Aku Bukan Pebinor

Aku Bukan Pebinor
USG


__ADS_3

Selesai makan malam Aku menyuruh Vina untuk duduk di sofa ruang tv,karena Aku akan berbicara tentang kepindahanku ke kota.


"Vin,, Saya sudah terima surat kepindahanku dari perusahaan untuk kemali bekerja di perusahaan yang ada di kota,, "kataku setelah kita sama sama duduk di sofa, Vina yang tidak tau rencanaku sedikit kaget. tapi Vina masih diam dan mendengarkanku.


"Kamu mau kan ikut denganku ke kota, kita sama sama mulai dari awal, dan nanti setelah kamu melahirkan kita akan menikah secara resmi,, "kataku lagi.


"Nanti kalau kamu ingin ziarah ke makam Agus, tinggal bilang saja Aku pasti akan menemanimu ke sini, Aku tidak bermaksud apa apa, Aku hanya ingin kita mulai dari awal secara bersama sama,, apa kamu setuju dan mau hidup dengan Saya mulai dari awal, ?"


"Iya Mas,, Vina mau. Tapi bagai mana dengan Ibu Mas, apa akan menyetujui hubungan kita dan akan menerima anak yang Vina kandung, sejujurnya Vina takut Mas,, karena Vina ngga punya siapa siapa lagi,, "sambil menundukan wajahnya.


"Masalah Ibu biar Saya yang bicara, kamu ngga perlu takut, karena Saya akan selalu melindungi kamu dan anak kita,, percayalah sama Saya,, "


"Asal kamu mau menerimaku dengan segala kekuaranganku, Aku akan selalu ada untukmu,, "Vina pun mengangguk.


"Kapan kita berangkat ke kotanya Mas,, "tanya Vina.


"Besok lusa,, besok kita siap siap dan juga periksa ke dokter dulu, untuk memeriksakan kandunganmu, karena kita akan naik pesawat,, "kataku.


"Dan jangan bawa barang barang, cukup baju aja, itu juga seperlunya, nanti kita beli lagi di kota,,"kataku lagi.dan Vina pun mengangguk.


"Ya udah,, Saya mau masuk ke kamar dulu,mau nyicil beres beres baju, kamu tidur gih,, jangan tidur malam malam, "sambil bangun dari duduk.


Aku pun masuk kamar dan di kamar Aku membereskan baju bajuku untuk Aku masukan koper, takutnya besok Aku ngga sempat. Saat sedang menata baju di koper terdengar benda jatuh sangat keras.

__ADS_1


Brukkk,,,,


Aku langsung mencari dari mana datangnya benda jatuh itu, dan Aku langsung menuju kamar Vina.


"Vin,,, kamu kenapa,,, Vinaaa,,, "sambil Aku mengetuk pintu.


Lalu pintu pun terbuka, "Apa yang jatuh tadi, kamu ngga kenapa kenapa kan,, "sambil Aku masuk ke kamarnya, ini lah pertama kalinya Aku masuk ke kamar Vinda dan Agus.


"Tadi Vina ambil koper di atas lemari, tapi karena berat jadi Vina ngga kuat lalu jatuh,,, "Aku melihat koper yang terisi dengan baju baju Agus dan semua barang lainya, seperti jam, bingkai foto pernikahan dan banyak lagi tercecer di lantai.


"Kenapa ngga panggil Saya,, apa kamu hanya punya koper satu ini aja,, "Vina mengangguk dan Aku membantu membereskan barang yang berantakan.


"Ini barang Agus semua kan,,? "Vina mengangguk.


"Kalau Kamu mau bawa pilih berap biji aja,, lainya kita kita kasih orang saja, siapa tau ada yang mau,, tapi Aku minta jangan bawa foto itu, takutnya ada yang lihat nantinya saat kita di kota,,, "kataku sambil menujuk foto pernikahan Agus dan Vina.


Setelah Aku membantu memilih barang Agus yang mau di kasihkan ke orang,lalu Aku membawanya keluar dari kamar Vina, sekarang Aku masuk kamar dan melanjutkan pekerjaanku yang tertunda.


