
Aku berdiri di depan kamar mandi menunggu Vina keluar ,rasanya Aku sungguh penasaran akan hasilnya.
Ceklekk..
Suara pintu di buka pun terdengar, Aku lalu melihat Vina yang keluar dengan pelan dan diam.
"Hasilnya apa Vin,,?"tanyaku karena Vina hanya diam.
Lalu Vina menyodorkan tespeknya padaku, saat Aku mengambilnya dan Aku melihat dua garis merah dengan jelas di tespek itu.
Aku melihat ke arah Vina, dan Vina tersenyum sambil menganggukan kepalanya, Aku yang langsung tau artinya pun ikut tersenyum dan memeluk Vina dengan eratnya.
"Makasih Sayangg,, makasihhh, "sambil Aku menciumi wajah Vina tanpa henti. Dan kita tertawa bahagia bersama.
Karena saking bahagianya Aku lari keluar kamar dan mencari Ali, Ali rupanya sedang bermain dengan dua anaknya di ruang tv.
"Al,,, Vina hamil Al,,, Vina hamil anaku,, "sambil Aku peluk Ali.
"Sukurlah,,, udah ini lepas pelukanya, di lihat anak anaku itu,,,"kata Ali, Aku pun melepaskan pelukanku.
"Ada apa sih Mas Anton,, kayanya seneng banget,,, "kata Nana yang baru keluar dari dapur.
"Na,, Vina hamil,, Vina hamil anaku, Aku ngga mandul Na,, "kataku sambil mendekati Nana.
Saat Aku akan memeluk Nana karena saking senangnya,Ali langsung menarik tanganku.
"Seneng sih seneng,, tapi ngga boleh yah main peluk istriku,, "Aku hanya tertawa karena hampir aja Aku cari penyakit.
"Sory,,, ngga sengaja Aku tuh Al,, saking senengnya,,, "kataku.
"Sukur deh kalau Vina hamil,, Nana ikut senang dengarnya Mas,, "kata Nana.
Dan Vina pun keluar sambil gendong Vian.
"Sayang,,, kamu kenapa gendong Vian,, nanti dede yang di perut ketekan, kasian Sayang,, "kataku sambil mengambil Vian dari gendongan Vina.
"Kamu tuh apaan sih Mas,, ya ngga lah, "
__ADS_1
"Dia itu lagi seneng Vin,, jadi dengarkan aja apa yang dia bilang,, dari pada ribed,, "kata Ali.
Lalu setelah itu kita sarapan bersama sambil mengobrol, tapi Vina yang ngga mau makan nasi hanya makan buah seperti pisang sama apel juga minum su*su.
Vina dan Nana sedang menemani anak anak main sedang Aku mengobrol dengan Ali di ruang tv.
"Al,, nanti sore Aku pinjem mobilnya yah, buat antar Vina ke dokter,, "
"Silakan,, pakai aja, kalau mau pulang dari dokter mau sekalian jalan jalan juga ngga papa,, mumpung kamu di jogja harus puasin jalan jalan,, "
"Kayanya ngga usah jalan jalan deh,, soalnya Aku lihat Vina yang ngga mau makan kaya gitu pasti lemas, gimana mau jalan jalanya nanti,, "
"Iya juga sih,, "
Jam pun berlalu dengan cepat, dan sekarang Aku bersiap untuk berangkat ke dokter bersama Vina.dan sekitar Setengah jam kita sampai di rumah sakit, lalu kita langsung mendaftar ke suster .
Vian untungnya ngga rewel karena kita menunggu agak lama, Vian maunya jalan terus membuatku selalu mengikutinya kemana dia jalan.
Sekarang giliran Vina yang di panggil, kita pun masuk ke dalam, dokter pun bertanya tentang apa saja yang Vina rasakan.lalu Dokter mulai memeriksa perut Vina setelah Dokter tau apa saja yang Vina rasakan.
"Iya Dok Saya akan selalu menjaga mereka dengan baik,, "jawabku.
Lalu Vina pun kembali duduk di bantu suster karena Aku menggendong Vian.
"Dok Anak saya masih menyu*su,,apa harus berhenti,,? "tanya Vina.
"Iya,, Ibu harus berhenti menyu*sui karena tidak baik untuk si anak juga Ibunya,, "
"Dok apa Saya masih bisa berhubungan badan dengan istri,,,?"tanyaku karena Aku takut tidak boleh.
"Bisa,, cuman jangan sering sering karena masih sangat rawan ke guguran,, mainya juga harus halus ya Pak,, "Aku pun mengangguk.
Setelah Dokter memberi obat juga vitamin buat Vina, kitapun langsung pulang.
"Sayang,, kamu ada yang pengin di beli ngga, mumpung kita masih di luar,,? "tanyaku,saat ini kita sedang di dalam mobil.
"Vina pengin beli buah ya Mas,, sekalian kita beli yang banyak buat Nana sekalian,, boleh ngga Mas,,? "
__ADS_1
"Boleh sayang,, iya beli yang banyak sekalian nanti,, "
Lalu Aku dan Vina pun beli buah di toko buah yang ada di pinggir jalan, Aku sambil menggendong Vian ikut memilih buah apa saja yang kita ingin beli.
Setelah membeli banyak buah kita pun lanjut pulang ke rumah Ali.
"Biar Vian Mas yang gendong,, kamu jangan turun dulu,, "kataku saat sampai rumah, dan Vian tidur di pangkuan Vina. Dan Vina pun menurut.
Saat Aku dan Vina masuk ke rumah, Aku melihat Ali yang sedang menonton tv, lalu Aku menyuruhnya untuk membantu mengambil buah di mobil dan Ali pun mau.
Karena sudah malam, setelah Aku dan Ali memasukan buah ke dapur,kita pun lalu masuk ke kamar masing masing.
"Kok belum tidur,, kenapa,,? "tanyaku pada Vina saat masuk kamar melihatnya belum tidur.
"Nungguin Mas,,"Aku pun tersenyum dan langsung naik ke kasur.
"Mas,,, Vina pengin,, "Kata Vina sambil memeluku.
"Pengin apa hemmm,,? "tanyaku pura pura ngga tau,,
"Iihh,, Mas mah,,, "sambil memukul dadaku pelan,tapi Aku malah tertawa melihatnya.
"Kan sama dokter ngga boleh dulu,, "sambil ku usap pipinya.
"Kan bisa pelan pelan,, "
"Tapi Mas takut ngga bisa kontrol untuk pelan,, gimana dong,, "
"Vina yang kerja aja gimana,, Mas cukup nikmatin,, "Aku pun pura pura berfikir.
"Iihhh,,, Mas kok lama jawabnya sih,, "sambil memanyunkan bibirnya membuatku gemas.
"Ok,,, Mas hanya diam menikmatinya,, "jawabku sambil langsung mencium bibirnya.
Besok lagi yah,,, kita lihat besok permainan Vina,, jadi harus sabar ngga boleh kesel heheee...
Jangan lupa like komen dan votenya, trimakasihh..
__ADS_1