Aku Bukan Pebinor

Aku Bukan Pebinor
Persiapan


__ADS_3

Setelah kepergian pak Rt dan bapa bapa tadi, Aku dan Vina masih duduk di ruang depan, tadi pak Rt dan bapa bapa lainya membicarakan masalahku dan Vina, karena Aku dan Vina memutuskan untuk menikah, Pak Rt justru memintaku mempercepat pernikahanya, Aku tadinya akan menikahi Vina saat sudah melahirkan, tapi pak Rt dan bapa bapa lainya menyuruhku untuk nikah siri aja dulu, dan nanti setelah anak Vina lahir baru nikah resmi.


Dan pak Rt juga bilang kalau pernikahan sirinya di percepat saja, karena katanya tidak baik kalau Aku dan Vina masih tinggal bersama tapi belum menikah. takut menjadi fitnah dan zina.


"Vin,, Apa kamu setuju dengan usul dari Pak Rt tadi, untuk kita cepat melakukan nikah siri,, "kataku, karena Pak Rt besok pagi meminta jawabanya, kalau tidak menikah secepatnya Aku dan Vina tidak boleh tinggal di sini lagi, karena akan berdampak buruk bagi desa ini.


"Vina ngikut aja Mas, kalau ini memang yang terbaik buat kita,, "sambil menundukan wajahnya.


"Apa kamu takut,? "Vina hanya diam.


"Saya tidak akan melakukan sesuatu hal tanpa izin darimu, kita memang akan menikah tapi kita akan tetap tidur di kamar terpisah, karena kita sama sama belum terbiasa, ini hanya untuk setatus kita aja agar tidak jadi fitnah di mata warga,, "Vina hanya mengangguk.


"Sudah malam tidurlah,, "kataku menyuruh Vina untuk masuk kamar.


Vina akan membereskan gelas kotor yang di meja bekas Pak Rt dan bapa lainya, tapi Aku langsung melarangnya.


"Biar nanti Saya aja yang bereskan, kamu kekamar aja,, "kataku melarang Vina.


Lalu Vina pun menurut dan masuk ke kamar, Aku lalu membereskan meja dan membawa gelas kotor ke dapur, Aku juga sekalian mencucinya.


Pagi hari Aku sudah mandi dan akan bersiap berangkat ke kantor, Aku keluar kamar dan langsung menuju dapur untuk sarapan, sepertinya Vina belum bangun karena di dapur belum ada makanan, lalu Aku tidak buang waktuku, Aku mengambil telor di kulkas dan menggorengnya.


"Maaf Mas, Vina kesiangan,, "sambil mengucek matanya dan. mendekat padaku.


"Udah kamu duduk aja,, biar ini Saya yang selesaikan,,"


"Tapi Mas,,, "


"Ngga usah bandel,duduk..."kataku dengan nada serius. Vina pun ahirnya menurut.

__ADS_1


Lalu Vina mengambil gelas dan kotak yang berisi susu, sedang Aku menyelesaikan menggoreng telurnya.Aku sedikit melirik ke arah kotak susu Vina, sepertinya susunya tinggal sedikit.


Lalu setelah matang Aku pun sarapan dengan dadar telor saja.


"Nanti jangan terlalu cape di rumah, ngga usah masak, hangatin ayam sisa semalam aja,nanti pulang kerja Saya beli lauk lagi buat makan malam,"kataku saat selesai sarapan.


"Iya Mas,, "jawab Vina, Lalu Aku pun bersiap berangkat kerja.


Saat Aku sedang memakai kaos kaki di teras rumah, Pak Rt pun datang.


"Pagi pak Anton,, "


"Pagi juga pak,, silakan duduk pak,, "kataku.


"Iya Pak Anton trimakasih,, begini pak Anton kedatangan Saya kemari untuk menanyakan gimana keputusan soal yang semalam, apa Pak Anton dan Mba Vina sudah punya jawabanya,,? "


"Iya Pak Saya dan Vina sudah menyetujui usul Bapa untuk menikah siri dulu,, "jawabku.


"Terimakasih banyak Pak,, maaf Saya jadi merepotkan warga di sini,, "kataku.


"Tidak merepotkan kok Pak Anton, kita sebagai warga kan harus saling membantu,, "kata Pak Rt.


"Baik lah pak Anton saya pamit dulu,, nanti siang Saya akan bicarakan dengan bapa bapa yang semalam ikut menemani saya kesini, dan akan mencari hari baik untuk pelaksanaan pernikahan Pak Anton dengan Mba Vina,, "


"Oh iya Pak, sekali lagi saya ucapkan terimakasih,, "sambil kita berjabat tangan.


Setelah Pak Rt pegi Aku pun langsung berangkat ke kantor menggunakan motor.


Sore hari saat pulang kerja Aku mampir restoran untuk beli makanan, setelah dapat Aku lngsung pulang.

__ADS_1


Sampai di rumah Aku sedikit kaget karena ada banyak orang, Aku yang takut terjadi apa apa langsung berjalan cepat masuk rumah, fikiranku sudah sangat jelek.


"Sore pak Anton,, "tanya salah satu ibu ibu.


"Sore Bu,, maaf ini ada apa yah, kok rumah rame gini,, "


"Oh ini kita di suruh Pak Rt untuk membantu Mba Vina beres beres rumah, karena nanti malam kata Pak Rt akan di adakan pernikahan pak Anton dan Mba Vina,, "Aku pun merasa binggung kenapa ngga ada yang mengabarinya.


Setelah itu Aku punasuk ke dalam untuk mencari Vina, dan Vina sedang ada di dapur dan juga beberapa ibu ibu.


Lalu Aku memanggil Vina untuk masuk ke kamarku, karena Aku butuh penjelasan darinya.


"Kenapa kamu ngga memberi tau pada Saya kalau acaranya malam ini,, ?"kataku sedikit jengkel. Dan Vina yang seperti takut hanya menunduk.


"Maa aaff.Vina juga tadi kaget saat ibu ibu pada datang ke rumah.Vina juga mau telfon Mas Anton mau memberi tau masalah ini,tapi Vina ngga tau no telfon Mas,,,"


"Iya juga sih,,, trus ini ibu ibu pada ngapain aja,,? "sambil membuka kancing bajuku, Aku ngga sadar ada Vina di dalam kamarku, karena Aku merasa gerah.


"Ii,, tu ibu ibu ada yang masak juga ada yang memberskan ruang depan, katanya nanti jam 7 malam,, "Vina yang melihat Aku membuka baju sedikit malu, dia menundukan wajahnya, sedang Aku yang tersadar hanya membiarkanya saja yang penting Aku ngga melepaskan bajunya.


"Hah,,, kok cepat amat,,dan itu Ibu ibu masak uang dari mana,,?"


"Itu pake uang Vina,, Mas, "


"Ya udah nanti Saya ganti uang kamu, apa kamu udah siap untuk acara akad nanti,,? "Vina hanya mengangguk.


"Ya udah kamu keluar gih,, dan jangan cape cape,, mendingan kamu siap siap aja, ini udah jam 6 soalnya,,, "Vina hanya mengangguk dan langsung keluar dari kamarku.


**Maaf kalau ada typo... Ini hanya cerita di novel ya kak, jadi ceritanya ngga ada masa idah,, maaf kalau ceritanya membuat kaka ada yang ngga suka...

__ADS_1


jangan lupa untuk like komen dan votenya, trimakasihh**...


__ADS_2