Aku Bukan Pebinor

Aku Bukan Pebinor
Tom Ganti Oli


__ADS_3

Aku juga sebenarnya ingin sekali menengok anaku yang ada di dalam perut Nana, tapi Aku pun menahanya, karena Nana baru sembuh dan Aku takut menyakiti dua duanya.


Tapi dasar kita emang sama sama menginginkanya, jadi Aku pun tak menyia nyiakan kesempatan ini, dan sepertinya Aku harus main halus.


Pertama Aku buka baju daster yang Nana pakai, setelah ku buka Aku usap perutnya yang sudah sangat besar.


"Sayang,,, Ayah mau tengok sebentar yah, dede jangan rewel dan diam di dalam ok sayang,,, "kataku. sedang Nana tertawa melihat ku yang sedang mengobrol dengan dede.


Lalu ciumanku naik ke atas, dan sampai pada gunung kembarnya, Aku menciumi dua duanya dan setelah itu yang satu Aku hisap dan yang satunya Aku mainkan dengan tanganku, Nana sudah mengeluarkan suara suara yang membuatku makin ber***u.


"Aaahhh,,, Masss,,, eeemmmm,,, "saat ku hisap dan ku tarik daging kecil di ujung gunung kembarnya.


Setelah puas di sana, Aku membuka kaki Nama setelah Aku lepaskan kain penutupnya. sudah basah rupanya saat tanganku merabanya apemnya.


Aku tak menyianyiakanya, langsung saja Aku melahap apem itu, Aku memainkanya dengan lidahku sambil Aku gerakan keluar masuk. Nana meremas rambutku dengan begitu kencangnya, sampai Aku merasakan perih.


Setelah puas bermain di apem, ciumanku berpindah pada bibir Nana yang dari tadi tidak mau diam, dan tanganku bermain pada gunung kembarnya..


"Mas,,, Nana pengin Tom,, "Aku hanya mengangguk.

__ADS_1


Lalu sekarang Aku yang tiduran dan Nana langsung menarik celana pendeku, dan taraaa,,,, Tom sudah berdiri dengan tegaknya.


"Hedeeehhh,,,, Tom kayanya seneng banget nih mau dapat serfis ganti oli,setelah hambir satu minggu lebih ngga menggantinya,, "kataku dalam hati. Sambil Aku menikmati setiap jilatan dan emutan dari mulut mungil milik Nana..


Aku pun hanya bisa menggeram keenakan, sambil ku usap rambut Nana.


"Bun,,, oohhh enaknya,,, "


supp,,, suppp,,, suara bibir Nana.


"Bun udahhh,,, Mas udah ngga tahan nih, nanti malah keluar dulu,,, "kataku.


"Bunnnn,,, uuuhhhh,,,, aaaahhhhh,,,, "Ahirnya Tom pun mengeluarkan banyak oli yang berwarna putih kental di tangan Nana juga ada yang di bibirnya.


"Tuh kan,,, Bunda ngga percaya sih,, maaf yah Bun Mas ke enakan soalnya,, "sambil Aku ambil tisu di meja dekat kasur, lalu Aku mengelapnya dan Nana juga mengelap yang ada di tanganya.


Setelah bersih Nana Aku suruh yang di aras, biar Nana nyaman.


Aku telentang dan Nana duduk di atasku. Nana menggerakan pinggulnya, maju mundur, dan tanganku bermain dengan gunung kembarnya.

__ADS_1


Karena sekarang di rumah ngga ada kiki dan hanya kita berdua, jadi kita bisa dengan bebas mengeluarkan suara merdu dari mulutku.


"Aahh, aaahh,, ahhh,,, "suara Nana membuatku makin menekan Tom ke dalam.


Nana tiba tiba menggerakan pinggulnya dwngan cepat dan memegang lenganku dengan sangat kencang, sepertinya kenikmatan Nana akan segera keluar, dan benar saja Nana berteriak dengan kencangnya.


"Aaaahhh,,,,,,,,uuuuhhhh,,,,,, "dan ambruk lah di badanku.


Setelah nafas Nana setabel, Aku menyuruhnya untuk tiduran, lalu Aku memasukan Tom pada apem Nana secara berlahan.


"Dan masih seperti biasa Nana pasti masih ke sakitan saat Tom masuk, padahal Aku sudah sangat pelan, setelah Tom masuk Aku mendiamkanya sesaat, setelah Nana nyaman baru Tom Aku gerakan ke luar masuk, Aku pun menggerakanya dengan pelan takut anaku di dalam kelalanya tertusuk, hehee...


Karena kelihatan Nana ngga nyaman dengan posisi seperti ini, lalu Aku menyuruhnya untuk merangkak, dan Tom Aku masukan lagi,,


Posisi seperti ini membuat Tom tidak bisa lebih lama lagi untuk tidak melakukan penembakan.


Setelah kurang lebih hanya 5 menit, Tom sudah mengeluarkan tembakan. dan Aku terkapar lemas setelahnya.


**Dikit dulu yah,,, Aku lagi repot masak buat orang kerja ngebor sumur ,,,semoga suka..

__ADS_1


Jangan lupa like komen dan votenya, trimakasih**...


__ADS_2