
Setelah Aku beli tespek,kita pun akan langsung pulang, karena sudah cukup malam Kiki pun sudah sering menguap. Aku usap kepala Kiki yang tiduran di pangkuanku, karena Aku dan Kiki duduk di belakang.
Saat mataku melihat ke luar kaca pintu mobil, di jalan banyak orang jualan kaki lima, Aku sangat suka melihatnya karena sangat ramai di jalan. saat mobil Mas Al melewati penjual martabak Aku mencium aroma gurih dan Aku meminta Mas Al untuk berhenti dan membelikan martabak telor.
"Mas,,, tapi Nana mau martabak telor, sepertinya sangat enak,, pasti Nana makan kok, "kataku pada Mas Al, karena Mas Al menanyakan apa akan di makan.
"Ya udah Mas belikan, tapi harus di makan loh Bun, kalau tidak nanti mubazir, kan sayang makanan di buang buang, "Aku langsung tersenyum senang.
Mas Al pun turun dari mobil dan berjalan menuju penjual martabak telor, Aku tadi pesanya ke Mas Al martabak telor sepesial yang telur 3 aja, agar tidak terlalu besar dan banyak.
Rasanya Aku tidak sabar banget untuk memakanya, karena saat Aku buka sedikit kaca mobilnya, bau dari martabak telor yang sedang di goreng sudah masuk hidungku, pasti rasanya enak banget, di cocol pake kuahnya dan pake acar cabe, uuuhh pasti enak.
Mas Al dateng dengan membawa kantong plastik yang berisi martabak telor, saat Aku akan membukanya Mas Al sudah melarangku.
"Bundaaa,,,, makanya di rumah, ini bentar lagi sampai, kalau makan di mobil nanti brantakan,"Aku hanya bisa memanyunkan bibirku tanda sebal.
"Bibirnya ngga usah di gitukan, pengin Mas cium apa,? "Aku langsung menutup bibirku dengan tanganku.Ih Mas Al nyebelin banget.
Ahirnya sampai rumah juga, Aku menyuruh Mas Al gendong Kiki karena Aku ingin langsung masuk dapur untuk makan martabak telor. Saat Kiki sudah di gendong Mas Al, Aku turun dari mobil sambil membawa kantong martabak, dan berjalan cepat menuju dapur. Sampai di dapur Aku membuka bungkusanya dan langsung menuang kuah dan acarnya dalam satu mangkok. Aku makan sangat lahap tak terasa habis 6 potong.
"Minum Bun takut tersedak, Mas ngga minta kok kalau Bunda doyan dan bisa habiskan, "sambil memberiku segelas air minum, Aku hanya tersenyum malu.
"Mas mau ngga, enak banget loh Mas, "Mas Al hanya geleng geleng kepala.
__ADS_1
"Kenapa ngga mau,,? "
"Takutnya Bunda nanti kurang, kalau Mas ikut makan,nanti Bunda nangis lagi kalau habis, "Aku langsung memukul lengan Mas Al sambil cemberut.
"Iihh,, Mas mah gitu. Ini aaa,,, "sambil Aku suapin Mas Al dan Mas Al pun membuka mulutnya.
"Gimana,, enak kan, mau lagi nih Nana suapin lagi, aaa,,,, "ahirnya Mas Al pun ikut makan dan kita berdua pun menghabiskanya.
Setelah martabak telurnya habis kita pun masuk kamar, Aku masuk kamar mandi untuk ganti baju dan mencuci wajahku, setelah selesai Aku keluar dari kamar mandi.
"Bun tadi tanya gimana pakai tespeknya ngga sama pelayan apotiknya,? "saat Aku sudah naik ke kasur.
"Iya Mas, Nana tadi nanya dan katanya lebih bagus dilakukan saat pagi ,"sambil Aku merebahkan badanku di kasur.
"Oh gitu,, ya udah yuk kita tidur Bun, "sambil Mas Al memeluku.
"Hemmm,,, apa Bun,? "sambil matanya yang terpejam.
"Nana pengin,,, "
"Pengin apa lagi Bun, ini udah malam, Mas ngantuk banget ini, besok aja yah,, "
"Tapi Nana pengin Mass,,,, "sambil merengek.
__ADS_1
"Bunda mau apa sih hahhh... "sambil bangun dari tiduranya.
"Iihh,,, Mas Al galak banget sih, ngga jadi ah,, "sambil Aku memunggungi Mas Al.
"Maafin Mas ya Bun,, Bunda mau apa hem,, "Sambil mengusap punggungku.
"Ngga jadi Mas Al galak,,, "
"Kan Mas dah minta Maaf, Bunda mau apa Mas turutin deh maunya Bunda,, "Aku langsung berbalik.
"Hemmm... Bunda mm,,maau Tom, "Mas Al langsung tertawa sedikit keras.
"Iihh,,, Mas kenapa tertawa sih, bikin Nana malu aja, "sambil Aku memunggungi Mas Al lagi, Aku juga ngga tau kenapa, sekarang kok Aku jadi agresif sih....
"Maaf,, maaf,, Mas tadi hanya kaget aja, kirain Bunda pengin Mas beliin makanan ,apa buatin makanan gitu,,, tapi malah Bunda pengin Tom, "sambil memeluku dari belakang.
Mas Al lalu menciumi leherku dari belakang dan sambil tanganya masuk kedalam melalui bawah dasterku yang sudah di angkatnya. Punggungku di usapnya membuatku merindinging, lalu Mas Al menarik badanku agar kita saling hadap, setelah saling hadap Mas Al mencium bibirku, kitapun saling hisap bibir dan saling *******.
Setelah puas berciuman, Mas Al pun menarik bajuku sampai lepas, dan setelah Itu Mas Al memainkan gunung kembarku yang sekarang entah mengapa Aku rasa makin besar karena BH yang ku pakai sudah sesak ku pakai. Aku sangat Suka kalau Mas Al bermain di situ, Mas Al sungguh bisa membuatku keenakan walau hanya bermain di gunung kembarku. dari cara meremasnya dan menyedotnya, dan juga menjilatnya, uuuhh rasanya nikmat banget.
"Aaahhhh,,, Massss,,, "sambil ku remas rambut mas Al yang sedang menyedot seperti bayi.
Lalu setelah puas di situ Mas Al turun ke bawah, sampai bawah Mas Al membuka kakiku dan setelah itu melihat pusat inti sudah basah Mas Al dengan cepat menjilatinya, dengan tidak merasa jiji Mas Al menjilat dan menyedotnya Aku hanya menikmatinya sambil merem melek.
__ADS_1
**Lanjut besok ya kak,, Aku tarik nafas dulu soalnya....
Jangan lupa like, komen dan votenya, terimakasih**....