
"Sifa mau apa sayang heemmm,, "sambil Abang menciumi pipi bayi yang baru bisa merangkak.
Sedang si bayi hanya tersenyum kegelian saat Abang menciuminya.
"Sifa jangan rewel yah,, harus jadi anak yang sehat dan kuat, biar bisa jagain Mamah,, "Abang terus saja mengajak Sifa mengobrol,sedang Ayu dan Intan masih mengobrol dengan serius.
"Ini sudah malam,, kamu tidur di rumahku aja gimana,, besok baru kamu bisa pulang ke jogja,,"kata Ayu.
"Sebenarnya Aku sedang bingung Yu,, Aku maunya cari kerja di sini, Aku malu sama orang tuaku kalau Aku pulang ke jogja,, "
"Malu kenapa,,? "
"Kemarin orang tuaku sudah melarangku untuk balik ke kota untuk menemui Mas Bintang, tapi karena Aku memikirkan nasib Sifa nantinya, membuatku menentang keinginan orang tuaku, Aku bingung Yu,, "
"Mau cari kerjaan dengan lulusan SMA sepertinya juga susah, belum nanti beli susu buat Sifa dan bayar pengasuh, Aku bingung Yu,,, "sambil mata Intan menatap kedepan dengan pandangan kosong.
"Kalau kamu punya kemauan dan keinginan yang kuat pasti bisa,,Aku bisa bantu cari kerjaan kalau kamu mau,,? "Abang yang dari tadi mendengarkan perkataan Intan pun ikut bicara.
"Makasih,, tapi Intan ngga mau merepotkan orang Mas,, "
"Kan kita teman,, kamu teman Ayu berarti temanku juga,, sesama teman kan bisa saling bantu,, "
"Iya benar Tan,, sesama teman harus saling bantu,, kamu coba aja dulu, nanti setelah di coba kamu merasa ngga nyaman kan bisa udahan, tapi kalau kamu nyaman kan bisa lanjut,, "
"Trus buat Aku tinggal gimana, belum nanti Aku harus cari pengasuh, Aku ngga punya uang,, "sambil menundukan kepalanya sedih.
"Aku aja tadinya mau pulang ke jogja, mau jual cincin pernikahan,, karena Aku ngga punya uang,, "Abang yang melihatnya menjadi iba,perempuan yang harusnya sedang menikmati masa masa kerja tapi harus menanggung beban yang sangat berat.
"Biar nanti Aku yang bantu urus,, kamu ngga usah kuatir,, "kata Abang yang membuat Intan dan Ayu langsung menatapnya.
"Maksud Mas apa,, Intan ngga mau merepotkan orang Mas,, "kata Intan.
__ADS_1
"Aku hanya ingin membantumu, karena Aku kasihan sama Sifa, dari pertama kali Aku melihat Sifa di pesawat Aku sudah menyukainya,, jadi jangan menolak bantuanku karena Aku membantumu karena semata mata untuk Sifa,, "kata Abang, sebenarnya bukan seprti itu maksud Abang, Abang rupanya merasa simpatik dan kasihan sama Intan, tapi agar Intan mau menerima bantuanya jadi Abang beralasan karena Sifa, ya walau pun memang Abang juga merasa sudah suka sama Sifa.
"Apa sebelumnya kalian pernah bertemu,,? "tanya Ayu dan Intan pun mengangguk.
"Waktu Aku ke marin datang ke kota, di pesawat Aku duduk dengan Mas Kiki, dan dia juga yang membantuku saat Sifa rewel di pesawat,, "Ayu pun mengangguk.
"Sekarang sebaiknya kita cari kos kosan untuk kamu tinggali,, ini sudah semakin malam, tidak baik anak kecil terkena angin malam terlalu lama,, "
"Iya Tan,, bener kata Mas Kiki,, "
"Trus di mana mau cari kos kosanya,,? "tanya Intan.
"Di dekat rumahku aja yuk, di sana banyak kos kosan yang lumayan murah,, "
"Ok ayo kita ke sana,, kalian berdua naik taxsi ,Aku ikutin dari belakang,, "kata Abang.
Lalu mereka naik taxsi,sedang Abang mengikutinya dari belakang.
"Yu,, apa dia pacarmu,,? "tanya Intan pada Ayu.
"Kenapa ngga di buat pacar saja,, carilah perhatianya,dan buatlah dia nyaman bersamau,pasti Dia langsung bilang cinta padamu,, "
"Tapi sayangnya Aku ngga punya keberanian seperti itu,,"sambil tersenyum. dan mereka berdua tertawa bersama.
Dan sekarang sampailah mereka di depan rumah Ayu, Ibu dan Ayah yang pernah bertemu Intan pun sangat kasihan.
"Nak Intan tinggal aja di sini bersama kita,, "kata Ibu.
"Terimakasih Bu,, Intan ngga mau merepotkan,, "jawab Intan.
"Bu,, Ayu mau temani Intan cari kos kosan dulu yah,, "kata Ayu pada Ibunya.
__ADS_1
"Iya,, itu Sifanya tinggal aja sinih sama Ibu, biar Sifa tidurnya enak,, "
"Apa tidak merepotkan Ibu,, "kata Intan.
"Ngga,,sinih Ibu gendongin,, "
Lalu setelah Sifa di gendong Ibu Ayu, mereka bertiga berjalan mencari kos kosan yang dekat dengan rumah Ayu.
"Yang Ini aja Tan,, kamar mandi ada di dalam, dan dapur juga tersedia dan letaknya tidak jauh lagi dari kamar, jadi lebih enak kayanya,, "
"Tapi yang ini harganya lumayan loh Mas,, Cari yang lebih murah dulu aja dulu gimana,, "kata Intan.
"Kalau murah tempatnya ngga nyaman buat apa,, mending yang langsung mahal tapi enak di tempati,, udah ngga usah pilih lagi,, ini lebih nyaman untuk Sifa,,, "
"Udah nurut aja,, mungkin benar yang di katakan Mas Kiki,biar Sifa kalau kamu tinggal ke dapur apa ke kamar mandi itu tidak lama,, kan tidak setiap kamu melakukan aktifitas Sifa di bawa kan,, "Ayu pun menambahi.
"Ya udah deh kalau menurut kalian ini lebih baik,, "ahirnya Intan pun menurut.
"Ini ada uang 10 juta, buat keperluan kamu dan Sifa, besok sore Aku akan datang lagi untuk membantumu membuat lamaran kerja,,"sambil memberikan uang yang ada di dalam amplop pada Intan, Intan sedikit tidak enak tapi Abang meletakan amplip ke tangan Intan.
"Tapi Mass,, ini terlalu banyak,, "
"Ngga papa,, pake aja dulu,, "
"Besok kalau Intan dah kerja, pasti Intan akan ganti,, trimalasih ya Mas,, "Abang hanya mengangguk dan tersenyum.
Setelah itu Ayu menemani Intan untuk membayar kamar yang akan di tempati, sedang Abang menunggu di luar sambil menerima telfon dari Bundanya, setelah Ayu dan Intan selesai, baru mereka bertiga kembali ke rumah Ayu.
Lalu Abang pun langsung pamitan ke pada kedua orang tua Ayu untuk pulang.
"Hati hati di jalan ya Mas,,, dan terimakasih untuk semuanya,, "Abang tersenyum.
__ADS_1
"Iya,, sampai jumpa besok,, malamm,, "kata Abang dan setelah itu, Abang pun pergi.
Jangan lupa like, komen dan votenya, trimakshh...