Esok paginya setelah kita sarapan, Aku dan Vina akan ke rumah sakit untuk memeriksakan kandungan Vina. tapi sebelumnya Aku mebawa karung yang berisikan baju baju Agus serta barang lainya ke rumah Pak Rt, Aku menyerahkanya agar Pak Rt mau membantuku untuk membagikanya pada warga yang mau.


Setelah itu Aku dan Vina menuju rumah sakit untuk memeriksakan kandungan Vina, Aku menggunakan motor dan membawanya dengan pelan.


Sesampainya di rumah sakit kita berdua lalu mendaftar,setelah mendapatkan no urut kita duduk menunggu panggilan. Di situ banyak ibu ibu yang sedang hamil dan mereka datang bersama suaminya juga.

__ADS_1


Aku melihat soarang suami yang sedang mengusap perut istrinya yang sedang hamil besar, rasanya Aku ingin sekali seperti itu, sampai mataku tak berkedip melihatnya. tiba tiba tanganku di ambil oleh Vina lalu di tempelkanya pada perutnya. Aku melihat ke arah Vina dan dia tersenyum sambil mengangguk,lalu Aku pun merasakan gerakan di dalam perut Vina, ternyata dede bayi nya sedang bergerak.


Saat Aku sedang menikmati mengusap perut Vina yang menjadi keras,tiba tiba ada seorang laki laki mendekatiku lalu meminta tolong padaku.


"Permisi Mas, Mba saya mau minta tolong, itu Istri Saya sedang hamil muda, dan katanya istri saya perutnya pengin di elus oleh Mas, apa Mas mau mengusapnya, tolongin saya ya Mas,, soalnya kalau istri Saya ngga di turutin nantinya di rumah suka ngambek aja,, dan maaf ya Mba kalau keinginan Istri Saya membuat ngga nyaman Mba,, "kata Mas mas yang mendekatiku sambil menujuk istrinya yang sedang duduk mengantri sama sepertiku. Aku melihat ke arah Vina dan Vina pun mengangguk.


"Ngga papa Mas,, orang yang sedang nyidam memang aneh aneh maunya,, Vina ngerti kok,"jawab Vina sambil mengusap tanganku.


"Udah sana Mas,, kasihan Ibunya, sanah usap perutnya,, "


Lalu Aku dan laki laki itu pun mendekati istrinya, Aku yang bingung harus bagai mana, lalu suaminya langsung menyuruhku duduk di sebelah istrinya dan mengarahkan tanganku pada perutnya.


"Makasih ya Mas,, semoga anaku nanti laki laki, dan mirip kaya Mas,soalnya Mas ganteng sih,,, "setelah Aku berikan usapan pada perutnya, Aku hanya tersenyum kikuk.


Setelah itu Aku duduk lagi di sebelah Vina, setelah itu Vina pun di panggil untuk masuk oleh suster.


"Sore Bapa Ibu,, silakan duduk,,"kata Dokter. Aku pun membantu Vina untuk duduk.


Lalu Aku mengatakan pada Dokter kalau Vina apa bisa melakukan perjalanan menggunakan pesawat terbang, dan Aku juga ingin melakukan USG karena pengin lihat dede bayinya di dalam kandungan. dan dari kemaren kemaren Vina dan Agus juga belum tau jenis kelamin dari sang bayi, karena selalu periksa hanya di bidan saja bukan di rumah sakit.


Lalu Dokter mulai memeriksa Vina, mulai dari tensi darah dan lainya, setelah rangkaian pemeriksaan selesai sekarang waktunya USG.Aku Dan suster membantu Vina untuk berbaring di kasur periksa.


"Wah,,, Bapa Ibu,,di sini terlihat ada monasnya, berarti laki laki ini Bap Bu anak kalian,"tanpa ku sadari Aku menggenggam tangan Vina dan tersenyum.

__ADS_1


Jangan lupa untuk like, komen dan votenya trimakasihhh...


__ADS_2