Aku Bukan Pebinor

Aku Bukan Pebinor
Menuju Puncak


__ADS_3

"Bun,,, "panggil Mas Al padaku saat membuka pintu kamar.


"Iya Yah,, Bunda lagi nenin dede Alana dulu,, "kataku saat Mas Al sudah masuk kamar.


"Udah bobo belum dede Alananya,, ?"sambil duduk di sampingku.


"Udah,, tapi dede belum mau lepasin nenya, jadi belum pulas,, "jawabku.


"Dede kaya Ayah ya Bun,, kalau mainan ini ngga mau berhenti,, "sambil jari Mas Al mengusap gunung kembarku.


"Mas,,, kamu tuh iseng banget sih,, nanti dede jadi bangun,, jangan ganggu dulu sanah Mas bersih bersihh,,gih, "kataku karena kita habis pergi makan di luar.


"Iya,,, eh iya Bun,, Bunda kan kemaren sudah KB, jadi Ayah bisa dong malam ini minta ,,"sambil mengedipkan matanya.sebelum masuk kamar mandi.


Hari kemaren memang Aku sudah KB, karena kata Mas Al, Alana masih kecil jadi buat jaga jaga Aku di suruh KB, karena dari terahir Mas Al buka puasa setelah 40 hari, Mas Al belum berani menyentuhku lagi, karena takutnya keenakan dan tidak sadar Mas Al menembakan benihnya di dalam. Aku pun kasihan melihat Mas Al yang sering uring uringan kalau malam, dan ahirnya kemaren Aku pun di antar Mas Al untuk ke bidan untuk KB.


"Iya,, nanti Tom Bunda akan serfis, udah sana Mas bersih bersih dulu,, "jawabku.


"Yessss,,,, "Mas Al kegirangan sambil masuk kamar mandi.


Aku pun ikut tersenyum sambil geleng geleng kepala, melihat Mas Al begitu gembira. Alana sudah melepaskan nenya betanda sudah nyenyak tidurnya, lalu Aku taro di box nya. setelah itu Aku menyiapkan baju ganti buat Mas Al tidur. Setelah itu Aku ke dapur untuk mengambil minum.


"Dari mana Bun,,? "tanya Mas Al saat Aku masuk kamar.


"Habis ambil minum,, "lalu gelas Aku taro di meja, dan sekarang gantian Aku yang akan bersih bersih.


"Bun,, pakai ini dong,, "Sambil memberiku baju yang kurang bahan.


"Mas,,, ngga perlu ah,, ngga usah macam macam, lagian pakai baju mana aja nanti Bunda juga bakalan di lepasin semua ini, sama Ayah,, "Lalu Aku langsung masuk kamar mandi, pasti Mas Al kecewa padaku karena ngga nurutin kemauanya nih,, fikirku.


Selesai bersih bersih, untuk menebus rasa bersalahku pada Mas Al karena ngga mau pakai baju darinya, lalu Aku menebusnya dengan tidak memakai baju, hanya memakai kain penutup apem dan penutup gunung kembarku.


Saat pintu kamar mandi Aku buka, Mas Al sedang duduk di bangku tempatnya untuk menggambar, dengan pelan Aku berjalan mendekatinya, lalu Aku memeluknya dari belakang, sambil ku cium pipinya.


"Masih lama ngga gambarnya, kalau masih lama Bunda mau pakai baju, soalnya kalau ngga pakai baju gini Bunda kedinginan,, "kataku berbisik di telinga Mas Al.

__ADS_1


Mas Al langsung berbalik, dan melihatku yang ngga pakai baju hanya pakai dalaman saja, langsung tersenyum.


"Ngga pakai lama,, "katanya sambil menggendongku. Aku sedikit kaget dengan kelakuan Mas Al.


Lalu Mas Al menidurkanku di atas kasur dengan pelan, dan Mas Al langsung naik ke kasur dan mengungkung badanku.


"Makasih,, Ayah sangat suka melihat Bunda seperti ini,,"sambil mengusap pipiku.


"I LOVE YOU,, "lalu mencium keningku.Aku pun tersenyum mendengarnya, dan tanganku Aku kalungkan ke lehernya.


