
Hari ini Mas Anton dan Vina akan pulang ke kota, setelah 3 hari liburan di jogja dan menginap rumahku, ya walau ahirnya ngga ngga jadi jalan jalan mengelilingi kota jogja karena ternyata Vina yang sedang hamil.
Aku cukup senang mendengar Vina yang bisa hamil anak Mas Anton, dan Aku juga senang ternyata kuasa Tuhan lebih nyata, karena vonis Dokter yang mengatakan Mas Anton mandul itu tidak benar.
Melihat Mas Anton yang hidup bahagia dengan Vina, Aku cukup senang dan ikut merasakan gebahagiaanya juga, Aku jadi tidak merasa bersalah pada Mas Anton karena telah menyakitinya, mungkin memang jodohku dengan Mas Anton hanya sebentar, dan jodoh sebenarnya itu adalah yang sekarang, semoga Aku dan mas Anton sama sama mempunyai keluarga yang bahagia sampai ajal yang memisahkan.
Aku bersukur juga hubunganku dengan Mas Anton tidak merenggang, justru sekarang kita seperti sodara, Suamiku Mas Ali pun dengan tangan terbuka menerima Mas Anton menjadi teman bahkan sekarang seperti keluarga, tidak ada perselisihan antara suamiku dan Mas Anton, memang dasarnya tadinya mereka berteman dengan sangat dekat.
Seperti sekarang mereka menikmati liburan pun tinggal di rumahku, dan selayaknya keluarga sendiri, kita pun tidak ada saling sungkan, Aku dan Vina pun sama sekali ngga ada masalah, mungkin Vina kemaren karena sedang hamil jadi sedikit sensitif, tapi Aku pun memakluminya.
"Na,, Aku mau pamit yah,, trimakasih sudah memberi tumpangan yang sangat nyaman, dan maaf selalu merepotkan,, "kata Vina saat kita sedang merapikan meja makan, karena kita habis sarapan.
"Iya,, ngga merepotkan kok,, Aku malah seneng kalian main ke sini,, "kataku sambil tersenyum.
"Besok kalau Aku lahiran kamu main yah,"
"Iya,, Aku pasti datang, kamu juga harus jaga kandungan kamu Vin biar nanti pas lahiran sehat semuanya,,"kataku,dan Vina menjawa Iya,,
Sekarang Mas Anton Dan Vina sudah mau naik mobil, dan suamiku yang akan mengantar ke bandara.
"Na,, Aku pamit yah,, makasih dan maaf merepotkanmu,, "kata Mas Anton.
"Iya ngga merepotkan kok Mas,, hati hati di jalan,"kataku,, mungkin bagi orang berbicara sama mantan suami akan sedikit canggung, tapi Aku sudah tidak merasa canggung karena Aku sudah menganggap Mas Anton adalah sodara sendiri.
Lalu Alana yang sedang di gendong olehku, menarik baju Mas Anton dan ternyata Alana ingin mencium Vian. Saat Alana sudah berhasil mencium Vian kita pun semua tertawa ,karena sepertinya Alana yang lebih agresif pada Vian.
__ADS_1
"Al,, anakmu perempuan juga ngga ada malunya,, main sosor aja,, "kata Mas Anton.
"Untung masih kecil, kalau sudah besar Aku jewer itu telinga Alana,, "kata Mas Ali. kita semua hanya tersenyum.
"Ya udah ya Na,, Kita pamit,, "kata Vina sambil mencium pipi kanan dan kiriku.
Setelah mereka pergi rumah jadi sepi, karena Kiki juga tadi sekalian ikut berangkat ke sekolah, sekarang tinggal Aku dan Alana saja.
Lalu Aku pun mengajak Alana untuk bermain dulu, karena kalau Alana belum tidur Aku belum bisa beberes rumah. Alana tadi pagi bangun jam 5 pagi, jadi nanti sekitar jam 9 dia biasanya sudah tidur lagi.
.
.
.
"Kapan Yah kita berangkat ke kotanya,,? "tanyaku saat ini kita sedang sarapan.
"Besok aja hari jumat sore sehabis Ayah pulang kerja, dan Bunda di rumah siapain keperluan yang akan kita bawa, gimana,? "
"Jadi malam sabtu besok ya Mas,,? "
"Iya,,, dan kita nanti telfon Mba Yati suruh beres beres rumah kita, jadi dari bandara langsung menuju rumah kita,, "Aku pun mengangguk.
Oh iya sedikit tentang Ibu Mas Al, Ibu sekarang sudah tinggal bersama adenya di kamungnya, karena adek Ibu yang sering sakit sakitan jadi Ibu lah yang mengurus dan merawatnya. kita sering telfonan kadang juga VC kalau sedang kangen atau sedang ingin telfon.
__ADS_1
Setelah Mas Anton juga Kiki berangkat, Aku membawa Alana ke kamar karena Aku ingin merapikan baju yang akan di bawa kekota, biar besok tidak terlalu repot mempersiapkanya.
Hari keberangkatan ke kota pun tiba, sekarang kita sudah di bandara akan naik ke dalam pesawat. Sekitar kurang lebih satu jam ahirnya kita sampai di bandara Kota, kita langsung naik taxsi untuk menuju rumah kita.
Sampai di rumah, saat masuk ngga ada yang berubah dari rumah kita, semuanya masih sama. karena hari sudah malam dan kita semua lelah kita pun masuk kamar untuk istirahat, Kiki yang sudah lama ngga tidur di kamarnya, dia jadi sedikit takut dan meminta Aku untuk menemaninya tidur, tapi Mas Ali langsung melarangnya, karena Aku kasihan jadi Aku ahirnya menyuruh Mas Ali lah yang tidur menemani Kiki. sedang Aku dan Alana tidur berdua.
Pagi pun datang,, Aku bangun dan membuat sarapan, karena Mba Yati sudah membelikan bahan masakan ,kemarin Aku memang menyuruhnya berbelanja, serta Aku mengiriminya uang sekalian. Mba Yati pun masih tetap membersihkan rumah ini seminggu sekali dan masih kita gajih.
Setelah sarapan matang, Aku membangunkan semuanya, serta Alana yang sekarang sudah 2 tahun tumbuh dengan sehat, cantik dan ngga mau diam, beda sekali dengan Kiki yang sangat kalam.
Setelah kita sarapan, lalu kita mandi karena kita akan berangkat ke rumah Mas Anton juga Vina. setelah siap kita pun berangkat.
Kita juga tidak lupa membeli oleh oleh juga kado buat anak Vina. sampai di rumahnya Mas Anton kita langsung di sambut .
"Selamat datang,,, "kata Mas Anton dan kita pun bersalaman.
"Alana sinih sayang sama papih,, ini anak Papih yang paling cantik,, "kata Mas Anton yang mengambil Alana dari gendongan Mas Al.
"Ini Abang Kiki juga makin ganteng aja,, "sambil mengusap kepala Kiki.
"Ayo kita masuk,, dede Vino sudah nunggu di dalam,, "anak dari Mas Anton dan Vina di beri nama Vino.
Lalu kita pun masuk ke dalam, dan di dalam sudah ada Ibu Mas Anton yang sedang menggendong Vino.
Kita semua saling berjabat tangandan saling peluk. kita mengobrol dengan penuh ke bahagiaan. sedang Vian juga Alana main bersama di temani Abang Kiki.
__ADS_1
**Selesai sudah cerita para orang tua,, besok lanjut ke cerita anaknya yah,, Aku sengaja ngga misahin tetap satu cerita di judul ini, karena cerita anak anaknya juga ngga jauh dari judulnya.
Jangan lupa like komen dan votenya, trimakasih**....