Aku Bukan Pebinor

Aku Bukan Pebinor
Pengin Nengokin Dede


__ADS_3

Dua bulan ini Vian tidak datang ke Jogja, karena dia bilang sibuk kuliah dan kerja. Ana pun memakluminya,yang penting tiap malam masih bisa vc an.seperti malam ini Ana dan Vian sedang vcan.


"Sayang,, kok wajahmu tumben pucat gitu,, kamu sakit,, ?'


"Ngga kok kak, cuman agak pusing dikit,, "


"Minum obat sayang, biar ngga makin parah,, "


"Iya udah Kak, tapi Ana malas makan,, rasanya ngga enak gitu,, "


"Besok Ajak Bunda ke Dokter yah, Kaka kuatir kalau kamu sakit,, "


"Iya,,besok periksa,, "


Setelah mengobrol cukup lama telfon pun di sudahi.


Pagi harinya Ana bangun tidur merasakan kepalanya yang pusing. dan perut yang mual, Ana lalu lari ke kamar mandi untuk memuntahkan isi perutnya.


Setelah selesai muntah Ana keluar dari kamar menuju dapur, Ana ingin minum teh pahit.


"Adek kenapa,, kok pucet gitu, Adek sakit,,? "tanya Bunda, Sedang Ana duduk di kursi meja makan.


"Kepala Adek sakit Bun, perutnya juga mual, Adek pengin teh hangat tapi yang pahit,, "sambil menjatuhkan kepalanya di meja.


"Biar Bunda bikinkan ,, nanti kita ke Dokter aja yah, takutnya makin parah nantinya,, "


"Tapi Adek harus kuliah Bun,, "


"Libur dulu kan ngga papa, sehari ini,, "Sambil memberikan gelas teh ke pada Ana.


"Ini minum biar lebih enakan,, "Ana langsung meminumnya.


Setelah minum teh hangat perut Ana lebih enakan." Bun Adek pengin makan roti isi coklat yang di panggangg,, tapi Bunda yang buatin yah,, "


"Tumben,, ini Bunda udah bikin nasi goreng telor cepolok kesukaan Adek loh,, "


"Adek ngga mau,, itu Bau,,,"sambil menutup hidungnya saat Bunda meletakan nasi goreng di depan Ana. Ana langsung pergi sambil membawa gelas yang berisi teh hangatnya.


Bunda hanya menggelengkan kepalanya, lalu membuat pesana Ana. Ana masuk ke kamar untuk rebahan lagi, rasanya kepala Ana muter muter makanya Ana penginya tiduran.


"Adek,, ini roti panggangnya sudah jadi, di makan yah mumpung masih hangat,, "

__ADS_1


"Iya Bunda,, sinihin aja Ana mau makan sambil tiduran, kepala Ana pusing banget,, "


Bunda lalu meletakan piring yang berisi Roti di dekat Ana, Ana langsung memakanya.


"Enak banget ini Bun,, "sambil menggigit roti terus.


"Ya udah habiskan saja, nanti ngga usah kuliah kita ke Dokter aja yah,, "


"Iya Bunda,, "


Bunda lalu keluar dan menuju kamar.di kamar,Ayah sedang memakai baju karena akan berangkat kerja.


"Yah,, Ade lagi sakit, nanti Bunda mau antar ke rumah sakit yah,, "


"Adek sakit,, sakit apa Bun,,? "


"Katanya kepalanya pusing,dan mual gitu,, "


"Bunda ngga coba kerikin, siapa tau masuk angin,, "


"Iya nanti Bunda kerikin,, Ayah udah siap belum ,kalau udah kita sarapan yuk,, "


Sedang di ruamh Abang, Abang sedang menyiapkan sarapan buat Ayu juga buat sendiri, Ayu sekarang sudah tinggal tunggu hari lahiran. dan perutnya sudah besar, dan Abang makin siaga.


"Sayang,, ayo sarapan,, "Ayu baru saja keluar dari kamar.


"Iya Mas,, maaf ya Mas jadi repotin Mas,, "sambil berjalan mendekati Abang.


"Ngga kok,, Mas ngga merasa di repotin, ini kan buat Kamu juga anak kita, jadi ini sudah kewajiban Mas juga ,buat jagain kalian,, "Sambil mengambilkan nasi buat Ayu. Ayu tersenyum senang.


"Sekarang kita makan yuk,, "Ayu pun mengangguk.


Selesai sarapan Abang bersiap untuk bekerja, Ayu di rumah bersama mba Yati, Mba Yati pulangnya nanti saat Abang sudah pulang kerja, Mba Yati di suruh Abang untuk menjaga Ayu.


Sore hari saat Abang pulang dari tempat kerjanya, Mba Yanti pun pulang.


"Mas,,, cape yah,,? "saat melihat Abang yang langsung menjatuhkan badanya di sofa dan langsung menyandarkan kepalanya di sandaran sofa.


"Ngga,, Mas hanya haus,, "


"Ya udah Ayu ambilin minum dulu yah Mas, "

__ADS_1


"Ngga usah nanti Mas aja yang ambil,, kamu duduk aja ,, "


"Ngga papa Mas, biar Ayu ambilkan,,"Ayu langsung masuk ke dapur untuk mengambil minum.setelah itu membawanya ke Abang segelas air minum.


"Ini Mas,, minum lah,, "Abang lalu mengambilnya.


Ayu menggigit bibirnya sambil mendesis, dan mengusap perutnya.saat sudah duduk di sofa.


"Sayang kamu kenapa,,? Apa ada yang sakit,,? "Abang melihat Ayu seperti kesakitan.


"I,, ini Mas,, anakmu dari siang gerak terus,"Abang melihat ke arah perut Ayu yang gerak gerak, lalu mengusapnya.


"Sayang anaknya papah kenapa,?kangen yah sama Papah, ini Papah sudah pulang sayang, udah dede tidur yah sekarang, ini papah usap usap,, kasian Mamah kesakitan, bobo yah,,"sambil mengusap juga mencium perut Ayu setelah mengajak mengobrol.


Setelah dede bayi sudah tenang, Abang mengajak Ayu ke kamar. Ayu lalu naik ke kasur, sedang Abang bersih bersih di kamar mandi.


"Mas,, Ayu belum bikin makanan buat makan malam,, Mas pengin apa buat makan malam,,? "kata Ayu saat Abang keluar dari lamar mandi.


"Ngga usah buat makanan, biar nanti Mas pesan saja yah,, "jawab Abang sambil memakai baju.


Abang lalu naik ke kasur, dan tiduran sambil mengusapi perut Ayu.


"Perkiraan Dokter kita seminggu lagi akan bertemu dede ya Yang,, "


"Iya Mas,,minta doanya ya Mas, agar nanti saat Ayu lahiran, dede sama Ayu dua duanya sehat, "


"Iya pasti Mas doakan,, agar kalian berdua sehat,, dan saat persalinan nanti lancar, "


"Makasih ya Mas, "Abang tersenyum.


"Sayang,, kata Dokter kan biar persalinanya lancar harus sering di tengokin, boleh ngga malam ini Mas nengok dede,, "


"Emang Mas ngga cape apa,,? "


"Kalau masalah kaya gitu sih malah kalau lagi cape langsung hilang capenya,, "


"Masa sih,, "


"Iya,,, boleh yah malam ini Mas nengok dede, "Ayu pun mengangguk, Abang langsung tersenyum senang.


Jangan lupa like, komen dan votenya, trimakasih..

__ADS_1


__ADS_2