
Hari ini Ibu juga anaku akan pergi ke kota S, untuk menjenguk adik Ibu yang sedang sakit,dan Anakupun Ibu ajak.
"Bu,, Al berangkat kerja dulu yah, Ibu bener nih berangkat ke bandaranya bisa sendiri. "kataku selesai Aku sarapan.
"Iya Ibu bisa kok, Ibu biar naik taxsi.kamu tuh kerja aja, nanti Ibu kabari kalau sudah sampai, "kata Ibu. ya memang Ibu dah sering ke kota S, tapi Aku tetap saja kuatir karena membawa anaku takut kesusahan.
"Ya udah,, Ibu hati hati yah, salam buat keluarga yang ada di sana, "sambil ku cium tangan Ibuku. Ibu menjawa IYA.
"Sayang,, di sana sama Nenek ngga boleh rewel yah, harus nurut, "sambil Aku cium pipi anaku.
"Iya Ayah,, "jawabnya sambil mencium tanganku.
Aku pun langsung berangkat kerja, setelah berpamitan.
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 40 menit, Aku sampai di kantor. Aku langsung menuju ke ranganku. Dan sampai di ruang kerjaku Aku lihat Anton yang belum sampai.
"Mas Al,, tumben udah datang, tuh matanya kok kaya mata panda gitu, ngga bisa tidur yah,, makanya nikah dong mas biar ngga kesepian tidurnya,, "kata Sinta.Dia teman kerja cuman dia bagian marketing. Dan mendekati mejaku.
"Kamu tau aja sih Sin kalau Aku semalam susah tidur.Masalah nikah mah gampang Sin, yang susah itu cari perempuan yang mau sama duda kere kaya Saya ini Sin, "jawabku.
"Ah,, Mas Al suka merendah gitu,,,"
Saat Aku akan menjawab, ada Anton yang sudah datang, dan langsung duduk. Lalu Sinta pun pergi ke meja kerjanya.
"Tumben dateng pagi,, ?"kata Anton.
"Iya,,, gara gara ide gilamu Aku sampai ngga bisa tidur, "
"Aku menunggu jawabanmu, Aku dah bilang pada Istriku semalam, "
"Kamu benar benar gila ya Ton, kenapa sih kamu milih Aku, Aku takut di masa datang kita justru saling menyakiti Ton, Aku udah anggap kamu sebagai sahabat dan juga sodara,tapi kamu malah mempersulitku, "
__ADS_1
"Makanya karena ikta sahabat dan kamu sudah menganggapku sodara, jadi tolonglah Aku, Aku janji padamu kita akan tetap seperti ini, sahabat selamanya. Aku akan membuatkan surat surat perjanjian dulu agar kita sama sama enak,, Dan setelah jadi kamu harus ikut ke rumahku untuk menandatangani bersama istriku juga, "Aku makin kaget lagi dengan perkataan Anton kalau akan ada perjanjian.
"Terserah,,, apa mau mu Ton, Aku dah ngga bisa bicara lagi. berbicara padamu pun percumah, "jawabku sambil menyalakan komputer untuk mulai kerja.
Kita pun berdua langsung mulai kerja, karena jam juga sudah menujukan pukul setengah sembilan.
"Ton,, ayo makan siang dulu. ini dah jam makan siang, "ajaku saat melihat jam sudah pukul 12,15 menit.
"Aku nitip aja yah, Aku mau menulis surat perjanjian, "Aku langsung diam dan mengangguk.
Lalu Aku pun pergi menuju kantin, sampai kantin Aku langsung memesan makanan, sambil makan Aku menelfon Ibu, dan Ibu juga Anaku sudah sampai di kota S. Setelah Aku makan Aku membungkuskan nasi untuk Anton.
"Nih,,, makan dulu. "kataku sambil ku taro bungkusan nasi di depanya.
"Iya makasih,,ini juga dah selesai, "Aku hanya mengangguk.
"Kamu mau baca dulu ngga,siapa tau ada yang ingin kamu ubah,, "
Sekitar jam setengah 5 Aku membereskan meja kerjaku.Dan bersiap akan pulang.
"Al,, ke rumahku dulu yah, biar urusan kita cepat selesai, "Aku hanya diam saja, dan menuruti perkataan Anton.
Aku mengikuti mobil Anton dari belakang, dan jalanan yang sedikit macet membuat kita lama sampainya.
Ahirnya sampai juga setelah bermacet macetan. Aku turun dari mobilku, begitu juga dengan Anton yang turun dari mobilnya.
"Ayo Al masukk,,, "Aku masih tetap diam dan mengikuti Anton dari belakang.
"Sayangg,,, Mas pulang nih, "teriak Anton memanggil Istrinya.
"Iya Mas,, Nana sedang memakai baju habis mandi, "kawab Nana dari dalam kamar.
__ADS_1
Aku di suruh duduk dan Anton masuk ke kamar, dan Hpku berbunyi tanda panggilan masuk, ternyata Ibu yang menelfonku.
Ibu mengatakan akan lama di kota S, karena adik Ibu sakitnya lumayan parah, Ibu juga tidak dapat memastikan akan berapa lamanya di sana. Setelah mengobrol cukup lama Ibu pun memutuskan telfon. dan Anton juga Nana mereka keluar dari kamar.
"Sayang bikinkan kopi yah buat Mas dan Ali, "kata Anton. dan Nana langsung menuju dapur.
Anton membawa dua kertas yang sudah banyak tulisanya dan di bawah kertas sudah menempel matrai.
Setelah Nana datang dengan dua cangkir kopi, Anton pun mulai bicara.
"Sayang,, Mas melakukan ini supaya kita tidak berpisah, ini Mas lakukan untuk kebahagiaan kita nantinya, Maaf kalau Mas menyakiti Sayang, tapi Mas juga bingung harus dengan cara apa menyelesaikan masalah kita, jadi Mas sudah meminta tolong pada Ali untuk menikah siri dengan Sayang,dan setelah hamil kalian akan berpisah, "Nana hanya menunduk tidak menjawab, dan Anton tau kalau Nana pasti sedih dan Anton mendekat dan memeluknya.
"Maafkan Mas,,, Mas ngga bisa hidup tanpa Sayang dan ngga bisa juga kehilangan Ibu Mas, maafkan Mas yang egois ini, "
Setelah Nana tenang, Anton memberikan kertas itu padaku juga Nana, kita pun mulai membaca surat perjanjian .
1.Aku harus menikah siri dengan Nana.
2.Aku harus tinggal serumah dengan Anton dan Nana untuk batas tidak pasti. pastinya sampai Nana hamil aku baru boleh pergi.
3.dalam seminggu 3 hari tidur bersamaku dan 4 hari dengan Anton.
4.kalau Nana sudah hamil Aku harus menalaknya dan berpisah. menganggap semuanya tidak pernah terjadi.
5.Anak yang terlahir nanti menjadi milik Anton dan Nana. Aku tidak boleh mengakuinya.
Membaca sarat sarat itu semua Aku merasa pusing di kepalaku. semuanya menguntungkan Anton.
"Ton,, tapi Aku tidak setuju dengan sarat yang ke 4,Karena wanita yang sedang hamil tidak bisa di beri talak,"Kataku.
Jangan lupa untuk like komen serta votenya ya kak. trimakasih...
__ADS_1