
Saat mereka menikmati kenikmatan bersama, tanpa mereka sadari Vian menembakan laharnya di rahim Ana, karena mereka sama sama menikmati sampai tidak ingat kalau Vian tidak pakai pengaman.
Ana yang teringat saat Vian sudah jatuh di atas badanya.
"Kak,, kaka ngga pakai pengaman kan, ya Tuhan kaka,, awas,, "Ana langsung mendorong bada Vian dan Vian jatuh ke samping.
Lalu Ana masuk ke kamar mandi, Ana lalu jongkok dan meniram dengan air sower ke arah inti tubuhnya, berharap lahar Vian keluar dari dalam.
"Kaka,, kenapa tadi ngga di buang di luar sih, "saat keluar dari kamar mandi sambil cemberut.
"Maaf Kaka lupa, soalnya enak banget tadi,, "
"Ini masa subur Ana loh kak, Ana baru selesai datang bulan dua hari lalu,, "sambil memakai bajunya.
"Ya mau gimana lagi, kalau kamu hamil ya berarti itu udah rezeki yang Tuhan kasih buat kita,, "
"Tapi kan kita udah sepakat untuk nunggu Ana lulus kuliah dulu baru punya Anak,, "
"Kaka tau,, tapi kan ini kita ngga sengaja, trus mau suruh gimana lagi, kaka tadi kan bilang ngga ingat, kalau ingat juga kaka buang di luar kan, "
"Udah jangan ngambek, lagian kalau hamil udah ada suami ini, jadi ngga usah takut kan, "
"Bukan masalah takutnya kak, tapi nanti Ana kalau kuliah sedang hamil pasti susah,, "
"Kalau kamu nanti keberatan punya anak alasan kuliah jadi susah, kalau benar hamil kamu gugurkan aja, gampang kan,, "nada suara Vian sudah naik.
"Kak,, kamu tuh ngomong apa sih, kaka nyuruh Ana bunuh anak sendiri,, "Ana emosi.
"Bukanya kamu yang bilang hamil nyusahin kalau kamu kuliah, itu sama saja kamu secara tidak langsung mau buang anak kamu sendiri,, "lalu Vian membanting pintu kamar mandi, setelah masuk ke dalam.
Ana yang kaget langsung menjatuhkan badanya di kasur.dan langsung menyadari kesalahanya saat tadi bicara pada Vian. Vian keluar dari kamar mandi langsung ke arah pintu untuk keluar dari kamar.
Vian menuju dapur untuk mengambil minum, setelah minum Vian duduk di sofa ruang Tv. Vian belum mau masuk ke kamar karena dalam hatinya belum bisa meredam emosi.
Sekitar satu jam Ana menunggu Vian di kamar tapi Vian belum juga datang, lalu Ana yang ingin tau Vian sedang apa, Ana keluar dari kamar.
Ana melihat Vian yang tertidur di sofa, lalu mendekatinya.
"Kak,,, Kak Vian,, bangun kak,, tidur di kamar yah,, "sambil mengusap penggung Vian.
"Hemmm,,, "kata Vian sambil bangun dan duduk.
__ADS_1
Lalu Vian bangun dan berjalan menuju kamar. Ana mengikutinya dari belakang.
"Kak,, kaka masih marah,, maafin Ana yah,"sambil memeluk Vian dari belakang, karena Vian membelakangi Ana.
"Tergantung,, "
"Tergantung gimana maksudnya,, "
"Kamu yang tadi bikin kita ribut kan,"
"Iya,, Ana yang salah,,maaf yah,, "sambil memeluk Vian dan mengusap lengan tanganya.
"Ya udah,, kita tidur aja sekarang, Kaka ngantuk,, "Ana mengangguk.
Ana dan Vian bangun saat mendengar ketukan pintu.
"Iya Bunda,, "kata Ana menjawab panggilan Bunda.
"Sudah malam sayang,, bangun dan kita makan malam yuk,, "
"Iya,, Ana sama Kak Vian nanti keluar, "setelah itu Bunda pun pergi.
"Udah jam berapa,,? "tanya Vian sambil mengucek matanya.
"Oh,, Kaka mau ke kamar mandi dulu yah, "
Setelah itu Ana dan Vian keluar dari kamar dan menuju meja makan, lalu mereka makan malam bersama.
Sedang di rumah Abang, Ayu baru selesai memasak sambil di temani Abang. Walau perut Ayu sudah besar tapi Ayu masih aktif.dan Abang sebagai suami siaga selalu membantu.
"Cape,, "?tanya Abang saat sudah duduk.Ayu menggeleng.
"Ngga,, ini kan udah biasa, ayo makan Mas, "sambil mengambilkan nasi buat Abang.
Abang dan Ayu pun makan malam bersama, kehamilan Ayu sekarang sudah masuk bulan ke 7 dan sudah besar, Bayi yang di kandung Ayu adalah laki laki.
Selesai makan Ayu di larang beres neres, Abang mengajaknya langsung ke kamar,sampai kamar Ayu langsung ganti baju tidur.
"Sinih naik ke kasur,biar Mas pijitin,, "sambil meneluk kasur.
Ayu pun menurut, naik ke kasur lalu tiduran, Abang langsung memijit kaki Ayu.
__ADS_1
"Enak,,,? "Ayu mengangguk.
Abang terus memijit kaki Ayu, dan terus naik, sampai di pa*ha Ayu merasa kegelian.
"Mas,, jangan ke atas, geli ah,, "
"Masa geli,, bukanya enak,, "sambil tersenyum mes*um.
"Mass,,, geli ah,"sambil menyingkirkan tangan Abang.
Abang lalu beralih mengusap perut Ayu,sambil bajunya di naikin ke atas.
"Mas boleh jenguk ngga,, udah lama loh Mas ngga jengukin dede,, "sambil terus mengusap perut Ayu.
"Eh,, Dede gerak loh, hai sayang ini Papah,, dede jangan rewel yah di dalam, Papa pengin jenguk soalnya,, "Ayu melihatnya hanya tersenyum.
Abang langsung menciumi perut Ayu, dan ciuman itu terus naik ke atas, dan baju Ayu juga di lepaskan agar lebih leluasa.
Dada Ayu sekarang terlihat lebih besar, dan membuat Abang makin suka memainkanya. Ayu dan Abang pun melakukan penyatuan dengan penuh kenikmatan.
Sedang di rumah Ayah, Ana dan Vian sekarang sedang tiduran sambil mengobrol.
"Kak,, kaka mau berapa hari di sini,? "sambil tangan Ana bermain di dada Vian.
"Besok sore kaka pulang ke kota,, "
"Kok cuman bentar sih,, "
"Iya,, kaka harus kuliah sama kerja, kalau kelamaan di sini nanti kaka di pecat sama kuliahnya tertinggal materi banyak ,,"
"Ana masih kangen,, "
"Kaka juga selalu kangen,, tapi mau gimana lagi,, apa kamu mau pindah kuliah, biar kita selalu bersama,, "sambil tangan Vian mengusap rambut Ana.
"Saat ini Ana belum kefikiran, tapi Ana akan fikirkan,, "Vian pun tersenyum mendengarnya.
"Mau main lagi ngga,,? "tanya Vian.
"Ana mau,, tapi kaka pakai pengaman mau ngga, biar ngga kaya tadi,, "Vian lalu berfikir.
"Baik lah,, kaka akan pakai,, "Ana langsung tersenyum senang.
__ADS_1
Jangan lupa like komen dan votenya, trimakasih..