
Hari berlalu,hari ini adalah hari ulang tahun anaknya Ana dan Vian. Dan akan di adakan pesta ulang tahunya di hotel berbintang, tapi hanya keluarga saja yang di undang.
"Sayang,, anak anak sudah siap untuk pergi kan,,? "tanya Abang pada Ayu yang baru pulang kerja.
"Sudah Mas,, mereka ada di kamar bareng Ai,"sambil Ayu mencium tangan Abang.
"Ai ada di sini,, "
"Iya,, katanya hari ini lagi libur, jadi main ke sini,, "Abang mengangguk.
"Sayang,, tunggu,, kenapa wajah kamu pucat, kamu sakit,,? "sambil memegang pipi Ayu.
"Kepala Ayu hanya pusing Mas,nanti minum obat juga sembuh,, "
"Dari kapan sering pusing kaya gini sayang,,? "
"Ngga sering kok, cuman baru dua hari ini saja,, "
"Kita periksa ke Dokter sekarang yah,, "
"Ngga usah Mas, nanti minum obat juga sembuh, kita kan harus pergi nanti,, takut ngga keburu, kalau kita telat ngga enak sama Ana dan Vian, apa lagi ada Ayah sama Bunda juga,"
"Ya udah sekarang minum obat yuk, besok kalau masih merasa sakit kita ke dokter yah, "Ayu mengangguk.
Lalu Abang mengajak Ayu ke kamar, dan menyuruh Ayu langsung minum obat, dan Abang juga menyuruh Ayu untuk tidur dulu agar nanti bangun lebih enak.
"Tapi nanti yang siapain makan buat Mas siapa, "
"Ngga usah mikirin itu, Mas bisa siapin sendiri,, sekarang tidur lah,, "sambil mengusap kepala Ayu. Ayu hanya mengangguk.
Ayu pun tidur dan Abang langsung mandi, karena badanya merasa lengket setelah seharian kerja.
Selesai mandi Abang keluar dari kamar, dan Abang menuju meja makan.
"Kok Abang makan sendiri, Kak Ayu mana Bang,? "tanya Ai pada Abang,saat melihat Abang sedang makan sendirian.
__ADS_1
"Kakamu lagi sakit, tadi habis minum obat, sekarang Abang suruh tidur, biar nanti pas bangun udah enakan,, "
"Oh gitu,, emang dari kemarin Kak Ayu ngeluh sakit kepala sih Bang,, "sambil Ai mengambil minum.
"Tadi Abang ajak ke Dokter, tapi ngga mau, kamu mau pulang apa nginap di sini,, "
"Mau pulang nanti kalau Abang dan kak Ayu pergi,, "
"Ngga usah pulang, ikut kita aja nanti, biar ada yang bantu jagain Kaka apa Adek ,,"
"Tapi Ai ngga bawa baju Bang,, "
"Pakai baju itu aja bagus kok,, apa pinjam baju kakamu sanah, siapa tau ada yang muat,, "
"Oh,, jadi maksud Abang Ai gemuk gitu,, "
"Kamu yang bilang kan, Abang ngga bilang kamu gemuk,, "
"Ya itu tadi bilang,, "Ai lalu pergi menuju kamar anak anak, sedang Abang tersenyum tipis melihat tingkah adik iparnya.
Ai dengan Ayu wajahnya sangat mirip, tapi cuman beda di badan, Ai itu ngga gemuk cuman berisi, sedang Ayu memang badanya dari dulu kecil.
Sampai di Hotel, semua keluarga sudah berkumpul, Kaka yang baru sampai ingin pipis langsung meminta Ai menemaninya ke toilet.
"Ante,, buruan kaka dah pengin pipis,, "sambil menarik tangan Ai menuju toilet.
"Iya kaka,, tapi jangan lari nanti jatuh,, "
Lalu sampai di depan toilet Ai merasa bingung.
"Kaka bisa kan pipi sendiri,, "
"Ngga bisa ante,, kaka ngga bisa buka celananya,, "
"Aduh gimana nih,, kan Ante ngga boleh masuk ke dalam,, Ante lepasin aja yah celananya dari sini,, "
__ADS_1
"Tapi kaka malu ante,, "
"Ngga usah mau,, kan Ante cuman lepas ininya aja, "sambil Ai melepaskan kancing celana dan reksletingnya.
"Udah sanah masuk,, "Kaka lalu masuk dan Ai menunggu di depan pintu masuk toilet laki laki.
"Eh,, kamu lagi ngapain berdiri di sini,, kamu mau ngintipin yah,, "kata Vino dari arah belakang yang mengagetkan Ai.
"Siapa yang mau ngintipin orang ,Aku ini sedang,, kamuu,,, "kata Ai saat melihat wajah orang yang tenpo hari menyerempet motornya.
"Apa,,, kamu mau ngintipin kan, buktinya kamu berdiri disini,, "rupanya Vino tidak paham dengan Ai.
"Aku sedang menunggu keponakanku yang sedang ada di dalam,, enak aja main tuduh,, orang sok kaya sombong lagi,, "
"Ehh,, kamu ngapain ngatain Aku, kenal juga ngga,, siapa kamu sih beraninya ngatain Aku,"
"Kamu ngga inget sama Aku,, Aku yang kemarin hari di serempet mobil olehmu, sampai lututku luka,, nih lihat,, "Ai sedikit croboh ,niatnya menujukan bekas luka tapi karena Ai pakai dres cuman di bawah lutut jadi pahanya pun sampai terlihat.
"Oh jadi kamu cewe itu,, ngga perlu lihatin Aku kaya gitu, Aku ngga peduli, Aku udah ganti rugi kasih kamu uang kan,, pake pa*ha dilihatin gitu juga, iihhh Aku ngga na*fsu tuh sama cewe kaya kamu,,"Ai langsung melototkan matanya,
Untung Kaka cepat keluar, kalau tidak mereka bisa lanjut berdebat.
"Anteee,, Kaka udah,, "Ai langsung tersadar dan langsung membantu memakai celananya kak Ari.
"Ari,,, "kata Vino.
"Eh Om Ino,, om mau pipis juga,,"Vino menjawab iya.
"Kak Ari ini pengasuh Kak Ari,,? "sambin menujuk ke Ai. Ai sudah membulatkan matanya.
"Butan Om,, ini Ante Kak Ari, adek Mamah,, "Vino langsung mengerutkan Alisnya.
"Apa,, enak aja pengasuh,, ayo Kak kita pergi dari sini,, "Kata Ai yang langsung mengajak Ari untuk pergi.
Sedang Vino tersenyum tipis melihat kepergian Ai dan Ari.
__ADS_1
"Manis,,, pantas Aku dari kemarin melihatnya seperti Aku pernah lihat,, rupanya kamu adek iparnya Abang kiki,, "kata Vino sambil melihat kepergian Ai.
Jangan lupa, like komen dan votenya trimakasih...