
Sekarang Aku dan Vina sudah berada di rumah sakit. setelah tadi Vina dirumah sempat pinsan sekitar setengah jam,setelah Vina sadar dia langsung meminta kerumah sakit untuk melihat Agus, di sepanjang jalan dan sampai sekarang ada di depan ruangan Agus, Vina masih tetap menangis. Aku hanya bisa melihatnya saja cuman sesekali Aku berkata untuk banyak berdoa pada Tuhan.
"Sekarang Agus itu sedang kritis, kamu jangan nangis terus, dengan kamu nangis Agus ngga bakalan sembuh, sekarang banyakin doa pada Tuhan,, udah jangan nangis lagi,,"kataku sambil duduk di sampingnya.
"Sekarang kamu lebih baik pulang aja,, biar Agus Saya yang jaga, kamu sedang hamil tidak baik di rumah sakit malam malam gini, besok baru kamu boleh datang lagi,, dan kita gantian jagain Agus,, "setelah Vina sudah tidak menangis lagi. dan Vina sedang berdiri melihat Agus dari jendela kaca.
"Izinkan Vina malam ini untuk temani Mas Agus,, hanya malam ini.karena Vina rasa Mas Agus akan sadar malam ini, "sambil tetap melihat ke Agus Vina berkata, ahirnya Aku pun membolehkanya, mungkin ikatan batin seorang istri yang kuat benar adanya.
Lalu Aku keluar dari rumah sakit untuk membeli cemilan seperti roti dan susu untuk Vina, sedang Aku membeli segelas kopi juga air mineral.
"Makan dulu, biar ngga masuk angin, ini ada roti sama susu,, "kataku sambil ku sodorkan kantong pada Vina.
"Timakasih Mas,, tapi Vina ngga lapar, "jawanya.
"Ya udah terserah kamu aja, tapi kalau lapar di makan, kasihan anak yang ada dalam perutmu nanti,, "kataku.
Lalu Aku duduk menikmati kopi dan sambil memainkan hpku.
Sedang Vina dari tadi berdiri sambil melihat ke dalam terus.
Sekitar lukul 11 malam Vina sepertinya sudah mengantuk.terlihat Vina yang seriang mengup.
"Jangan berdiri terus, duduklah pasti kakimu cape,, biar Saya yang gantikan melihat Agus,, "Vina menggelengkan kepalanya, tapi Aku menarik tanganya dan menuju kursi.
"Jangan membantah, dengan kamu kaya gini justru secara tidak langsung menyiksa anakmu dan badanmu, sekarang tidurlah biar Saya yang jaga, kalau nanti Agus sadar Saya akan bangunkan kamu langsung,, "kataku dengan sedikit tegas.
Ahirnya Vina menurut, dia merebahkan badanya di kursi, Aku melihatnya yang kedinginan, lalu Aku melepas jaketku untuk menyelimutinya. Vina tadinya menolak tapi Aku memaksanya.
Setelah Vina tidur Aku sudah sedikit tenang, masalahnya kalau Vina sampai sakit gara gara kecapean, Aku nanti repot.Lalu Aku berdiri melihat Agus dari luar jendela.
Sekitar jam 1 malam Aku melihat tangan Agus yang bergerak dan lama lama sangat nyata, lalu Aku memanggil suster, dan susterpun langsung masuk ruangan Agus, dan Aku pun ikut masuk bersama suster.
__ADS_1
Aku belum membangunkan Vina, fikirku nanti dulu setelah melihat kalau Agus sudah benar benar sadar.
Saat Aku dan suster sudah di dalam, suster memeriksa Agus langsung, dan. Aku yang melihatnya tersenyum senang karena Agus sudah membuka matanya.
"Apa temen Saya sudah benar benar sadar sus,,? "tanyaku meyakinkan lagi pada suster.
"Iya Pak,, teman Bapa sudah sadar, tapi kondisinya masih sangat lemah,,, "Aku pun mengangguk, setidaknya Agus sudah sadar membuatku sedikit tenang. lalu Aku menggenggam tanganya dan Agus pun secara pelan menyambut tanganku.
