
"Kaka,,, kaka lagi ngapain,, "saura dan Vanonya yang tiba tiba nongol dari tempat duduk belakang,membuat Alana dan Vian langsung memundurkan kepalanya.
"Kamu tuh ngagetin aja,, ngapanin kamu di situ sih,, bikin kaget aja,, "kata Vian dengan matanya yang menatap tajam ke Vano.
"Orang dari tadi aja Vano lagi main game,, kaka aja pacaran kok di mobil, ngga modal amat,, "
"Apaan sih kamu tuh,, siapa yang pacaran,, liat nih Alana lagi ngobatin luka ku,, "sambil menujuk pipinya yang lebam.
Alana masih diam sambil menundukan wajahnya karena malu, Alana tidak mau menegakan wajahnya karena pasti pipinya sudah merah saking malunya.
"Oh lagi ngobatin,, kirain tadi kalian mau ciuman,, sory deh kalau gitu,, ya udah di lanjut aja Aku mau turun,, dah laparr,,, "sambil meloncar dari belakang badan Vian, dan Vano pun ahirnya keluar.
"Kenapa diam,, mau lanjutin yang tadi apa ngga nih,,? "tanya Vian.
"La,, lanjuti yang ma,, mana, "sambil terbata dan menghadap Vian.
Vian pun tersenyum mendengar perkataan Alana yang berkata lanjutin yang mana.
"Ana penginya lanjut yang mana? mau lanjut obati apa kita lanjut ya,,, "belum Vian selesai bicara Alana sudah menjawabnya. karena Alana rupanya langsung tersadar.
"Lanjutin ngobatinya,, "jawabnya cepat, sedang Alvin langsung tersenyum.
Alana yang menjadi grogi pun melanjutkan ngobatin luka Vian, dan sekarang tidak sambil meniupinya, tapi mengusapnya dengan pelan.
"Terimakasih,, "kata Vian saat Ana sedang merapikan tempat obatnya. Sedang Alana hanya mengangguk.
Saat mau ke luar Vian menarik tangan Alana.
"Ganti baju dulu, jangan pakai baju itu kalau mau main air, bajumu itu udah ketat warna putih lagi, kalau kena air itu akan tembus pandang tau ngga,, "
"Tapi Ana ngga bawa baju lagi,, "kata Alana.
"Ini pakai punyaku,, "sambil membuka tas ranselnya.
__ADS_1
"Aku keluar dulu, dan kamu ganti kaosnya di dalam saja,,, "lalu Vian keluar dari mobil.
Saat Alana keluar dari mobil, mereka sedang makan siang dan Alana pun langsung bergabung.
"Adek pake baju siapa,, kok ganti,,? "tanya Bunda.
"Kok kaya bajunya kak Vian,, "kata Vano. Dan semuanya pun menatap Alana dengan penuh tanda tanya, tapi tidak dengan Vian dia tetap lanjut makan.
"Vian yang suruh ganti pake bajunya,, "kata Alana, lalu tatapan mereka berpindah pada Vian.
Vian yang menyadari sedang di tatap oleh mereka pun langsung menjawab, "Tadi baju Ana terlalu ketat,Vian ngga suka lihatnya, jadi Vian kasih pinjam baju ,karena Ana ngga bawa baju yang lain,"setelah itu mereka pun mengangguk tanda paham.
"Kayanya kita benar benar akan jadi besan deh Ton,, "kata Ali.
"Iya nih,, semoga aja,, "jawab Anton.
Sedang yang di bicarakan hanya saling lirik.
Saat Vian dan Alana foto bersama, mereka berdua sangat kaku, membuat Vano kesulitan mencari posisi karena mereka yang ngga bisa santai.
Lalu Vano pun menyerah memfoto mereka, dan Vano langsung berlari ke pantai untuk bermain air.
"Sinih deketan, kita slfi aja,, "kata Vian sambil menyuruh Alana bergeser.
Dan para orang tua juga sedang bermain air rupanya, tinggal satu pasang ini yang belum turun ke pantai karena dari tadi belum mendapatkan foto berdua yang bagus.
Setelah Alana mendekat, Vian menarik pundaknya dan lalu dengan gerakan cepat Vian memfotonya, dan hasilnya cukup bagus.
Lalu mereka berdua pun menyusul ke pantai dan berkumpul bersama orang tua mereka.
Vian tidak main air, tapi dia memegang kamera untuk memfoto mereka yang sedang bermain air.
Setelah puas bermain air, lalu mereka semua mandi dan ganti baju, Vian selalu mengikuti Alana pergi, sampai akan masuk kamar mandi pas di toilet umum pun Vian akan ikut.
__ADS_1
"Ian,, kamu mau ngapain,, mau ikut juga ke dalam nemenin Ana ganti baju,, "Vian yang langsung sadar hanya menggeleng dan tersenyum.
Alana pun masuk ke kamar mandi, sedang Vian berdiri di depan pintunya, kenapa Vian sampai segitunya, karena Vian takut kejadian kaya tadi terulang lagi. dan karena Alana yang terahir belum mandi karena Alana terlalu asik bermain air makanya yang lain sudah selesai mandinya, Alana baru mau mandi.
Setelah semuanya rapi dan barang sudah di tata dalam mobil, mereka pun akan lanjut pulang,karena hari sudah sore.
"Vino kok kamu di tengah sih,, sanah ke belakang, ini tempat Ana,, "kata Alana saat melihat Vano yang sudah duduk di bangku tengah bersama para ibu ibu.
"Udah kamu belakang aja,, Aku pengin sama Mamih,, lagian kamu datangnya telat,, "kata Vano.
"Iihh,, Vano kok gitu sih,, udah sanah pindah belakang,, "kata Alana lagi.
"Udah Adek duduk belakang aja, ngga papa kok sama sama di mobil ini,, ayo masuk Bunda udah cape nih berdiri,"kata Bunda karena bangku Bunda yang di lipat untuk di buat jalan dulu, ahirnya Alana pun menurut dan duduk di belakang, lalu Vian pun menyusul diduk.
Setelah semuanya siap mobilpun berjalan dengan kecepatan sedang.
"Al,, kita mampir ke restoran untuk makan malam dulu nanti yah,,"
"Siap,,, "jawab Ali.
Sedang di bangku belakang, Alana seperti mengantuk dan posisi yang kurang nyaman membuatnya gelisah.
"Kepapa,, ngantuk,,? "tanya Vian sedang Alana pun mengangguk.
"Ya udah tidur,, "Alana menggeleng, "kenapa lagi,, "
"Ngga nyaman rasanya,, "lalu Vian menarik Alana agar kepalanya di tidurkan di pangkuanya tapi di kasih jaket atas pangkuan Vian agar bisa jadi bantal.
Lalu Alana pun merebahkan badanya dan kakinya berselonjor. Vian pun mengusap kepala Alana dengan sayang. Mata Vian tak pernah lepas memandang wajah Alana. Alana yang sudah memejamkan matanya pun sudah tertidur dengan pulasnya.
**Jangan lupa like komen dan votenya trimakasih...
Ngga bosen bosenya nih Aku ingetin, mampir ke ceritaku ya baru yah MENIKAH DENGAN GIGOLO MAMAH**.
__ADS_1