
BEBERAPA TAHUN KEMUDIAN.
Abang dan Ayu sudah mempunyai dua anak, pertama laki laki dan yang kedua perempuan,yang laki laki berusia 5 tahun dan yang perempuan baru satu tahun, Sedang Ana dan Vian masih satu karena Ana dan Vian sengaja belum memberi adek untuk anaknya.
Ana dan Vian sudah punya rumah sendiri, Vian masih bekerja di perusahaan keluarga, Anton memberikan setengah sahamnya untuk Vian, tadinya Vian tidak mau, tapi Anton tidak mau dengar penolakan,ahirnya Vian. pun menerimanya, sedang Vino dia paling banyak dapat saham perusahaan, dari keluarga juga dari milik Anton, tapi Vino tidak bemerja, Vino menjadi anak yang sedikit bandel, hanya bisa hura hira dengan temanya.
Ayah Ali dan Bunda Mama masih tinggal di jogja, mereka menikmati masa tuanya di sana, dan ada juga Ibu Ayah Ali yang tinggal bareng sekarang.
Sedang Anton dan Vina, tidak beda dengan Ali dan Nana, mereka menikmati masa tuanya dengan bahagia, tapi bahagia dalam rumah tangganya, tidak dengan mengurus anaknya Vino yang selalu buat masalah. itu membuat Anton dan Vina sedikit setres.
Sedang jabatan Abang di kantor juga sudah menjadi manager bagian promosi.
"Pa,, pa,, pah,, banunn,,, "kata anak bayi perempuan yang cantik sedang menaiki badan Abang, dan menyuruhnya untuk bangun.
"Iya,, ini Papah udah bangun,,, cium dulu,, "kata Abang,, sambil memeluk anak gadisnya.
Lalu anak cantik itu pun mencium Papahnya dengan sayang.
"Pah,, ini sudah jam 6,buruan mandi nanti kamu telat ke kantor loh,, "
"Iya,,,sayang Papah mandi dulu yah biar wangi,, "kata Abang sambil bangun.
"Ya,, ya,, ya,,, "jawab bayi cantik itu.
Abang lalu mandi, sedang Ayu menyiapkan baju buat Abang kerja.
"Mamahh,,, tolong pakein kancing baju kaka dong,, "sambil masuk ke kamar Abang, anak laki laki yang lebih banyak mirip ke Ayu kesusahan memasang kancing baju sekolahnya.
"Sinih sayang Mamah pakein yah,, "lalu Ayu. memakeikan kancing bajunya.
__ADS_1
Abang selesai mandi dan langsung bersiap, sedang Ayu membawa kedua anaknya ke luar dari kamar dan menuju meja makan.
Kaka Ari dan Dede Luna pun sudah duduk, tinggal menunggu Papahnya datang, Ayu sudah menyiapkan piring berisi makanan pada piring masing masing.
"Ayo sebelum makin kita harus apa dulu sayang,, ?"
"Harus berdoa dulu Mah,, "jawab si kaka.
Abang pun datang dan langsung duduk, mereka berempat sarapan bersama. hidup Abang sungguh bahagia, punya istri yang cantik dan sangat keibuan, juga dua anak yang lucu lucu.
"Papah berangkat dulu ya Mah,, "Abang berpamitan pada Ayu, kalau ada di depananak anak pangilan mereka pun menggunakan kata Mamah dan Papah, tapi kalau tidak ada anak anak pangilang mereka beda lagi.
"Iya Pah,, hati hati di jalan yah,, "
Lalu Kaka juga berpamitan pada Ayu dan adeknya, setelah itu Abang dan kaka pergi bersama. sekarang di rumah tinggal ada Ayu dan adek, tapi nanti pukul 8 mba Yati selalu datang membantu.
"Pagi kak,,, "sapa Aisah, Aisah adalah adek perempuan Ayu, sekarang sedang kuliah semester ahir dan juga Aisah bekerja di minimarket sebagai kasir, Aisah bekerja untuk biyaya kuliahnya sendiri karena tidak mau merepotkan orangtuanya.
"Pagi Ai,, tumben kesini pagi pagi, ada apa,,? "tanya Ayu pada adeknya.
"Ngga ada apaapa, Ai cuman pengin main aja, soalnya kangen sama adek,, adek,, sinih sayang sama Anti, Anti kangenn,,, "sambil menggendong Adek dan di ciuminya.
"Sudah sarapan belum Ai,,? "
"Sudah Kak, tadi Ibu bikin nasi uduk,, "
"Kok Kaka ngga di bawain sih, "
"Hehee,, lupa,, orang tadi buru buru kesininya,"
__ADS_1
"Kenapa buru buru,,? "
"Kak Anto rese sih,, "adek Ayu yang satunya lagi.
"Kalian sudah pada besar, tapi kelakuan kaya anak kecil, ribut mulu,, "Ai hanya tersenyum.
Sekitar jam 10 Ai pun berpamitan pada Atu untuk pergi ke kampus,Ai mengendari motor metiknya dengan kecepatan sedang.
Saat di jalan yang cukup ramai, tiba tiba Ai di tabrak serempet mobil, dan membuat Ai jatoh ke jalan, untuk Ai jatuhnya ke pinggir kalau ke tengah bisa bisa Ai tertabrak mobil lainya.
"Aduhhh,,, "orang yang melihatnya lalu menyuruh mobil yang menyerempet Ai untuk berhenti.
"Mas itu yang kesrempet mobil Mas terluka, Mas nya jangan main kabur dong, ayo turun, "kata Bapa bapa yang mengentikan mobil mewah yang menyerempet Ai.
Lalu Mas nya pun turun dan mendekati Ai yang sedang kesakitan karena lututnya luka.
"Saya sedang ada urusan, jadi saya kasuh anda uang untuk berobat, tadi Anda juga salah karena membawa motirnya terlalu tengah dan sangat pelan,, ini ambilah,, "sambil mengeluarkan uang dari dompetnya, dan. memberikanya pada Ai.
"Saya tidak butuh, saya hanya ingin anda minta maaf sama saya, karena saya tadi tidak salah dalam membawa motor saya,, "
"Saya tidak akan meminta maaf, karena saya juga merasa saya benar,, "sambil meletakan uang berwarna merah di atas motor.
"Bapa bapa semuanya dia hanya luka di lututnya saja, saya sudah memberinya uang cukup banyak untuk sekedar beli obat,jadi saya sudah tidak ada lagi urusan,, permisi,, "lalu Mas itu pun masuk lagi ke mobilnya.
"Dasar sombong,,, ganteng tapi sifatnya ngga seganteng orangnya, "kata Ai dalam hatinya yang terus menatapnya.
**Jangan. lupa lik, komen dan votenya, trimakasih..
Aku juga mau tambahin cerita kehidupan adek Ayu dan adeknya Vian yah,, semoga suka**,,
__ADS_1