
Sudah 5 hari ini Vina pulang dari rumah sakit, sekarang Vina sudah lebih baik,Vina sudah jarang melamun dan mengurung diri di kamar, itu Aku tau dari mba yang kerja bersih bersih di rumah, setiap pagi pun Vina membuat sarapan dan kita sarapan bersama.
Aku sekarang jarang lembur, Aku usahakan kerjaan selesai dengan cepat karena Aku kasihan pada Vina sendiri di rumah.Vina sedang hamil dan itu yang Aku takutkan, Aku sekarang seperti seorang suami yang mempunyai istri sedang hamil, karena fikiranku selalu was was. itu karena rasa tanggungjawabku atas janjiku pada Agus.
Saat ini sudah jam 7 malam dan Vina sedang menonton tv ,sedang Aku baru selesai mandi dan akan masuk kamar.
"Aaaduuuhhh,,,, "kata Vina sambil meringis,Aku yang dengar langsung bertanya.
"Kenapa Vin,, perutnya sakit,,? "tanyaku.
"Ngga papa Mas,,, ini dedenya nendang jadi perutnya sakit,, "jawabnya. dan. mataku melihat ke arah perut Vina yang dia elus elus.
"Apa sakit banget,, "Vina hanya mengangguk sambil terus mengusapnya.
"Apa ada yang perlu ku bantu,,? "karena Aku merasa kasian melihat Vina yang sepertinya menahan sakit.
"Ngga ada Mas,, emang dedenya sekarang sering nendangin kaya gini, dan perut Vina jadi kenceng dan keras,, "Aku hanya mengangguk.
"Ya udah kalau gitu Saya mau ke kamar dulu,, "Vina pun mengangguk.
__ADS_1
Saat ini Aku sedang di kamar, dan pintu kamar di ketok, saat ku buka Vina bilang kalau ada tamu.
Aku pun keluar dan melihat ada tamu siapa malam malam begini,sedang Vina menuju dapur untuk membuatkan minum.
"Malam Pak Rt,bapa bapak silakan masuk,"kataku saat melihat yang datang rupanya pak Rt dan 3 orang bapa bapa.
Mereka pun masuk ke dalam dan duduk di ruang depan.
"Maaf Pak Anton sebelumnya saya selaku Rt di sini datang bersama bapa bapa ini ada yang ingin Saya bicarakan dengan pak Anton dan mba Vina,, "kata Pak RT.
"Iya pak silakan ada apa yah,,? "tanyaku, saat pak RT mau bicara Vina datang dengan membawa minuman, Aku yang melihatnya langsung membantunya.
"Silakan bapa bapa di minum dulu selagi hangat tehnya,, "kataku. dan Vina yang akan masuk ke dalam di suruh untuk duduk oleh pak RT. Dan Vinapun ahirnya duduk di sebelahku tapi agak jauh.
"Maaf Pak tapi kita tidak melakukan seperti yang bapa bapa katakan,, karena Saya di minta Agus untuk menjaga dan melindungi Istri serta anaknya yang masih dalam kandungan,, "kataku.
"Dan Vina juga sudah tidak punya orang tua,jadi Vina sekarang tanggung jawab Saya karena Alm bapa Agus sudah menitipkanya pada Saya, dan Vina Saya sudah anggap adek sendiri,, "kataku lagi.
"Iya Saya percaya dengan Pak Anton, tapi di sini warga lah yang tidak membolehkan kalian tinggal bersama, karena kalian bukan muhrim dan kalian juga bukan sodara kandung, lalu hidup satu rumah hanya berdua pasti menimbulkan fitnah,, "kata pak RT.
__ADS_1
"Apa tidak sebaiknya kalau pak Anton menikah saja dengan Mba Vina, jadi kalian kalau sudah menikah tidak lagi membuat warga bersangka jelek, lagi pula Pak Agus sudah menyuruh Pak Anton untuk menjaga Mba Vina kan, jadi lebih baik kalian menikah saja,, "Aku melihat ke arah Vina, Vina hanya diam dan menundukan wajahnya.
"Apa Saya boleh membicarakanya dulu dengan Vina tentang masalah ini,,? "sambil menatap ke arah bapa bapa yang ada di depanku.
"Oh iya silakan kalian bicarakan dulu, dan besok malam kami ke sini lagi untuk mendengarkan keputusan kalian,, "Aku pun mengangguk.
"Ya sudah pak Anton kalau gitu kita pamit dulu, maaf telah mengganggu pak Anton dan mba Vina,, "sambil berdiri dari duduknya.
"Iya pak ngga papa,, "mereka berempat pun pulang.
Aku dan Vina hanya saling diam, tidak ada yang mau berbicara duluan.
"Sudah malam tidurlah, besok aja kita bicarakan masalah ini,, "kataku, lalu Aku pun bangun dari duduku dan menuju kamar.
Di kamar Aku diam dan berfikir ,yang Aku takutkan kalau Vina tidak mau menikah denganku karena kita tidak saling cinta dan Aku juga pria mandul, apa dia mau denganku.tapi Aku juga harus menjaganya dengan Anak yang akan dia lahirkan nanti karena Aku sudah berjanji pada Agus.
Sedang Vina di kamarnya juga sedang berfir untuk keputusanya besok, Vina juga berfikir kalau mereka tidak saling cinta dan apa Anton mau menerima dan menyayangi anaknya seperti anak kandungnya sendiri.
Mereka berdua sampai malam tak bisa tidur,karena memikirkan tentang jawaban untuk besok. sampai sampai mereka berdua bangun pagi sampai kesiangan karena semalem tidak bisa tidur.
__ADS_1
**Besok lagi,, maaf kalau ada typo..
Jangan lupa like komen dan votenya, trimakasih**...