
Vian dan Alana sedang menikmati kebahagiaan bersama ,beda dengan Abang yang melihat Ayu sedang melamun sambil duduk di bangku yang ada di teras belakang rumah.
"Ada apa kok ngelamun,,?"tanya Abang yang ikut duduk di samping Ayu.Ayu yang kaget hanya menggeleng sambil senyum.
"Kita sudah nikah dua bulan,tapi kok Ayu belum hamil juga ya Mas,,,"sambil menghadap Abang.
"Kenapa jadi mikirin itu sih,,Kan Mas udah pernah bilang masalah itu jangan terlalu di fikirkan,kita baru nikah dua bulan kan,dan kita serahkan saja semuanya pada yang di atas,,"sambil Abang menggenggam tangan Ayu.
"Tapi Ayu takut buat Mas kecewa,,"Abang menggeleng.
"Mas ngga punya fikuran begitu,mungkin Tuhan belum mempercayakan anak pada kita karena kita di suruh menikmati masa masa pacaran yang halal,kita kan kemaren juga ngga pacaran,jadi Tuhan mungkin memberi kita waktu agar saling tau sifat dari kita masing masing dan tentang yang lainya,sudah jangan di fikirkan lagi yah,kita nikmati masa pacaran halal kita aja,,"Abang pun memeluk Ayu.
"Mas,,ini kan hari libur ,boleh ngga kalau Ayu main ke rumah Ibu,,?"sambil mendongakan wajahnya.
"Boleh,,nanti aga siangan yah,nanti Mas anatar,,"
"Trimakasih ya Mas,,"Ayu memeluk Abang dengan kencangnya karena merasa senang.
"Wangi banget rambutnya,,habis keramas yah,,?"saat Abang menciumi rambut Ayu.
"Hemmm,,Ayu sudah selesai datang bulan,,"
"Berarti Mas boleh minta dong,,?"sambil melepas pelukanya.Ayu hanya mengangguk.
Abang yang merasa senang langsung menggendong Ayu masuk ke dalam rumah,dan masuk ke kamar.
"Kita bikin dede ok,,"saat meletakan Ayu di atas kasur.
"Tapi pelan ya Mas,,"
"Siap sayang,,"sambil Abang melepaskan baju Ayu.
Sedangkan Alana dan Vian yang masih di kamar Hotel ,mereka masih bermesaraan.
"Kak,,jangan.takut kita kebablasan,,"saat Vian akan melepaskan kaos Ana.
"Ngga,,Kaka janji,hanya main di atas saja,,"
__ADS_1
"Tapi Kak,,Ana takut,,"
"Takut apa,hemmm,,,kalau kita sampai melakukanya dan kamu hamil,Kaka malah suka.pasti kita nanti akan di nikahkan,,,"
Bukkk,,,
Ana memukul badan Vian dengan bantal.
"Aww,,,kok Kaka di pukul sih,,"
"Lagian ngomongnya sembarangan,,"
Vian langsung menarik baju Ana ke atas,tapi Ana terusas saja berontak,tapi namanya tenaga laki laki ,Ana tetap saja kalah.
"Kaka,,,jangan,,"sambil Ana menarik slimut untuk menutupi baguian tas badanya yang bajunya sudah terlepas.
"Kaka ngga akan turun ke bawah,kaka hanya mau main di atas aja,,"
"Tapi kaka,,tetap saja ini ngga boleh,,kita takut ke bablasan,,,"
Slimut pun terlepas,Vina langsung memegang kedua tangan Ana agar tak berontak.
"Na,,,sudah diam lah,,kalau seperti ini Kaka seperti akan memper**sa kamu tau ngga,sudah diam yah,,Kaka janji ngga akan sampai bawah,,"
Ana ahirnya diam dan tidak berontak lagi,tapi Air mata pun mengalir dari matanya,melihat Ana yang menangis,Vian langsung bangun dari atas badan Ana ,dan langsung masuk kamar mandi sambil membanting pintu dengan keras.
Ana yang kaget langsung menangis ,dan menarik slimut untuk menutupi badanya.
Vian di kamar mandi cukup lama,ada sekitar setengah jam,rupanya Vian di kamar mandi sedang mengguyur kepalanya yang terasa panas,Vian aja tidak tau kenapa setiap bersama Ana selalu aja ada dorongan na*fsu yang sangat besar.
Vian di kamar mandi sambil memaki diri sendiri.
"Bodoh,,bodoh,,,Vian,,kenapa kamu nyakitin hati Ana,,kenapa kamu mau memaksanya,,,"kata Vian sambil mengguyur kepalanya.
Sedang Ana di luar sedang memakai bajunya kembali dan merapikanya,Vian juga sudah selesai dari mandinya,lalu keluar dari kamar mandi.
"Ana pengin pulang,,"kata Ana sambil menunduk saat Vian keluar dari kamar mandi.
__ADS_1
Vian tanpa bicara langsung mengambil kunci dan keluar dari kamar,sedang Ana mengikutinya di belakang tanpa ada kata dari mereka berdua.
Sampai mobil dan sampai di perjalanan menuju rumah,mereka berdua pun tidak ada yang bicara.
Ahirnya mereka sampai rumah pukul 2 siang,dan.mereka berdua pun turun dari mobil langsung masuk ke rumah.
"Loh,,kok sudah pulang,kirain Bunda pulangnya sorean nanti loh,,"
"Iya Bun,,kepala Ana tiba tiba sakit,,"
"Oh gitu ,,ya udah sanah istirahat,,"Ana pun masuk ke kamar tanpa bicara pada Vian.
Sedang Vian juga bilang pada Bunda mau ke kamar dulu,Vian yang merasa bersalah ingin sekali bilang maaf pada Ana,tapi Ana sepertinya sangat marah padanya jadi Vian pun memutuskan bolang maafnya nanti aja.
Jam 5 sore Ana belum juga keluar dari kamar,dan Vian yang ingin bicara hanya bisa menunggu.
Vian mengobrol bersama Ayah dan Ibu di ruang tv,dan saat mengobrol Hp Vian bunyi tanda panggilan,dan ternyata dari Papaih,dan Papih mengatakan kalau Nenek Vian sakit.
"Yah,Bun,,Vian harus balik ke kota nih,Nenek sakit dan sudah di bawa kerumah sakit,,"
"Ya Tuhan,,ya udah pulang aja,,Vian siap siap gih sanah ,"Vian langsung masuk kamar dan.merapikan barang barangnya.
"Om,,Tante Vian pulang dulu yah,,"
"Kamu ngga pamitan dulu sama Ana ,?"
"Ana mungkin.masih sakit deh Bun,,nanti Vian telfon apa kirim pesan aja,,"
"Oh ya udah kalau gitu,"
"Ayo Om anatar ke bandra,,"
"Ngga usah Om,,Vian ngga mau repotin biar Vian naik taxsi aja,,"
"Ngga repotin kok,,ayo berangkat,,"ahirnya Vian pun mau di antar Ayah,sebelum pergi Vian melihat ke arah kamar Ana yang masih tertutup.Lalu Vian pun keluar mengikuti Ayah.sebelum pergi Vian.mencium tangan Bunda dulu.
Jangan.lupa like,komen dan votenya.makasih..
__ADS_1