Aku Bukan Pebinor

Aku Bukan Pebinor
Keputusan Dua Keluarga


__ADS_3

Hari ini Papih Anton dan Mamih Vina datang ke jogja, mereka akan membicarakan masalah pernikahan Ana dan Vian.


Papih dan Mamih naik taxsi menuju rumah Ayah Ali, karena Ayah dan Bunda tidak tau kalau hari ini Papih dan Mamih akan jogja.taunya besok pagi baru mau datang.


Sampai di rumah Ayah pukul 5 sore, lalu Mamih yang mengetuk pintu, dan Ayah yang membuka pintu langsung kaget melihat kedatangan mereka.


"Kok kalian sudah datang ,bukanya bilangnya besok pagi,,? "


"Iya nih Al, buat kejutann,, "


"Kamu tuh,, ya udah ayo masuk,, "kata Ayah.


"Bun,, ini ada tamu,, "


"Iyaa,, "dari dapur terdengar suara Bunda.


"Ehh,, kok sudah datang, ngga jadi besok,, "


"Iya nih Jeng, Mas Anton ngajaknya hari ini,"


"Oh gitu,, ya udah yuk duduk dulu,, "


"Anak anak ke mana, kok sepi,? "tanya Papih setelah duduk.


"Ada,, mereka lagi di belakang rumah,, "


"Biar Bunda panghil mereka dulu ya Yah, sekalian Bunda mau ke dapur juga buat minuman,, "

__ADS_1


"Iya Bu, "


Bunda langsung ke taman yang ada di belakang rumah dulu untuk memanggil Ana dan Vian.


Setelah memanggil mereka, Bunda ke dapur membuat minuman. Ana rupanya membantu Bunda dulu, sedang Vian masuk ke ruang tamu.


"Pih,, Mih,, "sambil mencium tangan mereka berdua.


"Gimana kabar kamu sama Ana,, ?"tanya Mamih.


"Loh Ananya Mana,, "tanya Papih sebelum Vian menjawab.


"Itu Ana sedang bantuin Bunda di dapur dulu"Papih langsung mengangguk.


"Vian sama Ana sehat kok Mih,, "


"Sukur,, kalau semuanya sehat, "


"Maaf ya jeng adanya kaya gini,, "


"Ngga papa,, ini juga sudah cukup kok, kita yang malah jadi bikin repot,, "


"Ngga repot kok,, ayo silakan di minum dulu teh nya,, "kata Bunda.


Sedang Ana setelah meletakan cemilan, langsung menyalami Papih sama Mamih Vian.


"Sudah sehat kan sayang,,? "

__ADS_1


"Sudah Mih,, "setelah bersalaman.


Lalu mereka berenam langsung mengobrol.


"Gini Al kedatangan kita ke sini untuk memperjelas perkataan Vian yang katanya ingin menikah dengan Ana,, apa itu benar dan apa kamu merestuinya, karena mereka masih sama sama kuliah dan takutnya mereka berdua belum dewasa dan nantinya hanya mempermainkan pernikahan,, "kata Papih. semua hanya mendengarkanya dulu.


"Dan kalau kita sih dari pihak laki laki ngga masalah dan setuju setuju aja kalau memang Vian ingin menikah, tapi bagai mana sama keluargamu, apa karena terpaksa atau kenapa alasanya, sampai merestui mereka menikah,"


"Iya Ton,, kita sebagai orang tua Ana merestui mereka berdua untuk menikah, kita ngga terpaksa, ya walau rasa takut itu ada karena mereka berdua yang memang masih kuliah dan belum cukup dewasa, tapi kita sebagai orang tua juga ingin melihat anaknya bahagia kan, kemarin kita melihat Ana yang sakit dan selalu sedih membuat kita tidak tega, dan ahirnya saat kita tanyakan pada Ana apa yang membuatnya sakit, Ana menjawab karena takut Vian ingin meninggalkanya, dan Ana juga yang memutuskan ingin menikah karena Vian juga sudah mengajaknya, ahirnya kita setuju asalkan anak perempuan kita satu satunya bahagia dan ngga sakit sakitan lagi, "


"Oh begitu,, "Kata Papih sambil menganggukan kepalanya.


"Vian Papih mau tanya sama kamu, Apa yang membuat Vian mengambil keputusan ingin menikah muda, dan apa Vian sudah memikirkanya dengan sungguh sungguh, menikah itu ngga boleh untuk main main,, kamu sudah harus jadi kepala keluarga dan hatus menafkahi anak orang, apa kamu sudah memikirkanya,, bukanya Papih meragukanmu,tapi Papih hanya ingin tau apa alasan kamu yang sudah mengambil keputusan ingin menikah muda begini, karena Papih takut juga kalau Vian hanya ingin main main,, ?"


"Vian sudah memikirkanya cukup lama kok Pih, Vian memang mengambil keputusan menikah muda karena Vian takut dosa dan ahirnya membuat Papih dan Mamih juga keluarga malu,, karena Vian ngga bisa jauh dari Ana Pih, dan Vian juga takut kalau Ana di ambil orang, makanya Vian ingin menikah dengan Ana, kalau soal menafkahi Vian kan sudah mulai bekerja jadi Vian sudah ada uang gajih untuk menafkahi Ana,,"Papih pun mengangguk,,


"Lalu Ana,, apa yang membuat Ana ahirnya mau menikah dengan Vian,, "


"A,,ana,, j,,juga mengambil keputusan menerima ajakan Kak Vian untuk menikah tidak karena terpaksa Pih,, karena Ana juga ngga mau kalau Kak Vian jauh dari Ana, Kak Vian Ana lihat juga serus dan sungguh sungguh, karena Kak Vian mengajak Ana menikah itu ngga hanya sekali dua kali, tapi sudah sering Pih,, "


"Oh begitu,,baik setelah mendengar dari perkataan kalian ,berarti ini sudah yakin yah kalian untuk menikah,, "Vian dan Ana mengangguk.


"Gimana nih Al,, kita kapan menikahkan mereka,,? "


"Secepatnya saja, biar mereka ngga bikin dosa,, dan pestanya di adakan di jogja saja ya Ton, karena Aku juga ingin sekalian membuat pesta pernikahan buat Abang, "


"Oh begitu,, ya terserah kamu aja, Aku ngikut,, iya kan Mih,, ?"Vina pun mengangguk.

__ADS_1


Setelah itu dua keluarga lalu membicarakan acara pernikahan yang akan di adakan kapan dan juga tanggal dan harinya.


Jangan lupa like, komen dan votenya,, terimakasih...


__ADS_2