Aku Bukan Pebinor

Aku Bukan Pebinor
Vian Akan Pulang Ke Kota


__ADS_3

Vian yang merasakan senjatanya ada yang menusuknya di dalam inti tubuh Ana, Vian langsung mencabutnya, dan Vian merasakan kesakitan.


"Kenapa Kak,,? "tanya Ana yang melihat Vian kesakitan.


"Kenapa di dalam itunya kamu kaya ada jarumnya sih, ini punya Kaka kena dan sakit banget rasanya,, "sambil Vian melihat miliknya takut ada yang luka. dan milik Vian langsung mengecil.


"Masa sih kak,, Dokter ngga ngasih jarum kok, cuman alat kaya gitulah, dan ada benangnya,"


"Besok harus di copot, Kaka ngga mau kamu pasang alat yang membuat bahaya gitu,, "


"Tapi kak,, "sambil Ana menarik slimut untuk menutupi badanya.


"Ngga tapi tapian, kamu harus nurut sama suami, kamu mau sumimu ini selalu kesakitan kalau sedang berhubungan seperti ini,, "sambil masuk kamar mandi Vian dengan membanting pintu, Ana yang kaget hanya diam dan takut.


Vian keluar dari kamar mandi dan sudah memakai celana, lalu Vian naik ke kasur dan langsung memunggungi Ana, Vian pun tidur.


Ana yang melihatnya langsung mengeluarin air matanya, Ana jadi serba salah dan juga takut. Lalu Ana memakai bajunya dan tidur juga tanpa berani mendekati atau memeluk Vian.


Saat pagi datang Vian bangun dan setelah dari kamar mandi Vian langsung menata baju bajunya, lalu melihat ke Ana yang masih tidur dengan mata yang sembab.


Vian langsung merasa bersalah, semalam Vian mendiamkanya, pasti Ana sangat sedih. Lalu Vian duduk di samping Ana, dan mengusap kepalanya.

__ADS_1


Ana dalam hal ini memang ngga bersalah, karena ini juga usul Mamih dan Bunda, dan juga Vian ngga tau kalau ada resikonya.


"Kakkk,,, "kata Ana yang terbangun saat merasakan ada usapan di kepalanya.


Vian tersenyum, dan Ana langsung bangun dan memeluk Vian.


"Kak,, maafin Ana, Ana ngga tau kalau akan menyakiti kaka,, sungguh kakk,, "Ana sambil menangis dalam pelukan Vian.


"Iya,, Ana ngga salah,, udah sekarang Ana bangun dan mandi, kita siap siap akan pulang,, "Ana lalu melepaskan pelukannya.


Selesai Ana mandi, mereka lalu bersiap untuk pulang, Vian mendorong koper dan tangan satunya menggandeng tangan Ana.


Di dalam mobil ngga ada yang bicara, dalam Fikiran Vian ingin bicara pada Ana tentang alat KBnya, tapi Vian takut kalau Ana tidak mau melepasnya dan membuatnya sedih, sedang kalau tidak di lepas Vian pun takut untuk melakukanya lagi.


Taxsi pun sampai di depan rumah, Vian dan Ana lalu keluar, dan langsung menuju pintu. Setelah Bunda membuka pintu Ana dan Vian masuk.


"Ayo masuk,, "Kata Bunda.


"Ya Bun,, "jawab keduanya sambil tersenyum tipis.


Ayah dan Abang juga Ayu sedang mengobrol di ruang tamu, Ana ikut duduk tapi tidak dengan Vian, Vian langsung masuk kekamar sambil membawa kopernya.

__ADS_1


"Abang sama Kak Ayu kapan akan pulang ke kota,?"tanya Ana.


"Nanti sore,, kenapa,,? mau ikut,,? "Ana menggelengkan kepalanya.


"Kalau Vian kapan Dek balik ke kotanya,? "tanya Ayah.


"Adek ngga tau Yah, Adek belum tanya soalnya,, "


"Oh gitu,, "Ana mengangguk.


"Vian kok ngga keluar Dek,, coba lihat sanah,, "kata Bunda.


"Paling Vian tidur karena ngantuk karena semalam kurang tidur,, tempur terus ya Dek,, "Abang yang menjawab. Ana hanya tersenyum tipis sambil meremas tanganya.


"Abang jangan godain Adeknya gitu,, " kata Bunda lagi, semua pun tersenyum.


"Adek mau lihat kak Vian dulu yah,, "


"Ya udah sanah lihat,, kalau sedang tidur biarkan saja, biar Vian istirahat,, "Ana mengangguk.


Lalu Ana masuk ke kamarnya, dan melihat Vian yang sedang duduk di kasur sambil bersandar di sandaran kursi.

__ADS_1


"Kaka nanti sore pulang ke kota,, "Ana yang mendengarnya langsung diam mematung dan air matanya tiba tiba mengalir.


Jangan lupa like, komen dan votenya,, terimakasih..


__ADS_2