Aku Bukan Pebinor

Aku Bukan Pebinor
Belanja


__ADS_3

Pagi harinya Ai bangun duluan,Ai langsung mandi dan keramas,setelah selesai Ai pake baju sedang rambut di gulung dengan handuk, Ai keluar dari kamar menuju dapur,karena Vino masih tidur,karena belum ada bahan masakan,Ai hanya membuat teh manis hangat dan roti selai coklat.


Setelah jadi semuanya,Ai masuk kamar lagi dan membangunkan Vino.


"Mas,,,bangun Mas,udah jam 7 pagi,,"sambil mengusap lengan Vino.


"Hemmm,,,pagi sayang,,"Vino memanggil Ai sayang,Ai yang mendengarnya langsung tersenyum malu dan menundukan wajahnya.


Vino lalu bangun dan duduk,lalu menarik Ai agar duduk di pangkuanya.


"Wangi banget sih,,,"sambil menciumi pundak dan leher Ai,Ai yang ke gelian menggerakan pundaknya.


"Hari ini kerjanya berangkat jam berapa,,?"tangan Vino memeluk perut Ai.


"Ai masuk kerjanya jam 3 pulang jam 10 malam,,"


"Nanti Saya antar yah,,"Ai hanya mengangguk.


"Mas,,Ai mau nyisir rambut dulu yah,Mas sanah bersih bersih,dan Ai sudah buatkan teh manis hangat buat Mas,,"


"Hemmm,,baiklah,tapi cium dulu,,"menujuk ke pipinya.


"Ayo cium dulu,,"kata Vino lagi karena Ai belum juga menciumnya.


Ahirnya Ai mendekatkan bibirnya ke pipi Vino,tapi sebelum sampai Vino berbalik,jadi Ai mencium bibir Vino.Ai langsung memundurkan wajahnya dan menunduk,sedamg Vino tersenyum.


Sebelum menyuruh Ai bangun Vino mencium kening Ai dulu,baru setelah itu Vino menyuruh Ai bangun dari pangkuanya.


Vino masuk kamar mandi,sedang Ai menyisir rambutnya dan memoles wajahnya dengan bedak tipis tipis,serta memberi pewarna bibir.


Vino dan Ai sekarang sedang menikmati teh dan roti nya di meja makan.


"Sayang,,kita belanja ke supermaket yuk,buat setok di sini,biar kamu bisa masak,,"


"Emang Mas ngga kerja,,"


"Hari ini rasanya malas kerja,libur dulu lah,,,"

__ADS_1


"Kok malas sih,,"


"Ngga tau ini,tumben rasanya malas,Saya lagi pengin berduaan sama kamu,,"Ai tersenyum tipis.


"Saya mandi dulu yah,setelah itu kita berangkat,,"Ai mengangguk.


Vino masuk ke kamar mandi,sedang Ai menyiapkan baju buat Vino pake.


"Mas Ai sudah siapkan baju buat Mas,tapi kalau Mas ngga suka Mas pilih sendiri lagi aja,,"


"Saya suka kok,makasih yah,,"Ai mengangguk.


Lalu Ai menuju kaca untuk mengikat rambutnya,tapi saat Rabut di ikat,Ai melihat merah merah di lehernya,dan Ai langsung melepaskan ikatan rambutnya lagi,lalu mengusap tanda merah itu,Ai langsung teringat bahwa tanda merah itu adalah hasil karya Vino semalam,Ai jadi merasa malu sendiri.


"Kenapa,,?kok diem aja,?"Ai menggeleng,lalu merapikan rambutnya lagi sambil di sisirnya menutupi leher kedepan.


Vino lalu meminta sisirnya ,dan Vino menyisir rambutnya,Ai melihat Vino dari pantulan kaca.


"Ya Tuhan ini bukan mimpi kan,pria tampain ini adalah suamiku,,"kata Ai dalam hatinya sambil masih melihat Vino dari kaca.


"Sudah yuk kita berangkat,,"Sambil Vino menyemprotkan minyak wangi ke badanya.


Setelah siap keduanya lalu keluar dari apartemen,dan Vino menggandeng tangan Ai,tangan itu tidak terlepas sampai di mobi.


Vino membukakan pintu mobil untuk Ai,setelah Ai masuk,Vino juga masuk ke bagian kemudi.


Lalu mobil pun pergi menuju supermaket,Vino juga sambil menggenggam tangan Ai ,Ai sebenernya seneng tapi Ai juga takut karena Vino sedang menyetir.


Untung supermaketnya tidak jauh,jadi Ai tidak takut lebih lama lagi.keduanya turun dari mobil setelah mobil terparkir.


Vino mendorong troli,sedang Ai berjalan di depanya,Ai merasa tidak enak saat memilih belanjaan karena takutnya Vino berpikiran boros.


"Ambilnya yang banyak sekalian,biar bisa buat setok,,"kata Vino saat Ai serba mengambil satu bungkus,seperti super pel satu,sabun buat cuci piring satu,Rinso satu,pokoknya serba satu.


"Ai ngga enak Mas kalau nanti belanjanya habis banyak,,"Vino tersenyum.


"Ngga papa habis banyak juga,ini semua kan buat kebutuhan rumah dan buat kita juga,ambil lah yang sekiranya harus butuh banyak,jangan takut kalau habis banyak,uang Saya buat beli seisi super maket ini aja masih sisa kok,,"sambil tersenyum.

__ADS_1


"Sombonggg,,"kata Ai,Vino justru tersenyum lebar melihat Ai berkata sombong.


Lalu mereka lanjut belanja,Vino juga mengambil yang dia butuhkan.


"Mas,,kita ke tempat sayur dan ikan yuk,,"


"Ayok,,"


Lalu Ai memilih Ikan ,Ayam,daging serta bumbu dan sayur lainya.sampai tak terasa satu troli penuh dengan belanjaan.


"Mas,,kayanya udah semua deh,kita ke kasir yuk buat bayar,,"


"Bener nih udah ngga ada yang di beli lagi,,?"


"Ngga ada,,"sambil melihat ke troli.


"Ya udah yuk kita bayar,,"


Vino lalu membayar semuanya menggunakan ATMnya,Ai lalu melihat struk belanja saat sudah keluar dari supermaket,Ai kaget saat melihat angkanya.


"Mas,,abis banyak banget ini belanjaan,"


"Ngga papa,udah ayo kit Ke mobil,kita tatain,"Ai dan Vino lalu menuju parkiran mobil dan menata belanjaan.


Saat sedang menata belanjaan,ada yang memanggil Ai,dan ternyata teman kampusnya dulu.


"Aisahh,,,"Ai menengok.


"Hai Zee,,"kata Ai,mereka lalu saling peluk.


"Kamu apa kabar Ai,,"


"Aku baik,,kamu gimana,udah dapat kerjaan belum,,?"


"Aku baik,Aku udah kerja di perusahaan daerah G,,"


"Sukurlah kalau kamu sudah kerja,,"

__ADS_1


"Oh iya,,selamat yah atas pernikahanmu dengan pak Rudi maaf Aku kemarin ngga bisa dateng,pasti kamu bahagia banget yah bisa menikah dengan Pak Rudi,,?"


Jangan lupa like,komen dan votenya,trimakasih...


__ADS_2