Aku Bukan Pebinor

Aku Bukan Pebinor
Vino Dengan Kedua Orang Tuanya Punya Rencana


__ADS_3

Najwa langsung mengajak Dodo untuk pergi dari situ.


"Mas,,kita pergi dari sini yuk,Najwa haus pengin beli minum,,"Najwa tidak menjawab dengan pertanyaan orang yang bertanya padanya,dan langsung menarik tangan Dodo untuk bangun dari duduknya.


Dodo pun menurut karena melihat wajah Najwa yang selerti kurang suka kepada orang yang bertanya padanya.


"Najwa tunggu,,Aku ingin bicara denganmu,,"Najwa tidak peduli dan berjalan sambil menggandeng Dodo.


"Gimana keadaan anak kita,Aku ingin tau,"


Deg,,,,


Dodo langsung berhenti berjalan,dada Dodo langsung merasa ada yang memukulnya.


"Apa dia laki laki itu,,?"tanya Dodo pada Najwa.Dan Najwa yang di tatap Dodo langsung mengangguk pelan.


"Kamu jangan menghindarinya,tapi kamu harus jelaskan semua padanya,karena Mas ngga mau suatu hari nanti akan ada masalah,"Najwa menggeleng tidak mau.


"Kenapa kamu ngga mau,apa kamu takut,,Mas akan selalu ada buat kamu dan akan.Mas temani,bicaralah biar semua selesai,karena Mas justru takut kalau nanti kamu hamil.dikira itu anaknya,padahal itu anak Mas,karena dia tidak tau kebenaranya,bicaralah padanya,,,jangan takut,,"


Ahirnya Najwa mau berbicara pada laki laki itu,tapi Dodo tidak boleh jauh darinya.


"Wa,,Aku mau minta maaf padamu tentang apa yang Aku lakukan,Aku menyesal Wa,,kamu mau kan maafin Aku,Aku ngga memintamu kembali,Aku hanya ingin maaf dari kamu,"


"Najwa udah maafin kamu Mas,karena berkat kamu nyakitin Najwa sampai titik terendah itu,Najwa bertemu dengan laki laki yang sangat baik dan mau menerima Najwa dengan apa adanya Najwa,"


"Kenalin Mas ini Mas Dodo suami najwa,dia lah laki laki itu,laki laki yang mau menerima Najwa dengan tulus,"


Dodo mengulurkan tanganya untuk menyalami laki laki itu,lalu mereka berjabat tangan.


"Lalu gimana tentang kandungan kamu wa,,?"


"Kandungan Najwa sudah keguguran,Najwa terjatuh dan kandungan Najwa tidak bisa di selamatkan,jadi mulai sekarang Mas jangan ganggu Najwa lagi,kita sudah ngga ada urusan sekarang,,"


"Ayo Mas kita pergi,,"sambil merangkul lengan Dodo,Dodo sebelum pergi tersenyum dulu ke arah laki laki itu.

__ADS_1


Laki laki itu hanya menatap kepergian Dodo dan Najwa dengan tatapan sedih.


"Semoga kamu bahagia,Aku sudah menerima balasan dari Tuhan karena telah menyakitimu"


Tiwi dan Dodo lalu masuk menuju pesawat,karena pangilan untuk keberangkatan ke Bali sudah berbunyi.


Ai dan Vino sedang ada di rumah Mamih,Vino ingin menitipkan Ai di rumah Mamih karena hari ini Vino mau ada miting di perusahaan Papihnya.


"Mas berangkat ya sayang,,"kata Vino pamitan pada Ai.


Mereka ada di kamar ,Ai katanya pengin rebahan saja.


"Iya Mas,,Mas hati hati yah,sampai kantor kabarin Ai,,"


"Iya sayang,kalau pengin apa apa telfon aja ke bawah,jangna turun kalau malas,,"Ai mengangguk.


Vino lalu mencium kening,kedua pipi dan terahir bibirnya Ai.


Setelah Itu Vino.menutup pintu dan turun ke bawah,di bawah Mamih dan Papih sudah menunggu,mereka akan pergi bersama.


Rupanya Vino tidak ada rapat di kantor ,melainkan ada urusan bersama Mamih dan Papihnya.


"Ngga dong Pih,,"


"Bagus itu,,karena kita mau bikin kejutan buatnya,,"


Rupanya Vino menceritakan pada Mamihnya saat Ai ngambek malam malam,dan Mamih langsung bisa menebak kalau Ai ngambek karena apa.


Papih Anton lalu menelfon Ayah Ali,dan menyuruhnya untuk datang ke jakarta seminggu lagi,karena Anton akan membuat pesta besar besaran untuk putra bungsunya.


Ayah Ali pun bilang pasti akan datang.


Mobil berhenti di sebuah Hotel berbintang yang sangat megah,lalu ketiganya turun dan menuju ke dalam,Papih sudah janjian bertemu dengan manager Hotel.


Setelah bertemu Manager Hotel memperlihatkan gedung serba guna yang ada di dalam Hotelnya.

__ADS_1


"Gimana Mih,,Dek,,bagus ngga,cocok ngga,kalau ngga cocok kita ada satu tempat lagi ,"


"Ini bagus kok Pih,,iya kan Dek,,?"kata Mamih.


"Iya Mih Bagus ,pih ini aja ngga papa kok,cukup berapa undangan ini gedungnya Pih,,"


"Cukup 5 rb undangan,,"jawab Papih.


"kalau kalian cocok kita sekarang pilih makananya yuk,"


Ketiganya lalu menuju menu hidangan,mamih papih dan Vino mencicipi semuanya,dan setelah itu baru mereka memilih apa saja makananya.


Jam 12 siang Mereka bertiga sedang ada di butik untuk memilih baju pengantin,dan Vino juga di ukur,sedang gaun pengantin untuk Ai,rupanya mereka sudah punya ukuranya,tanpa Ai ketahui Vino sudah mengukur Ai saat Ai tidur.


Mamih memilih model baju pengantinya,lalu pemilik Butik pun sudah bisa membuatnya dalam satu minggu ke depan.


"Mih kita pulang kan,,"


"Iya Kita pulang,tapi kita antar papih dulu ke kantor,,"Vino mengangguk.


Sampai di kantor Papih keluar dari mobil,sedang Mamih dan Vino balik ke rumah.


Sampai Rumah jam sudah pukul dua siang,Vino lalu memanggil mba,menanyakan Ai sudah makan apa belum.


"Non Ai dari tadi ngga mau keluar kamar Den,saat Mba ke sana bilangnya ngga lapar dan ngga pengin apa apa,itu aja jawabnya Den,,"


"Ya udah Mba,,makasih yah,,"


Vino lalu naik ke atas,menuju kamarnya,saat masuk ke kamar Vino melihat Ai yang sedang tiduran di kasur.


"Sayang,,,kenapa ngga makan siang,nanti kamu sakit loh,,"


"Ai rasanya malas Mas,,Mas udah pulang,"


"Iya sayang,,Mas udah pulang,,"

__ADS_1


"Ai pengin di peluk,dari tadi Ai lemes Mas,"Vino lalu menuruti keinginan Ai,dan tiduran sambil memeluknya.


Jangan lupa like,komen dan votenya,trimakasih,,,


__ADS_2