Lalu suster memanggil Dokter, sedang Aku membangunkan Vina.
Vina belum boleh mendekat, karena Dokter sedang memeriksa Agus, setelah selesai Vina langsung mendekat ke Agus sambil menangis, sedang Aku menayakan tentang keadaan Agus pada Dokter.
"Gimana Dok teman Saya,,?"
"Seperti yang anda lihat, teman Bapa sudah sadar, tapi masih sangat lemah kondisinya, jadi di harapkan jangan sampai pasien setres atau mempunyai fikiran yang berat dulu,, "Aku pun mengerti, lalu Dokterpun pergi.
Aku melihat Vina yang menggenggam tangan Agus sambil menangis.
"Dek,,, jangan nangis, kasian anak kita,, "dengan pelanya Agus bicara. lalu Vina pun menghapus air matanya dan tersenyum.
"Iya Mas,,, Mas harus kuat dan cepat sembuh yah,,karena kita sebentar lagi akan bertemu denganya,, "kata Vina sambil mengusapkan tangan Agus ke perut Vina. sedang Agus merespon dengan mengedipkan matanya sambil tersenyum.
Aku yang tidak ingin menjadi obat nyamuk ahirnya keluar,dan duduk di bangku.
Di Dalam Kamar
"Dek,,, kalau nanti Mas ngga kuat, jaga anak kita dengan baik yah,,, "
"Mas ngomong apa sih, Mas pasti sembuh dan kita akan membesarkan anak anak kita nanti,, "
"Mas sepertinya sudah ngga ku,,att,,, "
__ADS_1
"Mas jangan ngomong sembarangan, Mas lebih baik tidur lagi dan istrirahat, biar cepat sembuh,,, "Vina sudah mengeluarkan air mata lagi.
"Panggilkan Anton Dek,,, "Vina pun langsung memanggil Anton agar masuk ke dalam.
"Ton,,, Aku sudah ngga kuat,,, seperti janjimu kalau Aku pergi kamu mau menjaga Istri dan anaku,, "
"Gus kamu jangan ngomong sembarangan,kamu pasti sembuh,mana yang sakit.Aku panggil Dokter dulu yah,,, "
"Jangan Ton,, Aku hanya butuh jawabanmu kamu su,, dah jan,, ji kannn,,, "Vina nangis makin terisak Aku pun jadi bingung.
"Gus,, pasti kamu sembuh,, ya Aku akan menjaga istri dan anakmu, Aku janji tapi kamu harus sembuh,,"Aku pun menyanggupinya asal Agus tidak banyak bicara lagi.
"Dek,,, Masss,,, sudah ngga kuat,Adek Mas minta sama Adekk untuk mau menikah dengan Anton kalau Mas ngga ada,, "
"Sudah Mas,,, jangan ngomong kaya gitu lagi,, Mas pasti sembuhh,,, "sambil menciumi tangan Agus. Agus menggelengkan kepalanya.
"Anton orang baik,, pasti bisa menjaga Adek dengan anak kita,, Adek harus janji sama Mas kalau Mas pergi Adek menikahlah dengan Anton,, itu permintaan terahir Mas Dek,, "
"Ngga Mas,, Mas pasti sembuh kita Akan bersama sampai anak kita besar nanti,, "Nafas Agus makin tersengal.
"Dekkk,,, Masss mohonnn kabulkann keinginan Masss,,, "
"Masss,,, hiskkk,,, hiskkk,, Iya Adek akan kabulak permintaan Mas,, "
Berlahan Agus pun tersenyum sambil menutup matanya, dan bunyi dari mesin detak jantung berbunyi sangat keras, tanda jantung sudah tidak berdetak lagi.
Vina mencerit dan menangis sambil memangil mangil nama Agus dan Aku pun keluar memanggil Dokter.
**Besok lagi,, maaf kalau ada typo..
jangan lupa like komen dan votrnya yah,, makasihh**..
__ADS_1