Aku Bukan Pebinor

Aku Bukan Pebinor
Menjelskan


__ADS_3

"Mas,, demi Tuhan Nana ngga pernah meminta uang pada Mas Anton sepeserpun,, kenapa Mas Al sampai berfikiran Nana yang meminta,, itu Mas Anton yang mengirimi Nana, tanpa Nana minta Mas,,, "kataku sambil memegang tangan Mas Al. dan Mas Al masih diam.


"Nana ngga pernah punya fikiran atau ketakutan kalau Mas Al ngga bisa bayarin lahiran, Nana sangat percaya dan yakin kalau Mas Al pasti sudah menyiapkanya untuk lahiran nanti,,, "Aku memeluk Mas Al dari samping dan Mas Al yang masih tetap diam.


"Maaf hp Bunda hancur,, besok Mas akan belikan ,,"


"Ngga papa hp Nana hancur, ngga usah di belikan lagi juga ngga papa, asal Mas ngga marah dan percaya pada Nana itu sudah cukup untuk Nana,, "sambil Aku mendongakan wajahku.


"Nana ngga mau lihat Mas mendiamkan Nana kalau marah, lebih baik Mas maki maki Nana atau pukulin Nana saja, tapi Nana ngga mau kalau Mas marah trus diamkan Nana dan suka ninggalin Nana,,, Nana takut Mas kalau Mas seperti itu,, "sambil mataku mengalirkan air mata.


"Maafff,,, "hanya kata maaf saja yang keluar dari mulut Mas Al, dan setelah itu memeluku.


Jam sudah menujukan pukul 11 malam, dan Mas Al mengajak masuk ke kamar, kita pun masuk kamar dan tidur.


Aku terbangun jam 4 pagi karena ingin pipis, Aku bangun dengan pelan takutnya Mas Al ikut bangun.


Selesai dari kamar mandi Aku naik ke kasur lagi, tapi mataku lama tidak mau terpejam, Aku memiringkan badanku dan menjadi saling hadap dengan Mas Al, ku pandangi wajah tenangnya saat tidur, tapi berbeda saat sedang marah sangat seram.


Ku usap wajahnya sambil Aku tersenyum,, laki laki yang hanya dimanfaatkan oleh Mas Anton yang sekarang justuru sering kali membiat hatiku berdesir setiap kali dia menyentuhku,menciumku dan memeluku. entahlah dengan perasaan hatiku ini, tapi rasanya sangat nyaman, dan tidak ingin jauh jauh darinya, apa lagi kalau sehari saja tidak di peluk rasanya Aku tuh seperti ada yang kurang. Apa seperti ini bisa di bilang Aku mulai cinta?


Saat ku usap bibirnya dan terus ke pipi, Mas Al terbangun, dan membuka matanya, Aku yang kaget langsung menarik tanganku tapi Mas Al menahan tanganku yang ada di pipinya.


"Bunda Kenapa ngga tidur,, hemmm, "

__ADS_1


"Tadi Nana habis pipis, malah sekarang susah tidur lagi,, "


"Sinih Mas peluk,, "Aku pun di peluk Mas Al dari belakang, karena sekarang kalau dari depan sekarang sudah susah.


🌺🌺🌺🌺


Hari pun berlalu,,sekarang hari sabtu sore dan kita bersiap akan belanja untuk membeli perlengkapan dede bayi. Aku sedang berdandan, sedang Mas Al sedang memakai baju.


"Bun,, catatan yang Mas kemarin suruh bunda buat sudah di tulis kan,, ?"


"Sudah Mas ini catetanya,, "sambil Aku berikan kertas catatan nya.


"Kok dikit banget sih Bun,,, ini benar udah semuanya, jangan sampai kurang yah Bun, kasihan nanti dedenya,, "


"Bunda tadi bilang apa,, coba ulang Mas takut salah dengar,,, ?"sambil Mas al tersenyum.


"Bilang apa,, yang kalau kurang bisa beli onlaine,,? "jawabku karena Aku juga ngga tau kata yang mana.


"Bukan,,, coba Bunda ulang ngomongnya dari depan,,,? "


"Iya Mas Al sayang,,,, "


"Nah yang itu,,, "Aku belum paham juga.

__ADS_1


"Yang apa sih Masss,,, "


"Iya yang bilang Mas Al sayang,,gitu,, , jadi Bunda dah sayang nih sama Mas,,, "Aku hanya tersenyum melihat tingkah Mas Al yang sangat senang Aku bilang sayang.


"Udah ah ayo berangkat keburu sore,, nanti macet lagi,,, "


"Iya ayo,,, "sambil menggandeng tanganku menuju ke mobil.


Sampai di mall, kita masuk ke toko kusus untuk bayi, Aku dan Mas Al memilih bersama semuanya, baju buat bayi perempuan itu sangat lucu lucu dan banyak modelnya, sampai Aku sama Mas Al bingung milihnya.


Setelah kita membeli yang Aku catat, kita pun menuju kasir, semuanya terbeli. sebenarnya memang masih banyak yang harus di beli, seperti box bayi, dorongan untuk bayi,tapi itu tidak terlalu penting karena Aku juga belum membutuhkanya sekarang.


Selesai belanja kita pun pulang ke rumah, tapi sebelum pulang kita beli makanan untuk di makan di rumah karena Aku sudah merasakan pegal di kaki.


Sampai rumah Aku menuju kasur dan kakiku Aku slonjorkan, rasanya sangat nyaman.


"Masih pegel Bun kakinya,,? "saat Mas Al masuk kamar.


"Masih Mass,,,,, "jawabku.


"Sinih Mas pijitin,,, "sambil mengambil kakiku untuk di pijit.


Besok lagi yah,,,

__ADS_1


Jangan lupa untuk like komen dan votenya,, trimakasih...


__ADS_2