
Anton
Pagi ini Aku akan ke rumah Al, dan hari ini Aku akan memutuskan akan ahir dari masalah.
Saat ini Aku sudah Di dalam mobil,Aku membawa mobilku cukup pelan, rasanya sungguh berat untuku, sedih dan sakit hati itu yang ku rasakan saat ini, tapi ini memang masalah yang Aku buat sendiri,jadi Aku mencoba untuk berfikir dengan jernih tidak dengan emosi.
Aku dan Nana hidup bersama selama 5 thn dengan dipenuhi kebahagiaan, walau kadang Aku memang tak bisa melindunginya saat Ibuku berkata tidak mengenakan pada Nana, entah lah Aku juga tidak tau dengan sifatku ini, Aku melihat istriku teraniaya tapi Aku hanya bisa diam dan untungnya Nana selalu bersabar, mungkin Nana sebenarnya juga sedih tapi Nana pandai untuk menutupinya.
Nana adalah istri yang penurut, sabar dan iklas menerima segala kekuranganku, tapi karena ke egoisanku ahirnya sekarang Nana berpaling dariku dan meninggalkanku seorang diri. kadang Aku berfikir kenapa Tuhan tidak adil padaku, kenapa Aku di lahirkan dengan kekurangan.Aku pun sekarang belajar untuk iklas dan menerima dengan keadaanku ini.
Dua hari ini Aku selalu teringat dengan kata kata Nana saat memohon padaku untuk mengiklaskanya untuk bersama Al, dan Nana bilang dia sangat bahagia sekarang walau hidup dengan pas pasan, memang Aku akui harta banyak tak menjamin kebahagiaan, Nana wanita baik dan pantas untuk bahagia. Dari pada hidup denganku pria mandul yang tidak bisa melindunginya saat teraniaya oleh ibuku sendiri. Apa Aku harus iklaskan Nana untuk Al,,,?
Sampai rumah Al, rasanya Aku berat sekali kakiku melangkah, tapi Aku harus kuat dan hadapi semua masalah ini.
Aku mengetuk pintu, dan Al lah yang membukakanya, lalu Aku di suruh untuk masuk, kita berdua duduk di sofa berdua, mungkin Nana sedang di kamar bersama anaknya, fikirku.
Setelah basa basi Aku pun langsung menanyakan perihal permintaanku, yang Al harus memberi denda padaku uang sebanyak 1 M, itu adalah pilihan Al sendiri agar Nana tidak Aku ambil atau Aku tuntuk Al ke penjara.
__ADS_1
Dan Al rupanya belum mendapatkan uang, Al bilang tetap tidak akan menyerahkan Nana padaku, dan Al juga bilang lebih baik di penjara dari pada kehilangan Nana, Aku melihat kesungguhan Al untuk mempertahankan Nana, Al rela di penjara hanya untuk keluarganya yang utuh.
Saat Aku dan Al berdebat, Nana keluar dari kamar, dan sambil menangis Nana berkata padaku,Aku merasakan sesak saat Nana selalu mengatakan hidup bahagia bersama Al dan keluarganya, air mataku selalu ku tahan agar tak keluar, karena mendengar setiap kata yang keluar dari mulut Nana, melihat kegigihan Al dan Nana mempertahankan keluarga membuatku tersentuh, mereka berdua benar benar saling mencintai, apa lagi saat Al memeluk Nana dan mereka menangis bersama, sungguh Aku tak sanggup melihatnya, Aku membuang mukaku untuk tidak menghadapnya, karena air mataku mengalir tanpa ku sadari, Aku secepat mungkin menghapusnya.
"Sampai kapan kalian akan berpelukan,Apa dengan berpelukan masalah akan selesai,, "kataku.
Lalu Nana dan Al melepaskan pelukanya dan menghapus air mata mereka masing masing.
"Duduk lah,, Aku mau bicara pada kalian berdua,, "kataku lagi, dan mereka berdua pun duduk di depanku.
"Apa kalian benar benar saling mencintai dan menyayangi,, "Nana dan Al mengangguk.
"Dan Aku tidak akan menuntut, semoga kalian selalu bahagia, maafkan atas keegoisanku dan perkataanku yang menyakiti kalian,, "
"Apa kamu serius Ton, kamu ngga lagi becanda kan, ngga lagi ngerjain kita kan,,? "tanya Al.
"Buat apa Aku berbohong, karena kekuatan cinta kalian yang menyadarkanku,,, jaga lah Nana dan Anak anakmu semoga kalian selalu bahagia"Al langsung mendekat padaku dan memeluku.
__ADS_1
"Trimakasih,, pasti akan Aku jaga keluargaku dengan sepenuh hatiku,,, "Aku dan Al pun saling peluk.
"Apa kamu ngga ingin berterimakasih dan memeluku,, "kataku pada Nana, Nana pun bangun dan memeluku sambil bilang terimakasih.
"Bisa kah kalaian anggap Aku sodara sodara dan bukan lagi sekedar sahabat,,"sambil melepaskan pelukanku dari Nana dan Al, karena tadi kita bertiga berpelukan.
"Iya pasti mau,, kamu adalah sodara bukan teman, dan kita akan jadi keluarga yang bahagia,,, "Kata Al.
Setelah kita mengobrol dan Aku juga mengatakan akan mengurus surat carai untuk Nana dan Nana pun menyetujuinya, Lalu Aku pun pamit, dan nanti setelah surat cerai ku urus dengan pengacara Aku mengatakan akan datang lagi.
Aku pun berpamitan untuk pulang, dan saat masuk mobil di sepanjang jalan,air mataku tidak berhenti keluar, Aku menangis sampai sesegukan, untung saja kaca mobilku hitam jadi tak terlihat dari luar Aku yang sedang menangis.
Sampai rumah Aku masuk kamar dan menangis lagi, rasanya sungguh sakit melepas orang yang kita sayang untuk orang lain, tapi Aku harus kuat, asal Nana bahagia Aku pasti iklas dan ikut bahagia.
Keesokharinya Aku datang ke pengacaraku untuk menyelesaikan surat perceraiyan.Aku meminta pada pengacaraku untuk tidak lama lama karena Aku akan kembali bekerja ke luar kota, agar Aku bisa melupakan kenangan di sini, untuk Ibuku Aku akan kabari nanto saja setelah Aku resmi bercerai.
Kaka kaka semuanya,, **Nana dan Al kan sudah bahagia nih,, gimana kita seling dengan cerita Anton bertemu jodohnya, pada setuju ngga nih...
__ADS_1
Jangan lupa like komen dan votenya yah,, makasih**..