh betul.
"Kok repot repot bawain kaya ginian sih Dek,"
"Itu Mas Vino yang beliin Bu,"jawab Ai sambil membawanya ke dapur bersama Ibu,sedang Ayah dan Vino duduk di sofa sambil membuka duren.
"Ayah doyan durian kan,,?"tanya Vino.
"Doyan,,ini kelihatanya enak,isinya gede gede lagi,,"
"Iya Yah,saya beli yang super,,"
Lalu Ai pun datang bersama Ibu,mereka makan durian bersama.
"Sayang ini dagingnya enak banget loh,cobain deh aaa,,,"Vino menyuapkan durian ke Ai,dan Ai merasa ngga enak karena Ibu dan Ayahnya melihatnya.
"Ayo buka mulutnya,Aaa,,,"Ahirnya Ai membuka mulutnya dan Vino menyuapinya.
"Gimana enak kan,,"Ai mengangguk.
Vino lalu mengelap bibir Ai yang terkena durian.Ayah dan Ibu tersenyum senang melihat Ai dan Vino terlihat bahagia.
__ADS_1
***Jangan lupa like,komen dan votenya,trimakasih...
Buat cerita bara dan Mira ,hari ini ngga up dulu yah,,aku lagi sibuk masak buat acara nanti malam,,,trimakasih***.....