Aku Bukan Pebinor

Aku Bukan Pebinor
Berahir Bahagia END


__ADS_3

Hari ini tepatnya nanti sore,akan diadakan acara akiqah dan selamatan nama anak Abang .dan semua orang sibuk menata rumah.


Mamah Abang, Papih Anton dan Mamih Vina pun ada, mereka ikut membantu. Para ibu ibu membuat makanan juga kue untuk sajian, sedang para laki laki mendekor ruangan.


Sedang Ana menemani Ayu di kamarnya, tepatnya Ana maunya main dengan dede bayi.


"Kak,, nama buat dede bayinya siapa sih,, Abang pelit banget ngga mau kasih tau,, "Ayu tersenyum.


"Memang kakamu itu sengaja tidak mau kasih tau kesemua orang, katanya nanti aja pas acara akan di sebutin,, "


"Ah Abang mah ngga asik,, "sambil tangan Ana menol noel pipi dede bayi.


"Kak,, waktu mau lahiran sakit banget ya kak,?"


"Iya,, sakitnya ngga bisa di ucapkan dengan kata kata,,tapi setelahnya merasa sangat bahagia, karena kita bertemu anak kita, jangan di fikirkan masalah itu, karena setiap wanita itu mengalaminya, tapi ada juga wanita yang tidak seberuntung kita bisa merasakan melahirkan dan punya anak, jadi kita harus bersukur, "


"Iya Kak,, Ana juga sangat bersukur, walau pun tadinya ada rasa takut hamil, tapi sekarang malah Ana sangat bahagia,, "


Setelah mengobrol cukup lama dengan Ayu, Ana lalu keluar, dan melihat persiapan acara.


"Sayang,, jangan mondar mandir nanti kamu cape lagi,, "kata Ayah.


"Adek mau cari kak Vian Yah,, "


"Vian ada di depan dengan Abang, awas hati hati jalanya,, "


"Iya,, "Ana pun keluar.


"Kak,,, "panggil Ana pada Vian. lalu Ana mendekatinya.


"Iya,, ada apa hemm,, "Ana sudah mengelayut manja di tangan Vian.


"Ana pengin asinan buah, sama asinan sayur kas betawi,, "

__ADS_1


"Adek,, Vian lagi bantu Abang loh ini,, udah nanti aja yah pengin itunya,, "


"Iihh,, Abang Adek tuh lagi pengin, nanti anak Ade ileran loh kalau ngga di turutin, Abang kan bisa sama yang lain ngerjainya,, "Abang hanya membuang nafanya dengan kasar karena melihat tingkah Ana.


"Ya udah sanah Ian kamu pergi gih, turutin keinginan Adek, kalau nanti anaknya ileran,, amit amit deh,, "


"Iya Bang,, maaf yah saya tinggal dulu,, "


"Iya,, "


Vian lalu mengambil dompet di kamar, Ana yang mau ikut langsung di larangnya oleh Vian, karena saat ini cuacanya sedang panas,takutnya nanti Ana malah pusing, Vian pun pergi, dan Ana dengan kesal masuk ke dapur.


"Loh kenapa bete gitu sayang,,? "tanya Mamih.


"Kak Vian ngga ngebolehin Ana ikut beli asinan betawi Mih,, "


"Oh,, gitu. Vian ngga ngajak mungkin kan karena takut Ana kepanasan, jadi jangan cemberut gitu yah,, "


"Wah,, kelihatanya enak,, "Ana langsung memakanya.


"Enak banget ini Bun,, Bunda yang bikin,? "


"Bukan, tapi Mamah yang bikin,, "jawab Bunda.


"Wah,, Mamah pintar, ini pudingnya enak banget,, "Mamah lalu tersenyum.


"Kalau Ana suka tambah lagi aja, ini masih banyak, "kata Mamah.


"Iya Mah,, nanti Ana ambil lagi,, "


Ana tetap ada di dapur, sambil menunggu Vian datang.


Saat Vian datang semua ikut makan asinan sayur dan asinan buah, karena Vian beli banyak.

__ADS_1


Sore hari semuanya sudah bersiap dan berkumpul untuk menunggu acaranya mulai. Abang dan Ayah juga Papih menyambut para tamu, juga Bunda dan Mamih ikut menyambut tamu. sedang orang tua Ayu baru datang bersama kedua adik Ayu.


Orang tua Ayu sangat bahagia karena Anaknya hidup dengan bahagia, dan di kelilingi oleh orang orang yang menyayanginya.


Dede bayi di dandani dengan menggunakan baju baru ,Ayu pun sudah berdandan dengan cantiknya.


Saat acara akan di mulai, Ayu dan Dede pun di suruh keluar, dan Abang selalu di samping Ayu.


Saat acara tiba Abang di minta untuk melakukan sambutan, dan Abang juga mengumumkan nama Anaknya.


ARIYA DEWA KUSUMA


Semua orang mendengarnya cukup senang dengan nama Anak Abang.


Rangkaian acara pun tersusun dengan sangat lancar, dengan mengundang ibu ibu pengajian dan yayasan panti asuhan juga anak yatim piatu.


Biyaya dari semuanya adalah dari Ayah, Abang tidak mengeluarkan sepeserpun, karena Ayah sangat senang mempunyai cucu.


Acara pun selesai, semuanya sangat bahagia, Ana memangku dede Ariya sambil mengajaknya bicara.


Semua keluarga kumpul, dengan rasa bahagia.


Ali Dan Nana, hubungan yang tadinya terpaksa sekarang menjadi bahagia. karena mereka berdua merasakan nyaman dan saling membutuhkan.


Anton Dan Vina, hubungan yang tadinya ingin menolong dan melindunginya sekarang pun bahagia, karena mereka saling melengkapi.


Kiki Dan Ayu,, pernikahan yang tidak di rencanakan dan tidak di sengaja, ahirnya bahagia karena mereka sebenarnya sama sama cinta.


Alana Dan Vian, menikah karena ego dan kekanak kanakan, ahirnya memutuskan untuk menikah. mereka pun ahirnya bahagia.


**Terimakasih untuk semua kaka kaka yang menyukai ceritaku ini, maaf kalau endingnya kurang memuaskan, ini adalah cerita pertamaku yang sampai tamat. Aku mengucapakan banyak terimakasih karena kalau bukan like, komentar dan Vote dari kaka kaka semua cerita ini pasti tidak akan sampai panjang. 🙏🙏


Aku sudah siapkan cerita baru, dan di tunggu aja yah,, 😘😘🙏🙏**

__ADS_1


__ADS_2