Aku Bukan Pebinor

Aku Bukan Pebinor
Pamit Ke Pada Ibu


__ADS_3

Hari pun berlalu, Anton menyuruhku datang ke rumahnya, karena sekarang hari libur.Aku langsung berangkat menuju rumah Anton, karena hari libur membuat jalan pun tidak macet. Entah apa yang Anton inginkan dengan menyuruhku datang ke rumahnya, karena setauku dia akan pergi tugas ke luar daerah 3 Hari lagi.


Ahirnya sampai juga Aku di rumah Anton, setelah ku ketuk pintu, ternyata Nana yang membukakan pintu itu, Aku makin ke sini justru makin merasa tak enak kalau bertemu dengan Nana.


Saat Aku melihat ke arah Nana, pasti dia selalu buang muka, sekarang Nana sedikit cuek padaku, Aku pun tidak tau masalahnya apa, tapi kemungkinan dia marah padaku pasti gara gara Aku mau untuk menikah denganya, Aku kalau Anton tidak memaksa, Aku pun tidak akan mau untuk menikahinya.


Aku di suruh untuk masuk dan duduk di sofa, Aku duduk sendiri cukup lama, tapi Anton tak muncul muncul, sedang Nana dia sepertinya sibuk di dapur.


Ahirnya karena bosan menunggu Anton Aku mencari Nana untuk menanyakanya.


"Na,, Anton kemana sih kok ngga nongol,? "


"Mas Anton tadi pergi, katanya mau ada yang ingin dia beli, "


"Trus ngapan Anton nelfon Aku suruh dateng ke sini kalau dianya pergi, "Sambil mengusap wajahku dengan tangan.


"Mas Al tunggu aja dulu, mungkin bentar lagi pulang, "kata Nana sambil menuang air panas dalam gelas.


"Ini kopinya Mas, di minum dulu, "sambil meletakan secangkir kopi di meja makan, sedang Nana melanjutkan beberes di dapur.


Aku pun duduk di kursi meja makan, dan Aku meminum kopi bikinan Nana.


"Na,,, maaf kan Aku,Aku juga di paksa Anton untuk menyetujui ide gilanya itu, Aku juga keberatan Na, tapi Anton selalu meminta tolong padaku untuk Aku mau menyetujui permintaanya, "


"Nana ngerti kok Mas,, Mas Anton memang terlalu memaksakan ke hendaknya,yang Aku takutkan kalau nanti Ibunya Mas Anton tau tentang masalah ini pasti akan menjadi masalah yang tambah runyam, kalau Mas Anton berterus terang dan mengatakanya secara baik baik mungkun Ibunya juga akan mengerti, ngga harus kaya gini, dan kita juga bisa adopsi anak, "Sambil Nana ikut duduk di bangku meja makan.


"Kalau kamu memang sudah menyetujuinya dan akan menerima pernikahan kita, Aku harap nanti kita tinggal di rumah ku saja, apa kamu mau,,, "


"Nana sih ngikut aja maunya Mas Al, "Aku pun tersenyum dan Mengangguk.


"Mas,, Kiki sama Ibu gimana kabarnya,? "


"Kiki sama Ibu sedang ke pergi ke kota S, karena adik Ibu sedang sakit,"


"Oh,,, kapan mereka pulang, "


"Belum tau,Soalnya adik Ibu masih sakit, "


Saat kita sedang mengobrol di dapur, Anton datang sambil membawa makanan.

__ADS_1


"Sori Al,, Aku tadi pergi sebentar.Sayang nih Mas beli cemilan, taro di piring gih, "Nana pun langsung bangun dari duduknya .


"Dari mana sih sampai Aku menunggu hampir 2 jam,, "kataku sedikit kesel.


"Aku abis cari penghulu buat besok kamu nikah sama Nana, "Aku kaget mendengarnya.


"Gila,, gerak cepat amat sih kamu Ton, "


"Ya lah,, biar besok kalau Aku pergi tugas, kalian sudah menikah,"Aku hanya mengangguk.


Kita bertiga pun membicarakan rencana untuk besok hari, karena besok Aku dan Nana akan menikah,dan Anton yang akan memberi talak pada Nana.


Sekitar jam 2 siang Aku pun berpamitan untuk pulang, sedang Anton dan Nana akan ke rumah Ibu Anton untuk berpamitan, karena Anton akan di pindah tugaskan kerja selama 5 bulan di luar daerah.


.


.


.


"Sayang,, dah siap belum. Mas tunggu di mobil yah,, "teriak Mas Anton saat Aku masih di kamar.


Setelah selesai Aku langsung keluar dari kamar dan langsung menyusul Suamiku yang sudah di mobil.


"Udah,,, ngga ada yang ketinggalan kan, "Aku pun menggeleng.


Mobil pun langsung berjalan.Di dalam mobil kita mengobrol tentang nanti kalau Mas Anton pisah denganku.


"Nanti Mas sering telfon, Sayang ngga boleh mengabai kan telfon Mas, "Aku hanya mengangguk.


"Kalau Sayang perlu uang apa perlu yang lainya , telfon Mas yah, jangan sungkan, "sambil mengusap rambutku.


"Kalau nanti Nana kangen gimana, "


"Kita video call dong,, "


Tak terasa kita sudah sampai di rumah Ibu, kita pun turun dari mobil dan masuk ke rumah.


"Ibuuu,,,, "Kata Mas Anton saat masuk ke dalam rumah. Aku hanya mengikuti dari belakang.

__ADS_1


"Anton,,, tumben datang ngga ngabarin, "sambil memeluk Suamiku Ibu berkata. Lalu Aku mencium tangan Ibu.


"Ayo duduk,,, "


"Anton mau pamitan Bu,, "setelah kita duduk di sofa.


"Emangnya Kalian mau kemana ,?"


"Anton di pindah tugaskan ke daerah selama 5 bulan Bu, dan Nana juga Ikut, "kata Suamiku.


"Kapan kalian perginya,,? "


"Besok lusa Bu,, "


"Kok baru ngabarin Ibu sih,, "


"Iya Maaf Bu, soalnya dari kantor memberi taunya juga dadakan,"


"Oh gitu,,, kalian Makan malam di sini kan, Ibu mau menyuruh Mba untuk masak, "Mas Anton mengangguk.


Lalu Ibu masauk ke dapur dan menyuruh Mba untuk masak,Setelah Ibu keluar dari Dapur Aku lalu masuk ke dapur, seperti biasa Aku mau membantu Mba untuk memasak.


"Nana bantu ya Mba, "kataku.


"Ngga usah lah Non, Non Nana duduk aja, "


"Ngga papa kok Mba, "kataku.


Ahirnya Aku dan Mba pun memasak, sedang Ibu dan Mas Anton mengobrol di ruang depan. selesai memasak Aku memanggil Ibu juga Suamiku untuk makan.


Kita pun makan Malam bersama.


"Nanti Ibu harap kabar bahagia dari kalian secepatnya, "kata Ibu.


"Semoga Bu, doakan saja, "


Selesai makan kita mengobrol di ruang depan, setelah melihat jam sudah pukul 9 malam, Aku dan Mas Anton pun berpamitan untuk pulang.


Jangan Luoa umtuk Like, komen dan votenya ya kak,, makasih...

__ADS_1


__ADS_2