
Sampai di kamar, Ana sangat suka melihat kamarnya yang di hias sangat indah, banyak bunga mawar yang bertebaran di lantai juga di kasur.
"Apa sayang suka,,? "tanya Vian sambil memeluknya dari belakang.
"Hemmm,, sangat suka,, indah banget ya Kak kamarnya,, "sambil tangan Ana mengusap pipi Vian.
"Sekarang ganti baju dulu sanah , biar ngga ribed ,,"Ana mengangguk dan berjalan menuju tas ranselnya, dan. mengambil baju untuk ganti.
"Yang,, ganti bajunya di kamar aja yah, jangan di kamar mandi,, "
"Kok di sini, ngga ah malu di lihat kaka,, "
"Ngga usah malu, nanti juga akan terbiasa kaka melihat badanmu,, "
"Iihh,, kaka, apa sihh,,, "
"Tapi benar kan,, udah ganti baju di sini aja, biar Kaka bantu lepasin kancingnya,, "sambil mendelat ke Ana, sedang Ana memundurkan badanya karena Vian makin mendekat.
"Ngga usah menghindar hemm,,, karena sekarang ngga akan ada kata takut atau penolakan, karena sekarang Ana adalah milik Kaka seutuhnya,, "Ana yang sudah mentok ke tembok hanya bisa menundukan wajahnya karena malu.
Lalu Vian mencium kening Ana dan Ana memejamkan matanya tanda menikmatinya.
Setelah itu Vian menuntun Ana ke kasur, dan Vian membantu Ana melepaskan kancing baju kebayanya satu persatu.
__ADS_1
Setelah terlepas semuanya, Vian melempar bajunya ke sembarang, Vian tersenyum tipis melihat badan Ana yang tidak memakai baju, hanya ada pembungkus dadanya saja, Ana menutup badanya dengan tangan saat menyadari Vian terus saja menatapnya.
Ana mengambil baju yang tadi di ambilnya, dan akan langsung memakainya.
"Jangan di pakai dulu, biarkan Kaka melihatnya sebentar lagi,, "
"Iihh,, kak jangan gini ah, Ana malu,, "
"Ngga usah malu,,, kita akan terbiasa seperti ini, karena Kaka ngga akan boarkan Ana pakai baju saat ada di dalam kamar,, "
"Iiihhh,, mesummmm,, "Vian tertawa melihat tingkah Ana yang langsung mendorongnya ke belakang.
Lalu Vian pun membiarkan Ana memakai bajunya, dan lalu Ana melepaskan roknya juga. setelah itu Ana membersihkan wajahnya agar belas bedak dan yang lainya hilang.
Vian hanya melihatnya saja, Vian merasa lega karena sekarang Ana sudah menjadi istrinya.
Vian keluar dari kamar mandi hanya memakai celana pendek saja,dan telanjang dada.
"Kaka pake bajumu sih, nanti masuk angin loh karena kedinginan,, "
"Ngga bakalan ke dinginan,, karena baju Kaka sekarang ada di samping Kaka, "sambil memeluk Ana dengan kencangnya.
"Ihh,, kaka jangan kekencangan peluknya,, "Vian lalu menurut, mengendorkan pelukanya.
__ADS_1
Lalu wajah Ana ada di dada Vian, Ana mencium badan Vian yang sangat harum, sambil Ana semyum sendiri, karena sekarang Vian sudah menjadi suaminya.
"Yang,, kita mau tidur siang dulu sekarang,, "
"Iya lah kak, kita harus istirahat buat acara nanti malam, pasti akan sangat cape,, "
"Kita nyicil dulu yuk,,? "
"Nyicil, nyicil apa kak,,? "
"Nyicil ini dan ini,, "sambil nunjuk ke bibir dan Dada Ana,, "
"Kakaaa,, kenapa sih jadi mesum banget, sabar napa,, besok kita bisa lebih benas loh,, "
"Kalau yang kaya ginian mana bisa kaka sabar, apa lagi ini sudah halal dan bebas buat kita,, "
"Tapi Kaka,,, "
"Suttt,, sudah ngga usah tapi tapian, Ana tinggal diam dan nikmati saja ok, biar kaka yang kerja,, "Ana lalu mengangguk.
Lalu Vian melihat Ana yang mengangguk langsung mengangkat baju Ana ke atas, dengan tidak sabar langsung menyedot dada Ana, sedang Ana yang merasa sakit langsung teriak.
"Kakaaa,, pelan sakittt,,,, "
__ADS_1
"Maaf,, soalnya Kaka paling ngga bisa nahan soal yang beginian kalau lihat punay kamu yang,, "
Jangan lupa like komen dan votenya, trimakasih...