
Siang hari Ai makan siang sendiri,dan Rumah masih terlihat sepi karena belum pada pulang,Ai makan sangat sedikit karena makan nasi rasanya malas.
Ai lalu menuju belakang rumah lagi,Ai duduk di bawah pohon yang rindang,dan sebelumnya sudah memetik buah jeruk 10 biji.
Ai menikmati jeruk sendirian dengan angin yang sangat sejuk.
"Ai,,kamu lagi ngapain,,?"tanya Ana yang tiba tiba datang.
"Eh kak Ana,,Ai lagi makan buah jeruk,"Ana lalu duduk di sebelah Ai.
"Wah ini enak banget pastinya,pasti sangat segar,,"
"Iya Kak,ini.memang enak,seger banget,apa lagi baru petik dari.pohonya,,"Ana lalu melihat ke pohon jeruknya.
"Wah iya,bisa Ana minta nih nanti buat bawa pulang,,"
"Iya Kak,Ai juga mau nanti kalau mau pulang,mau minta sama Mamih,,"keduanya sibuk makan jeruk.
Lalu Vian datang sambil.menggendong lala.
"Sayang,,kamu belum.makan siang loh,jangan makan jeruk banyak banyak,itu asem.loh,,"kata Vian.
"Ngga asem kok Mas,coba kamu cicipin,lala mau sayang,sinih sama Mamih,,"Lala langsung turun dan Ana mau memangkunya.
"Setop,,Lala jangan di pangku,dudukan aja di kursi,Mas ngga mau kamu kecapean ,kasihan anak kita yang ada di perut,"kata Vian
Ai yang mendengarnya sedikit bingung,karena Vian bilang anak yang ada di dalam perut.
"Kaka hamil,,?"tiba tiba Ai berkata.Ana tersenyum dan mengangguk.
"Iya kita habis dari dokter,dan Dokter bilang kalau Ana lagi hamil 5 minggu,"
"Selamat ya Kak,semoga Ai juga cepat hamil,"
"Amin ,,semoga kamu cepat nyusul juga yah,"
Vian lalu masuk ke dalam,saat baru jalan dua langkah,Lala menanhis ingin ikut Papahnya.
"Mas,,Lala mau tidur siang deh kayanya dah ngantuk nih,"
"Ya udah yuk sama Papah,kita tidur siang,"Vian lalu menggendong Lala dan menuju kamar.
"Kaka pasti seneng yah hamil lagi,?"
"Ya seneng ngga seneng,"
"Kok gitu jawabnya,?"
"Ya karena Ana jadi ngga bisa kerja,padahal Ana pengin kerja loh,buat apa coba kita kuliah tapi ngga memanfaatkan ilmu yang kita dapat,"
"Kaka ngga kerja juga ngga kekurangan apaapa kan,ya udah kak nikmatin aja,mau gimana lagi,"
"Ya iya sih,emang Mas Vian ngga ngizinin Ana kerja,makanya Mas Vian ingin Ana hamil lagi,"Ai tersenyum.
Mereka mengobrol sambil makan buah jeruk,dan tidak terasa sudah satu jam lebih mereka berdua duduk di bawah pohon.
__ADS_1
"Kalian sedang ngapain,,?"Mamih datang mendekat.Rupanya Mamih sudah pulang.
"Mamih sudah pulang,?"
"Iya,,Ana sudah lama datang,?"
"Sudah dari satu jam yang lalu Mih,"
"Vian sama Lala mana,,?"
"Lagi tidur,,Mih,,"
"Kalian makanin jeruk habis banyak gitu,,?"kedua menantu Mamih mengangguk.
"Kalian sudah makan,"
"Ai sudah Mih,tapi kak Ana belum,"
"Ana makan dulu sanah,biar perutnya ngga sakit,"
"Tapi Ana lagi ngga enak makan Mih,rasanya malas,,ngga enak dan nek,,"
"Kok gitu,,nanti sakit harus di paksa dong,"
"Kak Ana lagi hamil Mih,"Mamih langsung membuka matanya lebar.
"Serius,,,Ana lagi hamil,"Ana mengangguk.
Mamih langsung tersenyum senang dan memeluk Ana dengan bahagia.Ai melihatnya sedikit iri,karena Ana sudah hamil dan dirinya belum.
"Mas,,"kata Ai tersenyum tipis.
"Mamih dan Kaka kenapa,kaya bahagia banget,,,?"
