Aku Bukan Pebinor

Aku Bukan Pebinor
Vian Ingin Ke Makam Ayah Kandungnya


__ADS_3

Ana menemani Vain di kamar, Vian tidak ingin keluar,hanya tiduran di kasur saja dan selalu diam.


"Kak,, Ana keluar bentar yah, Ana mau bikinin coklat hangat dulu,, "


"Hemm,,, "jawaban Vian.


Ana lalu keluar dari kamar, dan berpapasan dengan Mamih.


"Vian mana Na,,?"tanya Mamih.


"Ada di kamar Mih, "


"Dari tadi masih di kamar aja,?"Ana mengangguk.


"Vian baik baik aja kan Na,, "Ana diam saja.


"Ada apa,, kenapa Ana diam, Vian baik baik saja kan,, jawab Na,, "sambil mengambil tangan Ana.


"Kak Vian dari tadi selalu diam Mih,, "


"Ya Tuhan,, kamu mau kemana,? "


"Mau bikinin Coklat hangat buat kak Vian Mih"

__ADS_1


"Oh ya udah sanah bikin, Mamih mau lihat Vian dulu,, "Ana mengangguk.


Lalu Ana pergi ke dapur, sedang Vina ke kamar Vian.


"Sayang,,, "kata Vina langsung masuk dan mendekati Vian.


"Jangan di fikirkan omongan Oma, masalah warisan Papih tadi bilang,kalau bagian Papih nanti mau di kasih buat Vian sayang,, "sambil mengusap kepala Vian.


"Mih,, Vian ngga mikirin masalah warisan, Vian ngga di kasih juga ngga papa, Vian kan bisa kerja, sekarang yang di fikiran Vian justru ingin melihat makam Ayah kandung Vian Mih,dan Vian apa boleh tau tentang keluarga Ayah kandung Vian"


"Ayah Vian di makamkan di daerah sebrang, dan soal keluarga Ayah Vian Mamih juga ngga tau sayang, Ayah dan Mamih di besarkan di panti asuhan dari kecil, Mamih juga ngga tau dimana keluarga Mamih, dan Ayah dulu juga bilang ngga tau di mana keluarganya,, "


"Apa dulu Mamih sama Ayah hidup sengsara,?Apa Mamih mau meceritakan gimana Ayah waktu dulu, "Vina hanya tersenyum.


"Kalau Vian ingin ke makam Ayah nanti Mamih dan Papih bisa temani, kita kesana bareng, gimana,, "Vian hanya mengangguk.


Ana pun datang, dan membawakan coklat hangat untuk Vian.


"Kak ini coklatnya, di minum dulu gih, "Vian pun duduk. dan mengambil gelas coklatnya.


"Ana,, Mamih keluar dulu yah, temani Vian yah,, Vian butuh teman,, "


"Iya Mih,, Ana akan temani Kak Vian ,"Vina tersenyum lalu keluar dari kamar.

__ADS_1


Vina lalu ke ruang depan, dan ternyata Mamah sudah mau pulang.


"Vin,, Mamah pulang dulu yah,, "


"Iya Mah,, hati hati di jalan yah,, "


"Iya,Vian Mana kok ngga kelihatan dari tadi, ?"


"Vina tadi dari kamarnya Mih, dan Vian lagi tidur,, "Vina sengaja bohong karena suasana hati Vian yang kurang baik pasti tidak akan mau keluar.


"Oh gitu, ya udah kalau gitu Mamah pulang yah, "sambil cipika cipiki.


Setelah Mamah dan adik ipar pulang, Vino lalu masuk ke kamar, dan Mamih juga mengajak Papih masuk kamar.


"Pih,, Vian saat ini sedang tidak baik, tadi Mamih menceritakan semuanya dan Mamih juga berencana ingin mengajaknya untuk melihat makam Mas Agus,apa Papih izinkan Mamih untuk pergi mengantar Vian, "saat sudah masuk kamar dan duduk di kasur.


"Papih akan ikut, kita akan pergi bersama, "sambil menggenggam tangan Vina.


"Iya Pih,,, "Vina lalu memeluk Anton.


"Makasih untuk semuanya ya Pih,, Mamih sangat bahagia memiliki suami seperti papih,Alm Mas Agus tidak salah orang untuk menitipkan istri dan anaknya pada Papih,, "


"Papih juga sangat bahagia, semoga kita selalu bersama sampai tua nanti,, "sambil mencium kening Vina.

__ADS_1


Jangan lupa like, komen dan votenya, trimakasih..


__ADS_2