
"Aawwww,,,sakit Na,, "teriak Vian saat Ana menggigit miliknya.
"Maaf kak,, Ana gemas soalnya,, "sambil melepaskan milik Vian dari mulutnya.
"Jangan di gigit dong, ini sakit banget,, "sambil Vian meringis kesakitan.
"Maaf,, Ana ngga sengaja, lagian kenapa makin kesini makin panjang dan keras bikin gemas aja, "
Lalu Vian menyuruh Ana untuk tiduran, dan Vian langsung mencium bibirnya setelah Ana tiduran dan di tindih olehnya.
Vian dengan sangat rakus mel*umat bibir Ana,sedang tanganya memainkan dada Ana, Ana sampai kualahan mengimbangi permainan Vian.
"Massss,,,, "saat Ana sudah kehabisan nafas.
Vian melepaskan ciumanya, tapi vian langsung lari ke leher, di leher di ciuminya juga Vian membuat tanda kepemilikanya pada leher Ana. Ana hanya bisa merem melek menikmati permainan Vian yang sedikit kasar, dan tangan Vian memainkan daging kecil yang ada di dada Ana dengan gemasnya.
Setelah meninggalkan setempel di leher Ana dengan banyaknya, ciuman Vian. turun ke dada, dan di dada dengan rakusnya Vian menyedotnya, sampai Ana merasa sedikit sakit.
"Kakkk,,,, pelan,,, sakit,,, "kata Ana sambil meremas rambut Vian.
Vian pun menurut, lalu gerakanya sekarang agak pelan dan lebih lembut.
__ADS_1
"Kakkk,,, uuuhhh,,, "saat daging kecil di ucung dada Ana di mainkan dengan lidah oleh Vain.
Ana merasakan bulu kuduknya merinding karena baru merasakan kenikmatan yang seperti ini.
Ciuman Vian makin turun ke bawah, dan sampai perut dan turun lagi, sampailah ciuman Vian di inti tubuh Ana. di bukanya kaki Ana agar terbuka, setelah terbuka terlihatlah inti tubuh Ana yang membuat Vian melototkan matanya dengan mulut melongo.
Vian lalu dengan bibir tersenyum karena melihat indahnya inti tubuh Ana, tangan Vian langsung mengusapnya.
"Emmm,,,, "Ana merasakan geli geli nikmat saat tangan Vian mengusap miliknya.
Jari Tangan Vian seperti menari nari di atas inti milik Ana, lalu Hidung Vian mendekat dan menciumi inti milik Ana.
Lalu bibir Vian pun di julurkan ke inti milik Ana, dan lidah Vian me**njilatinya tanpa terlewatkan.
Vian sekarang jarinya ikut bergerak, dan Vian terus saja bermain di inti milik Ana, saampai ahirnya Ana berteriak dengan kencang, karena Ana merasakan kenikmatan.
"Kakaaaaa,,,, aaahhhhgggg,,,, "dengan tangan mencengkram seprei dan kaki yang di tekankan ke kepala Vian,juga kepala yang terangkat ke atas.
Vian sebenarnya merasakan sakit, tapi tetap membiarkan Ana melakukanya sampai selesai merasakan kenikmatan.
Setelah itu Ana langsung terkulai lemas tak berdaya, dengan nafas yang memburu Ana hanya bisa diam di atas kasur.
__ADS_1
Sedang Vian sibuk menji**lati inti Ana yang baru saja mengeluarkan laharnya.setelah bersih Vian lalu bangun, dan menuja meja untuk mengambil minum.
"Sayang,, minum dulu gih,, "kata Vian sambil membantu Ana bangun.
Ana bangun dan duduk sambil bersender, lalu mengambil gelas yang berisi minum dari tangan Vian.
Ana minum sampai satu gelas penuh, Vian melihatnya hanya tersenyum.
"Haus banget yah,,? "Ana yang malu hanya mengangguk.
Lalu Vian juga minum setelah Ana selesai minum, setelah itu Vian mendekati Ana yang sudah menutupi badanya dengan selimut.
"Kenapa di tutupi,, "
"Malu Kak,, "
"Kenapa malu,, nanti juga terbiasa kok,, buka gih ,Ana kan keringatan gitu,, "kata Vian sambil menarik selimut Ana.
"Jangan dulu Kak,kita istirahat dulu yah, Ana masih lemas,, "
"Ya udah kita istirahat dulu, tapi nanti setelah istirahat kita langsung main lagi yah,, "Ana hanya menganggukan kepalanya dengan pelan.
__ADS_1
Jangan lupa like, komen dan votenya, trimakasih...