"Kak Ana hamil Mas,"Vino langsung melotot.
"Serius,,?"Ai mengangguk.
Ke empatnya lalu masuk dan langsung duduk di sofa,Mamih langsung bilang ke papih kalau Ana hamil,Papih juga terlihat bahagia.
Dan memeluk Ana dengan sayang,Vian dan lala turun karena terbangun,di bawah berisik,mamih sangat heboh saking bahagianya.
"Wah,,Lala cucu oma mau jadi kaka yah,"Mamih langsung menggendong Lala.dan di dudukanya di sofa dekat Papih.
Ai duduk diam sambil melihat kebahagiaan mamih dan papihnya yang akan dapat cucu lagi.
"Oh iya Mamih lupa,tadi Mamih beli sesuatu untuk Ai,"Mamih lalu membuka tasnya,dan mengeluarkan sesuatu.
"Ai coba kamu pake ini,"sambil memberikanya pada Ai.
"Ini apa Mih,,?"tanya Ai.
"Itu alat buat tes kahamilan,"Ai melihat ke Vino.
"Kata Mamih kamu seperti orang yang sedang hamil,,"
__ADS_1
"Masa sih,,Mas,,"
"Wah kita bisa barengan sih Ai,kamu bisa ngga pake itu,,?'Ai menggeleng saat Ana bertanya.
"Ana bantu yuk,"
"Iya sanah,Ana bantu Ai,biar jelas hasilnya,"Ai lalu bangun dari duduknya dan menuju kamar mandi bersama Ana.
Ai merasa takut,takut tidak hamil dan mengecewakan kedua mertuanya.
"Kak,Ai takut,"
"Takut kenapa,,?"
"Takut Ai ngga hamil,Ai aja ngga ngga ngerasain apa apa,kok Mamih bisa bilang kalau Ai hamil,"mereka sudah ada di kamar mandi.
"Kamu sudah telat datang bulannya belum,"Ai mengingat ingatnya.
"Harusnya Ai tanggal 10 sudah dapat Kak,"
"Ini kan sudah tanggal13 berarti kamu sudah telat,coba kita tes aja dulu,nanti kalau hasilnya samar di periksain ke dokter aja ,"Ai mengangguk.
Lalu Ai di ajari Ana memakai tespek.setelah itu mereka menunggu lima menit,Ai masih deg degan sedang Ana menunggu di luar kamar mandi.
"Gimana hasilnya,,?"saat Ai keluar dari.kamar mandi Ana langsung bertanya.
"Aaaaaa,,selamat yah,,"Ana langsung memeluk Ai dengan senang.
Vino dan Vian langsung lari saat mendengar Ana yang teriak,takut ada apa apa.
"Ada apa,,?"tanya keduanya.
Ana memberikan Hasil tesnya pada Vino."Istrimu pisitif,,,"kata Ana Vino.melihat dua garis merah dan langsung tersenyum.
Vino langsung memeluk Ai dengan sayang,dan menciumi kening dan wajah Ai.
"Udah ayo kita keluar,pasti Mamih sama Papih sudah menunggu kita,"kata Vian,lalu mereka pun keluar.
"Gimana hasilnyaa,,?"Mamih.langsung mendekati.
"Vian memberikan tespeknya pada Mamih,dan Mamih melihatnya langaung senang dan teriak kegirangan.
"Pihhh,,Ai positif,kita mau nambah cucu dua sekaligus,,"Mamih langsung memeluk Sumainya,keduanya justru yang menangis.karena merasa bahagia.
Mamih dan Papih memeluk Ai dan Ana,Vino dan Vian tersenyum bahagia.
"Papih akan kasih hadiah pada kalian,kalian.minta apa sebutkan saja,"Papih langsung bilang ke Ai dan Ana.
"Kita ngga pengin apa apa Pih,kita minta doanya aja agar kita selalu sehat sampai.lahiran nanti,"kata Ana.
"Iya pih benar kata Kak Ana,,"
"Itu pasti,papih akan selalu.mendoakan untuk kalian,tapi untuk hadiah ini Papih akan tetap kasih,,kalian.minta apa sebutkan saja,,"
Ana dan Ai melihat ke arah suami sumi mereka.dan para suami mengangkat bahunya menandakan terserah apa mau mereka.
__ADS_1
Jangan lupa like,komen dan votenya trimakasih...