Berlahan Mas Al mencium bibirku, dan Aku menyambutnya dengan rasa yang sangat nikmat, kita saling ******* bibir dan saling mengecap,, sampai Aku ahirnya kualahan mengimbangi ciuman Mas Al yang makin menuntut. dan Mas Al pun melepaskan ciumanya karena melihatku yang sudah kualahan mengimbanginya.


"Eeemmmm,,,, Mass,, "lalu tanpa ada jeda sebentar pun, ciuman Mas Al turun keleherku. di jilatinya ,lalu di hisap dan di gigitinya kecil kecil, Aku hanya menikmati permainan Mas Al.


Sekarang Aku sudah tidak memakai dalaman lagi, semua yang menempel di badanku sudah Mas Al lepaskan dan di lemparnya entah kemana, setelah tadi Mas Al bermain cukup lama dengan apemku, sampai Aku merasakan pelepasan yang sangat nikmat hanya dengan permainan bibir, lidah dan jari tangan Mas Al, rasanya Aku seperti terbang di awang awang karena sangat menikmati pelepasanku.


"Bun,, sekarang giliran Tom yah,, "Aku hanya mengangguk.


"Aahhhh,,,, Massss,, "saat Tom masuk ke dalam apemku.


Aku mencengkram seprei dengan sangat kencang, karena menahan Tom yang masuk ke dalam.


Setelah masuk semua Mas Al mendiamkanya dulu, menunggu Aku sedikit tenang. dan Mas Al mencium bibirku agar membuatku kembali bergairah dengan tanganya sambil mengusap usap gunung kembarku.


Setelah Aku sudah kelihatan ber*airah lagi, Mas Al menggerakan pinggulnya dengan keluar masuk, dan setiap gerakan Mas Al dengan Tomnya Aku selalu mengeluarkan suara de*ahanku.


"Aahhh,,, aaahhh,,, aahhh,, Yah,, eeemmm,, "Mas Al kembali melu*at bibirku.


Dan gerakan Mas Al makin cepat,,


"Bun,,, Ayah sudah ngga tahan, ini rasanya sangat nikmat,, "berbisik di telingaku sambil menciumi telingaku juga.


Aku pun sama rasanya sunghuh nikmat,,


Lalu Mas Al menyuruhku ganti posisi, Aku di suruhnya merangkak. dan kalau sudah posisi seperti ini Tom keluar masuk dengan enaknya.

__ADS_1


Setelah Tom masuk semua, Mas Al langsung menggerajanya, sambil kedua tangan Mas Al berpegangan pada pinggulku.


"Oohhh,, Bunnn,, Ayah sudah ngga kuat,, "


Saat kita sama sama sedang menuju pucak, tiba tiba Alana menangis.. tapi hanya tangisan rengekan.


Ooeee,,, oooee,,,


Karena kita sama sama sudah ingin melakukan pelepasan, Mas Al dengan cepatnya menyelesaikanya.


"Maaasssss,,,, aaahhh,, "teriaku di susul oleh Mas Al..


"Oooohhhh,,,,,, "dan nafas kami berdua sama sama memburu. rasa kepuas pun kita rasakan bersama.


Mas Al langsung menarik Tom dari Apemku.


"Mas,, lihatin Alana dulu yah,, Bunda mau bersih bersih dulu,, "kataku sambil menuju kamar mandi dengan te**njang.


Setelah Aku bersih bersih dan gunung kembarku Aku cuci juga, lalu Aku memakai baju, dan keluar dari kamar mandi.


"Dede popoknya sudah penuh Bun,, jadi dede merasa ngga nyaman,,"kata Mas Al sambil mengganti popok Alana.


"Udah selesai belum Mas pasang popoknya,,? "tanyaku saat mendekat.


"Udah,, Mas mau bersih bersih dulu,, "Aku pun mengangguk dan menggendong Alana untuk Aku kasih nen.


"Tidur lagi nggga Bun Alana nya,,? "


"Tidur,,"sambil Aku pindah kan ke box dengan hati hati.


"Sukur deh kalau Alana tidur, semoga ngga bangun lagi sampai pagi,, "Aku tersenyum karena mengerti maksud dari Mas Al.


Kalau Alana terbangun pasti lama lagi tidurnya, dan ahirnya kita gantian jaga.


"Kita tidur yu Bun,, "lalu kita pun naik ke atas kasur dan lanjut untuk tidur, lalu Mas Al memeluku.

__ADS_1


Jangan lupa untuk like, komen dan votenya, makasihhh..


__ADS_2